Takdir Setelah Perpisahan

Takdir Setelah Perpisahan
Ada apa menemuiku?


Setelah mendapatkan restu dari orang tuanya dan orang tua Queen untuk mereka menikah, akhirnya hari itu Kevin pun memberanikan diri mengajak Melody yang berstatus sebagai calon istrinya dua bulan lagi untuk bertemu untuk menjelaskan perkara yang terjadi. Kevin tidak ingin menunda waktu lebih lama lagi untuk menyelesaikan masalahnya yang akan menjadi semakin besar jika ia tidak segera menemui Melody.


Setelah menghubungi Melody dan menentukan tempat dimana mereka akan berjumpa hari ini, Kevin pun bangkit dari kursi kerjanya tanpa mengenakan kembali jas kerjanya yang ia sampirkan di kursi kebesarannya. Satu jam lagi adalah waktu pertemuannya dengan Melody. Kevin berniat untuk datang lebih dulu dan menunggu kedatangan Melody di tempat pertemuan mereka.


Setelah mengendarai mobilnya lebih kurang dua puluh menit, akhirnya Kevin pun sampai di salah satu Cafe yang baru saja buka dan terlihat masih sepi. Dengan langkah lebar Kevin berjalan ke arah meja yang menurutnya cukup aman untuk mereka berbicara dari hati ke hati di sana.


Kevin melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangannya. Masih ada waktu tiga puluh menit lagi dari waktu pertemuannya dan Melody. Mungkin saja saat ini Melody sudah berada di perjalanan menuju cafe mengingat waktu perjalanan dari tempat kerja Melody ke tempat pertemuan mereka bisa menghabiskan waktu setengah jam lamanya.


Sembari menunggu kedatangan Melody, Kevin memutuskan untuk menelefon Queen sekedar menanyakan apa wanita yang sedang mengandung anaknya itu telah meminum susu hamilnya atau belum. Setelah panggilan tersambung, Kevin dibuat menggeleng karena yang mengangkat telefon darinya bukanlah Queen melainkan asisten pribadinya.


"Queen masih tidur?" Tanya Kevin mengulang ucapan Riri.


Di seberang telefon Riri nampak mengangguk walau Kevin tidak akan melihat pergerakannya. "Benar, Tuan. Saat ini Nona Queen masih tidur. Sepertinya Nona tidur larut tadi malam hingga membuatnya masih tertidur hingga saat ini." Balas Riri.


Kevin terdiam beberapa saat. "Katakan padanya untuk jangan lupa meminum susu hamilnya." Ucap Kevin mengakhiri panggilan telefonnya.


Riri pun kembali mengangguk walau Kevin tidak melihat pergerakannya.


"Anak itu..." Kevin dibuat menggeleng mendengar informasi dari Riri. "Apa yang dia pikirkan hingga tidur larut seperti itu? Apa dia tidak tahu jika tidur larut bisa mempengarungi kondisi kesehatannya dan anak kami?" Gumam Kevin.


Di tengah pemikirannya tentang Queen dan anaknya yang masih bersemayam dalam kandungan Queen, Kevin dikejutkan dengan kedatangan Melody yang datang dengan senyum merekah di wajah cantiknya.


"Hai Kevin." Sapa Melody yang sudah berada tepat di depan Kevin.


Kevin mengangguk membalas sapaan Melody. "Duduklah." Ucap Kevin sambil menunjuk kursi di depannya dengan lirikan matanya.


"Apa kau sudah lama?" Tanya Melody.


"Apa kau sudah memesan minuman atau makanan?" Tanya Melody lagi.


Kevin mengangguk. "Pesanlah makanan dan minuman untukmu lebih dulu." Ucap Kevin.


Melody mengangguk sebagai jawaban lalu memanggil pelayan untuk memesan. Tak lama setelah pesanan Kevin datang, pesanan Melody pun kini sudah tersaji di atas meja.


"Jadi, ada hal apa kau mengajakku bertemu di tempat ini?" Tanya Melody. Wajahnya masih tetap tersenyum seolah senyuman itu sulit luntur saat berada dekat dengan Kevin. "Agh, apa kau ingin membahas masalah pernikahan kita?" Tebak Melody sebelum Kevin hendak bersuara.


"Kau benar. Saat ini aku ingin membahas masalah pernikahan kita." Balas Kevin dengan wajah datar tanpa ekspresi.


***


Berikan dukungannya dulu yuk untuk mendukung semangat shy dalam menulis🤗


Like


Vote


Komen


Hadiah


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.