Takdir Setelah Perpisahan

Takdir Setelah Perpisahan
Tidak pantas dicintai


Kevin terdiam dengan wajah menggeram. Entah mengapa saat ini ia merasakan penyesalan karena telah menuruti keinginan kedua orang tua Melody waktu itu dan kini ia terjebak atas ucapannya sendiri.


"Tante yakin kau adalah pria yang dapat dipegang ucapannya." Ucap Mama Yeni kemudian.


Mami Eve dan Papi Niko saling pandang lalu menghela nafas bersamaan. Saat ini mereka hanya bisa pasrah menerima keputusan dari Kevin. Terlebih Kevin sudah menjanjikan sesuatu pada kedua orang tua Melody yang harus Kevin tepati dalam waktu beberapa bulan lagi.


"Mama percayalah jika Kevin pasti akan memenuhi janjinya." Ucap Melody karena Kevin hanya diam saja.


"Mama percaya, hanya saja Mama ingin mendengar langsung dari Kevin jika dia pasti akan memenuhi janjinya untuk menikahimu." Ucap Mama Yeni.


Kevin memilih diam seraya menatap datar wajah Melody dan Mama Yeni yang sedang membicarakan tentang dirinya. Sementara di ambang pintu, Queen terlihat mematung di tempatnya mendengar jika sebentar lagi Kevin akan menikahi Melody dan pasti akan meninggalkannya beserta anak mereka. Dengan tubuh yang sudah lemah dan lesu Queen membalikkan tubuhnya dan memilih meninggalkan rumah orang tua Kevin dengan perasaan campur aduk. Niatnya yang ingin menjenguk Mami Eve berhadiah kekecewaan yang ia rasakan saat ini.


"Seharusnya sejak awal aku sudah sadar apa artinya aku di dalam hidupnya. Lagi pula apa yang aku harapkan dengan pernikahan yang hanya berjalan tidak sampai satu tahun ini?" Gumam Queen setelah masuk ke dalam mobilnya. Queen pun menghidupkan mesin mobilnya lalu melajukannya keluar dari perkarangan rumah kedua orang tua Kevin.


Mobil yang dikendarai Queen terus melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota yang cukup padat sore itu. Selama dalam perjalanan, Queen terus berpikir tentang apa yang dibicarakan keluarga Kevin dan Melody selanjutnya. "Mereka merencanakan sebuah pernikahan di saat aku masih sah menjadi istri dari Kevin?" Queen tersenyum miris di akhir ucapannya.


"Kenapa aku bisa ada di sini?" Wajah Queen nampak terkejut menyadari keberadaannya saat ini. Bukannya kembali melajukan mobilnya, Queen justru memilih memarkirkan mobilnya tak jauh dari gerbang rumah kedua orang tuanya. "Siapa lagi yang bisa menjadi tempat sandaran untukku saat ini? Semua orang meninggalkanku di saat aku benar-benar membutuhkan dukungan dari mereka saat ini. Bahkan Mama dan Papa yang sejak kecil selalu memanjakanku juga ikut menjauh dan membiarkanku melewati beratnya hidup ini seorang diri." Queen mulai menangis meratapi kehidupannya yang begitu pelik.


"Kenapa semua ini harus terjadi kepadaku? Sejak dulu aku selalu mencinta seorang diri. Empat tahun bersama Daniel tak membuatnya kunjung mencintaiku. Dan kini suamiku bersikap lebih kejam dengan merencanakan sebuah pernikahan dengan wanita yang baru di saat aku masih mengandung anaknya. Tuhan... apa aku tidak pantas untuk bahagia? Apa aku adalah wanita yang tidak bisa untuk dicintai." Queen menangis tersedu-sedu.


"Anak Mommy... jika boleh meminta bisakah nantinya kau menyerahkan sepenuhnya cinta dan kasih sayangmu hanya untuk Mommy hingga kau menemukan wanita tambatan hatimu di saat kau sudah dewasa?" Ucap Queen dengan terisak seraya mengelus perutnya yang membuncit. "Kak Mirza benar, hidup ini berat dan aku membutuhkan cinta untuk meringankannya." Ucap Queen kemudian lalu mengusap pipinya yang basah dengan tisu.


***


Vote dulu yuk baru lanjut🤗


Sambil menunggu TSP update, silahkan mampir di novel shay yang berjudul Bukan Sekedar Menikahiđź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.