
Kenapa Melody bisa ada di sini? Apa Mami Eve yang mengundangnya?
Sejak makan malam berlangsung Queen nampak tidak fokus menikmati makanannya karena memikirkan keberadaan Melody di antara mereka.
Perasaan bingung sekaligus bersalah pun turut menghantuinya mengingat keberadaannya di sisi Kevin adalah sebuah kesalahan hingga mengakibatkan tertundanya pernikahan Kevin dan Melody. Queen pun memilih terus menunduk agar pandangannya dan Melody tidak bertemu karena sejak tadi ia dapat merasakan Melody terus menatap ke arahnya.
"Apa kau ingin menambah makananmu?" Tanya Kevin saat makanan di piring Queen sudah hampir habis.
Queen menggeleng. "Sudah cukup. Aku sudah hampir kenyang." Balasnya.
Kevin mengangguk paham lalu kembali melanjutkan menghabiskan makanannya. Beberapa menit kemudian mereka pun selesai menghabiskan makanan masing-masing.
"Bolehkah aku berbicara sebentar denganmu?" Tanya Melody saat Kevin hendak bangkit dari duduknya.
Queen yang hendak bangkit pun mengurungkan niatnya dan menunggu Kevin menjawab ucapan Melody. Sedangkan Mami Eve dan Papi Niko sudah beranjak lebih dulu menuju ruang keluarga.
"Jika kau ingin berbicara maka berbicaralah di sini saja." Balas Kevin.
"Tapi aku ingin berbicara berdua denganmu, Kev. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan dan itu tidak boleh didengar oleh orang lain selain kita." Ucap Melody sedikit menyindir.
"Siapa yang kau bilang orang lain? Apa Queen?" Tanya Kevin tanpa basa-basi.
"Bu-bukan begitu." Balas Melody sedikit terbata.
"Harus kau ingat jika Queen bukanlah orang lain. Dia adalah istriku." Tekan Kevin.
Melody menghela nafasnya yang kian memberat. Hatinya sungguh merasa sakit mendengar pengakuannya untuk Queen saat ini.
"Berbicaralah berdua. Aku akan pergi." Ucap Queen. Ia sungguh merasa tidak enak berada di antara perdebatan kecil Kevin dan Melody saat ini.
Melody tersenyum tipis mendengar ucapan Queen. Sedangkan Kevin menatap Queen dengan tajam karena tidak suka mendengar ucapan Queen.
"Tetaplah di sini dan dengarkan pembicaraan kami." Ucap Kevin tak ingin Queen salah paham. Terlebih saat ini Queen tengah mengandung dan moodnya bisa naik turun.
"Queen..." ucapn Kevin melayang begitu saja di udara karena Queen sudah semakin jauh dari pandangannya.
"Bagaimana kalau kita berbicara di taman saja?" Tawar Melody.
Kevin diam tak menjawab namun kakinya melangkah menuju pintu yang terhubung dengan taman di samping rumahnya.
"Syukurlah." Gumam Melody merasa senang. Melody pun segera melangkah mengikuti langkah Kevin menuju taman.
Di ruang keluarga, Papi Niko kini nampak menatap Mami Eve dengan tatapan tak bersahabat. "Apa Mami yang mengundang Melody datang ke sini?" Tanya Papi Niko.
Mami Eve dengan cepat menggeleng. "Tidak. Mami juga tidak tahu jika Melody akan datang ke rumah."
"Mami jangan berbohong." Tekan Papi Niko.
"Mami sungguh tidak berbohong, Pi. Lagi pula Mami tidak sejahat itu ingin mempertemukan Queen dan Melody di rumah kita." Jelas Mami Eve.
Papi Niko menatap dalam kedua mata Mami Eve mencari kebenaran di sana. "Baiklah. Papi percaya. Tapi hal apa yang membuatnya datang ke rumah kita?" Tanya Papi Niko.
"Melody berkata jika dia tiba-tiba rindu dengan Mami dan memilih datang ke rumah kita untuk melepas rindu dengan Mami." Balas Mami Eve apa adanya.
"Dan Mami percaya begitu saja?" Tanya Papi Niko menangkap ada yang tidak beres.
***
Lanjut? Berikan vote, komen, like dan hadiahnya dulu yukš¤
Sambil menunggu TSP update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Bukan Sekedar Menikahiš¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.