
"Jadi Zel yang meminta Mama Naina meminta Papa Daniel menyuruh kami menjaga Zel?" Tanya Marvel yang cukup terkejut mendengar ucapan Zeline.
Zeline mengangguk polos sebagai jawaban.
Hembusan nafas Marvel terdengar kasar di udara. "Kenapa aku merasa dipermainkan di sini?" Sungut Marvel.
"Aku juga. Apa Daniel pikir kita ini tidak memiliki pekerjaan?" Gerutu Dio.
"Tidak." Timpal Marvel apa adanya.
"Sialan! Kau benar." Dio tertawa.
Marvel pun turut tertawa. Sedangkan Kevin hanya menggeleng mendengar percakapan kedua sahabatnya. Dibandingkan Dio dan Marvel, Kevin memang lebih memiliki banyak pekerjaan saat ini.
"Jadi tujuan kalian membawa Zel ke sini untuk mengajakku menjaga Zel?" Tanya Kevin.
Dio dan Marvel mengangguk.
"Kalian tahu betul jika beberapa hari ini pekerjaanku cukup padat." Tekan Marvel.
"Tak masalah. Kau masih bisa mengerjakan pekerjaanmu dan kami bisa menjaga Zel dengan bermain mengunjungi satu persatu devisi di perusahaanmu." Ucap Marvel penuh maksud.
"Main lihat Nty tantik lagi, Om?" tanya Zeline yang seolah paham dengan tujuan Om dantengnya.
Marvel mengangguk jujur sebagai jawaban. "Kita harus memanfaatkan kesempatan ini untuk mencarikan jodoh untuk Om Marvel dan Om Dio." Seloroh Marvel.
"Asik na... main sana main sini Zel suka..." Sorak Zeline.
Dio dan Marvel tertawa kecil mendengarnya.
"Jangan mengajarinya yang bukan-bukan!" Tegur Kevin.
"Kami tidak mengajarinya yang bukan-bukan. Tapi yang iya-iya." timpal Dio.
Kevin mendengus. "Sebentar lagi ada rapat yang harus aku hadiri. Bisakah kalian menjaga Zel lebih dulu?" Ucap Kevin.
"Tentu saja bisa asal kau memberikan kartu akses bagi kami untuk mengunjungi satu persatu devisi di perusahaanmu." Balas Dio.
"Aku setuju." Timpal Marvel.
Kevin hanya bisa menggeleng mendengar ucapan kedua sahabatnya. "Terserah kalian saja. Yang terpenting jangan membuat kerusuhan di perusahaanku terlebih mengajari Zel yang tidak-tidak." Tekan Kevin.
"Tentu saja. Ayo kemarilah." Ucap Marvel merentangkan kedua tangannya.
Zeline pun turun dari pangkuan Kevin lalu berlari ke arah Marvel.
"Ayo blangkat, Om!" Ajak Zeline.
Marvel mengangguk. "Ayo kita beraksi." Ucap Marvel pada Dio.
Dio tersenyum lebar lalu bangkit dari duduknya. "Saatnya menjalankan misi!" Ucap Dio begitu bersemangat.
"Go...!!!" Balas Marvel lalu menggendong tubuh Zeline.
*
Suara dering ponsel yang lupa ia bisukan sebelum rapat membuat Kevin yang sedang fokus pada rapat teralihkan. Para staff yang sedang fokus pada rapat pun mengarahkan pandangan pada Kevin yang terlihat belum mengangkat telefonnya yang terus berbunyi.
"Riri?" Kening Kevin mengkerut membaca nama pemanggil di telefonnya. Merasa ada yang tidak beres Kevin pun berpamitan keluar sebentar dari dalam ruangan rapat.
"Apa? Queen mengalami keram perut?" Suara Kevin terdengar sedikit tinggi saat mendengar penjelasan dari Riri. "Oh astaga..." Kevin mengusap kasar wajahnya. "Saya akan ke sana sekarang juga!" Ucap Kevin lalu mematikan sambungan telefonnya.
Kevin pun kembali masuk ke dalam ruangan rapat lalu memerintahkan asistennya untuk mengambil alih rapat hari itu. Setelahnya ia pun keluar kembali dari ruangan rapat dan berjalan tergesa-gesa menuju ruangan kerjanya. Hati dan pemikirannya dibuat tidak tenang dengan laporan Riri yang mengatakan jika istrinya tidak baik-baik saja saat ini.
"Tahu begini tidak akan aku izinkan dia untuk bekerja." Gumam Kevin sambil terus berjalan ke ruangan kerjanya.
***
Lanjut?
Berikan dukungannya dulu yuk untuk mendukung semangat shy dalam menulis🤗
Like
Vote
Komen
Hadiah
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.