
Keesokan harinya.
"Mama dan Tante Eve jadi datang ke sini?" Tanya Daniel seraya mengancingkan satu persatu kancing kemejanya.
Naina yang sedang fokus memakaikan baju ke tubuh Zeline pun mengalihkan pandangannya pada Daniel.
"Sepertinya jadi. Tadi pagi saat aku membuat sarapan Mama mengirimkan pesan jika mereka akan datang pagi ini." Jawab Naina. Pandangannya pun kembali fokus pada Zeline yang sedang menanti untuk dilanjutkan kembali memakaikan bajunya.
"Zel dah tantik gini, Pah?" Zeline nampak berputar-putar di hadapan Daniel setelah Naina selesai memakai baju untuknya.
Daniel menatap tubuh mungil putrinya yang sudah terbalut gaun bewarna pastel dengan tersenyum. "Tentu saja putri Papa sangat cantik. Bukan hanya memakai baju ini saja. Memakai baju yang lain juga cantik." Puji Daniel.
"Apa itu benal?" Tanya Zeline malu-malu lalu menggoyangkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan.
"Tentu saja itu benar." Balas Daniel lalu dengan cepat membawa tubuh putrinya ke dalam gendongannya.
"Papah danteng juga ini." Puji Zeline seraya mengusap wajah Daniel.
"Tentu saja Papa ganteng. Jika tidak Mamah pasti tidak akan tergila-gila pada Papah." Seloroh Daniel.
Mendengar ucapan suaminya membuat Naina dengan refleks mencubit kecil pinggang Daniel. "Apa yang kau katakan?" Tanya Naina dengan wajah yang sudah merona.
"Aw... kenapa kau mencubitku, Sayang?" Ringis Daniel.
"Itu karena kau sudah sembarangan berbicara!" Cetus Naina.
"Aku tidak sembarangan berbicara. Aku berkata apa adanya, Sayang." Balas Daniel. Dan sesaat kemudian Daniel pun kembali meringis akibat cubitan Naina kembali. "Sudah, sudah. Ini sangat pedih." Ucap Daniel.
"Ahaha..." Zeline tertawa melihat Daniel meringis kesakitan.
"Princess menertawakan Papah?" Daniel pun segera memberikan ciuman bertubi-tubi di kedua pipi putrinya hingga membuat Zeline tertawa-tawa.
"Sudah, sudah." Naina menghentikan aksi Daniel. "Bukankah sebentar lagi kau ada pertemuan dengan Kevin dan Marvel? Lebih baik sekarang kita turun dan sarapan." Ajak Naina.
"Baiklah, ayo." Balas Daniel mengingat kegiatannya pagi ini.
"Papa tidak akan menurunkanmu." Balas Daniel lalu berjalan ke luar dari dalam kamarnya diikuti Naina.
*
Setelah sarapan dan mengantarkan Daniel untuk pergi bekerja, Naina pun meninggalkan Zeline yang sedang bermain di ruang tamu untuk naik ke kamarnya sebentar untuk mengambil ponselnya yang tertinggal di dalam kamar.
"Banak gini bikin pusing ja!" Protes Zeline menatap satu persatu mainannya yang baru saja ia keluarkan dari dalam tempatnya. Gadis kecil itu nampak bingung saat melihat banyaknya mainan yang ingin ia mainkan sembari menunggu kedatangan neneknya.
"Main pasang baju ini ja deh." Putusnya saat melihat boneka princessnya yang belum dipakaikan baju.
Ting Tong
Suara bel rumah yang terdengar cukup keras membuat Zeline menghentikan kegiatannya.
"Sapa tuh?" Tanyanya lalu bangkit dari duduknya. Setelahnya Zeline pun segera berlari ke arah pintu rumah untuk melihat siapakah orang yang datang ke rumahnya.
"Nenek?" Kedua mata Zeline membola sempurna saat melihat wajah Mama Hasna. Zeline pun segera berlari ke arah Mama Hasna lalu memeluk erat sebelah kaki Mama Hasna. "Nenek dah datang ini?" Ucap ya dengan manja.
"Sudah..." Balas Mama Hasna seraya tersenyum.
"Nenek sendili ja ini?" Tanya Zeline seraya berkedip lucu.
"Tidak... Nenek datang bersama Oma Eve dan Aunty Queen juga." Balas Mama Hasna.
"Anty Queen?" Mendengar nama Queen membuat Zeline seketika melepas pelukan tangannya di kaki Mama Hasna dan segera berlari keluar dari dalam rumah.
***
Berikan vote dan komennya dulu yuk untuk lanjut ke bab berikutnyaš¤
Sambil menunggu TSP update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Bukan Sekedar Menikahiš¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.