Takdir Setelah Perpisahan

Takdir Setelah Perpisahan
Kenapa kau datang?


Melody menghentikan suapan makanannya yang belum habis sepenuhnya setelah mendengarkan ucapan Kevin yang terdengar tidak enak di telinganya.


"Apa? Kau melarangku untuk datang ke apartemenmu?" Tanya Melody dengan tatapan terkejut.


Kevin mengangguk lalu mengelap sudut bibirnya dengan tisu. "Aku tidak menyukai kedatanganmu yang secara tiba-tiba bahkan tidak mengabariku lebih dulu." Ucap Kevin.


Melody menarik sebelah sudut bibirnya. "Apa istrimu yang memberitahukan kedatanganku ke apartemenmu beberapa hari yang lalu?" Tebak Melody.


"Ya. Queen yang memberitahuku dan itu sudah menjadi kewajibannya untuk memberitahukan siapa saja yang datang ke apartemen kami." Ucap Kevin dengan menekan setiap kata-katanya.


Melody menghembuskan nafasnya lalu mendorong piringnya ke depan. Selera makannya hilang begitu saja mendengar ucapan Kevin. Padahal sisa makanannya masih cukup banyak dan terasa lezat di lidahnya.


"Jangan bilang jika kau mengajakku bertemu siang ini hanya untuk membahas hal ini?" Tanya Melody.


Kevin mengangguk membenarkan hingga membuat Melody menatapnya tak percaya. "Kenapa kau tiba-tiba berubah seperti ini, Kev? Dulu kau tidak mempermasalahkan jika aku datang menemuimu ke apartemen dan sekarang kenapa justru sebaliknya?" Ucap Melody seraya memasang wajah sedihnya.


Kevin menghembuskan nafas kasar di udara. Sejak dulu ia memang tidak menyukai kedatangan Melody ke apartemennya. Namun ia terpaksa menerimanya mengingat Melody adalah calon istrinya dan selain itu bisa saja Maminya akan bersedih jika mengetahui dirinya memperlakukan Melody dengan buruk karena tidak memperbolehkannya datang ke apartemennya.


"Kau harus ingat jika saat ini aku sudah menikah dan Queen adalah istriku. Aku tidak ingin kedatanganmu membuatnya tidak nyaman dan berefek buruk pada anak kami." Ucap Kevin.


Deg


Jantung Melody terasa tercubit mendengarkan ucapan Kevin. Namun sebisa mungkin Melody menutupi rasa sakitnya dengan menampilkan senyuman manisnya. "Istri sementara yang kau maksud?" Koreksi Melody. "Ingatlah jika setelah dia melahirkan akulah yang akan menjadi istrimu, Kev." Ucap Melody dengan lembut namun penuh sindiran.


"Meskipun begitu saat ini dia adalah istriku dan sedang mengandung anak kandungku." Balas Kevin dengan menatap Melody tajam.


Melody tersenyum miris. "Aku tidak menyangka kau begitu cepat berubah setelah kehadirannya."


Hembusan nafas Melody terdengar semakin berat. "Tidak begitu. Setelah menikah dengannya kau cukup berubah. Aku mengizinkanmu menikahinya bukan berarti aku membiarkannya merebut dirimu dariku sepenuhnya. Kau harus ingat dengan perjanjian awal yang telah kita buat." Tekan Melody.


"Aku masih mengingatnya dan kau tidak perlu mengingatkanku tentang hal itu." Balas Kevin.


Melody semakin geram mendengarkan ucapan Kevin yang tidak berpihak kepadanya. Melody pun mendorong kursinya ke belakang. "Sudah saatnya aku kembali ke perusahaan." Ucap Melod


"Katakan apa tujuanmu datang ke apartemenku di saat aku tidak ada?" Tanya Kevin tanpa memperdulikan pergerakan Melody.


"Aku hanya ingin bertemu dengan istrimu dan berbicara dengannya." Balas Melody tanpa menatap pada Kevin.


Kevin menatap wajah Melody dengan datar. "Pembicaraan apa yang kau maksud?" Pancing Kevin.


"Maaf, aku tidak memiliki waktu lagi untuk membahas hal ini. Kalau begitu aku pamit dulu. Terimakasih atas traktiran makan siang darimu." Ucap Melody dengan cepat.


Kevin memilih diam dan membiarkan Melody beranjak dari kursinya. "Jika saja kau memilih jujur mungkin aku tidak akan seperti ini." Ucap Kevin menatap punggung Melody yang mulai menjauh darinya.


***


Vote dulu yuk baru lanjut🤗


Sambil menunggu TSP update, silahkan mampir di novel shay yang berjudul Bukan Sekedar Menikahiđź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.