Takdir Setelah Perpisahan

Takdir Setelah Perpisahan
2. Part 2


"Jangan ragu saat membantu orang lain, suatu saat kamu pasti akan mendapat yang terbaik." _Nesia_


Setelah mendapat informasi dari resepsionis, Nesia segera melajukan mobilnya, mencari alamat yang sempat ia minta dari resepsionis tadi.


Sesampainya di alamat ia tuju,Nesia segera turun dari mobil. Ia pun berjalan mendekati kosan sederhana di depannya.


Tok, tok, tok.


Nesia pun mengetok pintunya, sesekali melirik ke dalam melalui cela jendela yang ada disamping pintu.


Saat sibuk memperhatikan dalam kosan, Nesia dikejutkan oleh suara seorang wanita.


"Cari siapa ya, neng?" tanya wanita paru baya itu.


Nesia pun segera berbalik, mendapati seorang wanita paru baya tengah memperhatikan nya. Sepertinya, dia yang mempunyai kosan ini.


"Bu, apa wanita yang bernama Clarissa masih kos disini?" tanya Nesia.


"Oh, Risa. Dia udah 1 bulan lalu pindah dari sini. Emang ada apa, neng?" tanya ibu kosan.


"Dia teman saya, kira-kira ibu tau nggak dia pergi kemana?" tanya Nesia balik.


"Kalau itu saya kurang tau, neng." jawab ibu kosan.


"Oh, gitu ya buk. Kalau gitu saya pergi dulu buk." ucap Nesia pamit.


Sanjaya Company...


13.00


Setelah mendapat pesan dan telepon dari orang suruhannya, membuat direktur perusahaan ini murka.


"Ternyata, ini alasan nya dia sering pergi ke luar negeri. Ingin menemui cucu angkatnya., pantas saja perusahaan nya terus berkembang." ucap Bara emosi.


Bara sanjaya merupakan pengusaha sukses dan juga patner kerja dari perusahaan Farhan Wijaya. Kegilaan nya pada harta, membuat ia selalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia mau. Termasuk, menyuruh putra semata wayangnya mendekati dan mencuri hati Farhan.


Segera Bara membuka ponselnya dan menelepon putranya.


"Segera temui aku di perusahaan." ucap Bara langsung memutus panggilannya.


***


"Ada apa lagi, Pa?" tanya Leo santai.


Leo Christian Sanjaya, pria yang dulunya baik hati, hangat, dan pengertian berubah menjadi pria yang dingin, angkuh, dan mudah terbawa suasana, sejak kehilangan ibunya 5 tahun lalu. Ia juga sangat mencintai sekretaris nya yang saat ini telah menjadi kekasihnya.


"Ternyata, Farhan telah mengangkat seorang wanita sebagai cucu angkatnya. Papa punya rencana, cepat jalankan." titah Bara.


"Apa, bagaimana?" tanya Leo bingung.


"Sudah, jangan banyak tanya, cepat jalankan rencana itu." ucap Bara tajam.


***


Setelah beberapa jam mencari Clarissa, membuat Nesia merasa haus. Ia pun menghentikan mobil nya di depan minimarket.


Saat memasuki minimarket, Nesia sempat berjumpa dengan seorang pengemis di depan minimarket sedang meminta-minta.


Setelah membayar barang yang ia beli, Nesia pun keluar dan menghampiri pengemis yang ia jumpa tadi.


"Bu, ini ada sedikit roti buat ibu." ucap Nesia memberikan kantong berisi beberapa bungkus roti yang tadi ia beli bersama minuman dingin miliknya.


Pengemis itu pun menatap Nesia senang beserta kagum.


"Makasih, nak. Kau sangat baik dan tidak sombong. Ibu do'akan kau mendapat jodoh yang tulus mencintaimu." ucap pengemis itu menerima bungkusan dari Nesia.


Nesia pun tersenyum, sebelum meninggalkan pengemis itu.


Melihat itu membuat Dena kagum, ingin menjumpai Nesia, namun mengingat ia sudah telat ke pertemuan, membuatnya mengurungkan niat nya itu.


***


Wijaya Company....


Di ruang kerja Farhan, sudah ada Rico.


Setelah menerima telepon dari Farhan, Rico langsung berangkat ke perusahaan Farhan, tak lupa menelepon Dena juga.


Saat ini mereka tengah menunggu kedatangan Dena.


"Pak, ibu Dena sudah datang." ucap sekretaris Farhan seraya membukakan pintu mempersilahkan Dena masuk.


"Kenapa kau lama sekali?" tanya Rico kesal.


"Apa maksud papa?" tanya Dena bingung menghampiri Farhan dan duduk disamping Rico.


Farhan pun membuka ponselnya dan menunjukkan foto Nesia di layar ponselnya.


Dena dan Rico menatap satu sama lain, bingung apa maksud Farhan.


"Ini seperti wanita yang kutemui tadi." ucap Dena tidak asing dengan foto Nesia.


"Apa kau mengenalnya?" tanya Rico penasaran.


"Tidak, tapi aku melihatnya bersama seorang pengemis. Aku sangat kagum padanya, dia sangat baik dan sangat cantik." jawab Dena.


Mendengar itu, membuat Farhan menyunggingkan senyum di wajahnya.


"Dia adalah cucu angkatku, dia sangat baik bukan?" ucap Farhan.


"Apa!" ucap Dena dan Rico bersamaan.


***


Suasana saat ini menandakan matahari yang mulai di tenggelam di ufuk barat atau sering dikatakan senja.


Bagi Nesia, ini adalah suasana yang sangat ia suka. Karena saat inilah dia bisa menenangkan pikirannya. Ia pun menyempatkan diri pergi ke taman. Menikmati senja sambil melihat anak-anak yang berlarian ditaman.


Sesampainya di taman, Nesia pun berjalan menyusuri taman untuk beristirahat. Nesia pun memperhatikan sekeliling, mencari kursi yang kosong.


Namun, nihil. Ia tidak menjumpai kursi yang kosong. Saat ini ada kursi yang hanya diduduki oleh seorang pria, menurut Nesia pasti dia akan pergi sebentar lagi. Jadi, dia pun menunggu nya.


15 menit kemudian...


"Ha, dia membuat ku kesal." ucap Nesia kesal menghampiri pria itu


***


"Hey, apa kau sudah selesai beristirahat. Aku sudah lama menunggu mu, mengapa kau tidak pergi pergi." ucap Nesia kesal.


Pria yang diteriaki Nesia, seketika pun menoleh. Yang tak lain adalah Afandi.


"Kenapa kau tidak duduk di samping ku, aku juga tidak akan menganggu mu." ucap Afandi dingin.


Mendengar itu membuat Nesia tambah kesal. "Apa duduk disamping mu? Yang benar saja," ucap Nesia.


"Apa masalahnya?" tanya Afandi dingin beralih menatap sampingnya.


Nesia pun tidak habis pikir dengan pria di hadapannya ini.


"Hey, jika aku duduk disamping mu, pasti orang mengira kita sepasang kekasih. Aku tidak mau, itu sangat memalukan." ucap Nesia kesal.


"Siapa yang ingin mempunyai kekasih sepertimu dan sepertinya kau yang sangat memalukan." ucap Afandi dingin.


"Hey, pria menyebalkan ini. Kau... " ucap Nesia terhenti saat banyak orang meneriaki nya.


"Mbak Nesia,


"Mbak Nesia,


Tunggu sebentar... "


"A-apa... " ucap Nesia terkejut melihat segerombolan wartawan menuju dirinya.


"Kakek, tolong... " ucap Nesia takut.


.


.


.


.


.


______Bersambung______


Next? ikutin terus ya....


jangan lupa like and vote, fav.... 😇


Love, love,


See you....