Takdir Setelah Perpisahan

Takdir Setelah Perpisahan
Ada adik lagi?


"Zel takut ini. Mana ini, Nty?" Ucap Zeline sedikit terisak.


Kening Queen mengkerut. Namun setelahnya ia pun paham kondisi Zeline saat ini. "Zel lupa kalau tadi Om Kevin membawa Zel bermain ke apartemennya?" Tutur Queen.


Zeline diam sambil memeluk erat lengan Queen. "Main sini tadi sama Om dan Nty?" Tanyanya sambil menatap wajah Queen.


Queen tersenyum lalu mengangguk membenarkan. "Apa Zel sudah ingat?" Tanya Queen kembali.


"Ingat. Lupa tadi Zel tuh." Balas Zeline.


Queen tersenyum gemas melihat wajah Zeline yang begitu lucu setelah menyadari apa yang terjadi. "Karena Zel sudah ingat, maka sekarang tidak boleh nangis lagi, oke?"


Zel mengangguk lalu mengusap kedua pipinya dengan tangan mungilnya. "Nty napa hilang? Zel kan jadi lupa ini." Ucap Zeline sedikit protes.


"Aunty tidak hilang. Nty Queen sedang memasak di dapur bersama Om Kevin." Balas Queen mengikuti nada suara Zeline.


"Om dah pulang itu?" Tanya Zeline.


Queen pun mengangguk membenarkan.


"Masak apa Nty? Zel mau makan ini." Ucap Zeline sambil mengelus perutnya.


"Nanti Zel lihat sendiri ya Aunty masak apa." Jawab Queen.


Bibir Zeline mengkerut. "Zel mau kelual, Nty." Pinta Zeline.


"Ya sudah. Ayo keluar." Queen pun turun dari ranjang.


"Ndong Nty?" Pinta Zeline dengan manja sambil merentangkan kedua tangannya.


Queen terdiam sesaat. Setelahnya ia pun kembali memilih duduk di tepi ranjang. "Zeline sayang... bukan Aunty tidak ingin menggendong Zel. Tapi saat ini Aunty sedang mengandung dan tidak boleh terlalu sering mengangkat yang berat-berat." Tutur Queen.


"Mengandung? Ada adik sini Nty?" Tanya Zeline sambil menunjuk perut Queen. Setidaknya Zeline sudah paham arti mengandung setelah mengetahui Naina hamil adiknya.


Queen mengangguk. "Benar.. di dalam perut Aunty ada adik bayi." Balas Queen.


"Ada adik?" Kedua mata Zeline berkedip lucu. "Banak adik ini?" Ucapnya lagi sambil menggelengkan kepalanya.


"Kenapa Zel seperti itu? Apa Zel tidak senang memiliki adik?" Tanya Queen.


"Suka Nty..." balas Zeline.


"Zel boleh menganggap anak Aunty sebagai adik Zel sama seperti anak dari Mama Naina." Ucap Queen.


Queen mengangguk. "Apa Zel senang?" Tanya Queen seraya tersenyum.


Zeline dengan cepat mengangguk. "Senang... banak adik banak boneka nanti." Balasnya riang.


"Banyak boneka?" Kening Queen mengkerut karena tidak paham maksud ucapan Zeline.


"Ayo kelual, Nty. Zel tapek sini." Ajak Zeline tanpa membalas ucapan Queen.


"Agh, ya." Queen pun kembali berdiri.


"Zel tulun sendili aja ini, Nty." Ucap Zeline lalu segera turun dari ranjang tanpa menunggu jawaban Queen. "Ayo jalan, Nty!" ajaknya sambil memegang jari telunjuk Queen.


"Baiklah. Ayo." Balas Queen lalu menuntun Zeline keluar dari dalam kamar.


"Om Tevin..." ucap Zeline lalu berlari ke arah Kevin yang baru kelur dari dapur. "Ayo tangkap Zel!" Pintanya sambil merentangkan kedua tangannya.


Kevin tersenyum lalu mengangkat tubuh Zeline. "Om Kevin, Zel." Koreksi Kevin kemudian.


"Salah dikit ja, Om." Balas Zeline sambil tertawa.


Kevin tersenyum lalu mengusap rambut Zeline dengan gemas.


"Om Kevin, Zel mau punya adik dua ini." Adu Zeline sambil menatap ke arah perut Queen.


Kevin pun turut menatap ke arah perut Queen.


"Kau memberitahunya?" Tanya Kevin pada Queen.


Queen pun mengangguk sebagai jawaban.


"Seneng Zel tuh banak adik gini. Papah janji itu banak adik banak beli boneka Zel nanti itu!" Adu Zeline yang membuat Queen mengerti maksud ucapan Queen di kamar tadi.


***


Lanjut? Berikan vote, komen, like dan hadiahnya dulu yuk.


Sambil menunggu TSP update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Bukan Sekedar Menikahiđź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.