Semesta Cinta

Semesta Cinta
bab 22


"kau itu sudah sangat keterlaluan Sasa." Anisa berjalan melewati Sasa menghalangi jalannya untuk masuk ke kamar Erick. dia tak mau lagi mengalah mulai sekarang dia akan tunjukan siapa nyonya di rumah ini.


"heuh.. asal kau tau, kak Erick akan menceraikan mu sebentar lagi. dia akan menikahi ku segera karena bayi yang ada di perutku." Sasa mengelus perut nya membuat Anisa muak.


"ya, aku menanti kan saat itu tiba." ujar anisa seraya merapikan kasur Erick yang berantakan. mengangkat seprei nya dengan susah.


pluk..


sebuah celana dalam penuh renda jatuh saat seprai itu berhasil di angkat. Anisa menahan gejolak di dadanya. Sasa tersenyum puas, dia sengaja menaruh barang itu untuk membuat anisa marah. dia ingin membuktikan pada Anisa jika Erick malam tadi kembali bercinta dengannya.


"aah.. celana ku disini rupanya. aku lupa mengambilkan tadi." Sasa melirik Anisa dengan ujung matanya saat mengambil celana dalamnya yang tergeletak di lantai.


Anisa diam saja. dia tak mau menunjukkan kemarahannya hanya karena sebuah benda tak penting itu.


"buatkan aku kopi." Erick keluar dari kamar mandi. Anisa terperanjat. dia tak tahu jika Erick ada di sana. dia pikir Erick sedang ada di ruangan kerjanya.


Anisa masih diam. dia pura-pura tak melihat Erick. tangannya sibuk merapikan kasur Erick. memasang seprainya yang baru.


"hei.. kau tuli. buatkan kopi segera." perintah Erick seraya berjalan menuju almarinya dan mengambil baju.


Anisa masih tak bicara. tanpa melihat Erick ia berjalan keluar kamar.


Erick hanya terdiam melihat Anisa yang seperti itu. sudah tiga hari ini Anisa tak bersuara jika didepan nya. seolah mulutnya terkunci rapat.


"kak, besok Paman dan bibi akan berkunjung kesini. kau harus menyembunyikan Elson dan wanita ****** itu." rengek Sasa dengan pandangan penuh kasihan. dia selalu memasang tampang seperti itu untuk memikat perhatian Erick.


"mm.. lakukan saja sesukamu."


Erick menurun kan wajahnya perlahan. menyatukan bibir mereka dengan intens. saling menyecap satu sama lain.


Anisa sekali lagi melihat adegan tak senonoh itu. suaminya berciuman dengan gadis itu lagi. anisa menyimpan kopi yang di pinta Erick di atas meja. dia mengambil seprai yang kotor tadi lalu merapikan barang-barang lainnya yang berantakan di kamar itu.


Anisa pura-pura tak melihat dan menutup telinga saat mendengar desahan Sasa. Anisa terlalu banyak merasakan sakit akhir-akhir ini, hatinya menjadi sangat tebal dan dingin.


Erick membuka matanya. melihat Anisa dengan seksama. gadis itu berwajah datar dan dingin. tak ada tanda kesal ataupun marah. hatinya merasa sakit melihat anisa yang seperti itu. rasanya sesak dan perih.


Sasa masih menikmati ciumannya di bibir Erick. gadis itu menggerakkan tangannya mengusap punggung Erick yang polos.


"sudah. aku mau pakai baju dulu." Erick melepaskan ciumannya. dia menyuruh Sasa keluar.


Anisa pun segera keluar tanpa disuruh. gadis itu membuat Erick semakin bingung dengan hatinya. kenapa menyakitinya seperti ini malah membuat dadanya sendiri ikut sakit.


"haaah... apa yang aku pikirkan." Erick segera memakai bajunya. dan bergegas turun. dia meninggal kan kopi yang belum di minum sedikit pun.


Anisa menggendong elson cepat saat mendengar tangisannya yang begitu kencang. bocah itu lapar rupanya. dengan cepat Anisa menyusui nya.


dia duduk di sofa dengan Elson di pangkuannya. Elson terlihat senang saat menemukan apa yang di butuhkan nya. rasa laparnya telah hilang. matanya kembali terpejam.


"aku juga lelah." bisik Anisa. tubuh nya terasa sakit. tulang-tulangnya remuk karena pekerjaan yang tak ada hentinya. Anisa ikut memejamkan matanya.


Erick mengurungkan niatnya untuk mengambil Elson saat di lihat bayi itu tertidur pulas di pangkuan anisa. mata Erick menelusuri wajah anisa yang mulai sedikit kurus. wajah itu begitu terlihat lelah terlihat dari dahinya yang mengerut meskipun sedang tidur.


Erick mendudukan tubuhnya di kursi. dia ikut menyandarkan kepalanya lalu memejamkan matanya. Sasa merenggut tak suka melihatnya. dia tak mau erick terpikat oleh anisa. dia harus mendapatkan Erick bagaimana pun caranya.