Semesta Cinta

Semesta Cinta
part 17


Erick mencengkram kemudi nya. dia mengingat dengan jelas cerita Reza. rasanya ingin sekali dia kembali ke masa itu, melihat semuanya secara langsung. pikiran Erick melayang semua cerita Reza begitu membuatnya bingung.


alisya dan Anisa adalah saudara kembar. memiliki wajah yang sama bahkan tak ada yang bisa membedakan mereka jika tak melihat nya secara jeli. untuk itu alisya menyuruh Anisa berpenampilan berbeda. rambutnya di kuncir dengan poni yang menutup. sementara alisya terlihat lebih modis dan cantik dengan rambut ikalnya.


alisya begitu populer karena cantik. memiliki teman dekat atau lebih tepatnya di sebut kacung yaitu Sasa. gadis yatim piatu. mereka berdua terus saja membuat onar dengan membully siswa lain.


Erick baru saja pindah waktu itu. karena penampilan nya yang terbilang culun membuatnya menjadi sasaran alisya dan Sasa. tapi saat Sasa merasa kalau dirinya menyukai Erick ia mulai menyusun rencana lain. ia tak ingin Erick mengetahui dirinya seorang pembuat onar. ia pura-pura melindungi Erick setiap alisya membully nya. padahal mereka berdua sudah menyusun rencana licik. mengambing hitamkan Anisa karena memiliki wajah yang sama.


Sasa terus saja berakting lemah di depan Erick dan akan bertingkah kasar jika bersama alisya. bahkan dia menyusun rencana lebih buruk lagi untuk membuat Anisa di permalukan tapi bukan dengan tangan mereka. saat Erick tiba Sasa pura-pura terjatuh dan mengatakan Anisa lah pelaku nya. membuat Erick dengan kejamnya menggunting semua baju dan rok Anisa. mengacak rambutnya.


setelah kejadian itu Alpin memukulinya hingga masuk rumah sakit. Sasa mengatakan kalau alpin seperti itu karena marah saat tahu anisa di permalukan oleh Erick.


sejak saat itu Alpin selalu mencari gara-gara dengannya. sampai akhirnya Sasa menampar wajah Alpin di depan umum.


kejadian demi kejadian berjalan dengan cepat. hingga tiba saat foto Erick yang bugil tanpa busana tersebar. membuat nya tak mau sekolah selama dua bulan. Sasa bilang itu semua Anisa yang melakukannya. dia menyuruh beberapa orang menyimpan cctv di kamar mandi karena tahu Erik suka mandi disekolah setelah usai olahraga.


tin..


sebuah klakson mobil membuyarkan lamunannya. Erick tersadar. apa yang di ceritakan Reza menjadi sangat berkaitan. Reza hanya menceritakan apa yang dia lihat dan dengar. sementara Erick merasakannya sendiri. dia menjadi tak mengerti kenapa Sasa mengatakan kalau Anisa yang membullynya.


dan kenapa Sasa tak pernah mengungkit masalah alisya di depannya. dia tak pernah menceritakan bahwa dirinya salah satu siswa pembuat onar.


Erick merasa tidak percaya lagi dengan Sasa. dia merasa kalau Sasa mungkin selama ini menutupi semuanya demi nama baiknya saja.


brak..


Erick membuka pintu dengan cepat. Sasa yang tengah menonton tv sampah terkejut.


"kak, kau sudah pulang."


"mm.." jawab Erick lalu berjalan melewati Sasa. dia menuju kamar Anisa. sasa segera mengikuti nya.


Anisa tengah menidurkan Elson. terkejut saat tiba-tiba ada tangan yang melingkar di pinggangnya, memeluknya erat.


"Erick.." dia terperangah saat melihat erick memeluknya.


"ayo kak, kau salah masuk kamar." Sasa menarik Erick keluar kamar Anisa. tapi dengan cepat Anisa menahannya.


"apa yang kau lakukan ?" bentak Sasa. Anisa melepaskan cengkraman tangan Sasa dari lengan Erick lalu mendorong tubuh sasa keluar kamar dengan keras.


bruk..


Anisa menutup pintunya menguncinya dari dalam.


"ya..hei..dasar jalang. buka pintunya.."


"siapa kau berani berbuat ini pada ku."


Sasa terus mengetuk pintu dengan brutal.


"aku istrinya.. dan dia suamiku." ucap anisa membuat Sasa bungkam.


Erick masih terdiam. dia tak peduli dengan pertengkaran sasa dan Anisa. pikirannya saat ini kacau. dia telah memperlakukan Anisa dengan buruk selama ini tapi dia masih saja menganggapnya sebagai suami.


"Erick.. kau baik-baik saja." Anisa menuntun Erick menuju tempat tidur. mendorong tubuh nya perlahan agar menyandar di kasur.


"Anisa.. apa aku salah?" gumamnya.


"mm.. tidak. aku yang salah." ujar anisa sambil menunduk. Erik menarik dagu Anisa untuk menatap wajahnya.


wajah ini begitu cantik, matanya yang bulat dan hidung nya mancung. pandangan Erick turun ke bibir Anisa, begitu tipis dan merah alami. Erick mendekatkan wajahnya.


"Erick.. " Anisa menahan dada Erick dengan kedua tangan nya. tingkah Erick tak seperti biasanya.


"maaf." Erick membuang menjauhkan tubuhnya lalu bangkit.


"mengenai perceraian kita.. aku akan mengundurkan sampai Elson berusia 4 tahun." ujarnya lalu pergi keluar kamar.


Anisa merasa sedikit lega. karena Erick menambah waktu untuknya lebih dekat lagi dengan Elson. tanpa dia tahu Erick melakukan itu karena keegoisan nya sebagai lelaki.