
Lisa kemudian berbalik dengan tertunduk berjalan menuju rumahnya dengan rasa sepi sunyi tanpa seorang teman yang selalu dekat dengannya, Lisa terus melangkah di atas kesedihannya itu.
Sementara Sania yang berada di dimensi lain menunggu berhari-hari seperti lama sekali disana, ia terus memperhatikan cuaca dan juga mengira-ngira sudah berapa lama ia disana. Sania juga menanyakan kepada teman barunya sudah berapa lama sejak ia datang kesana.
Dan ada yang menjawabnya ternyata Sania di sana baru saja tujuh jam lamanya ia tidak habis pikir mengapa di tempat seperti itu sangat lama sekali untuk di laluinya.
Sania juga memikirkan Hana yang entah berada dimana saat ini 'pasti kak Hana khawatir sekarang' pikir Sania, saat wajah Sania berpaling dan melihat ke arah depannya ia melihat ada segumpalan asap hitam.
Sania memandangnya secara serius dan mengira bahwa ada aura jahat yang sedang datang ke dimensi tempat dirinya berada, semakin lama asap hitam itu semakin besar dan kemudian berubah bentuk.
Aura itu berubah bentuknya menjadi seekor burung yang berwarna hitam, burung itu terbang ke arah dalam tempat Dewi Kelinci berada, "Apa itu? kenapa ada burung warna hitam disini? bukannya seharusnya warna putih?"
Lalu kemudian Sania baru ingat kalau burung berawarna hitam itu adalah Pria Hitam yang di katakan oleh Dewi Kelinci, "apa mungkin?" tersirat wajah Sania yang begitu senang dan bahagia saat mengingat perkataan Dewi Kelinci.
"Dia pasti mau jemput aku" ucap Sania dengan pedenya, setelah menunggu beberapa lama pria hitam itu keluar dari dalam dan ia menghampiri Sania, ia melangkah semakin dekat ke arah Sania.
Sania pun sudah menantikannya ia akan segera kembali ke bumi bersama dengan Adhiayasta, "Sania!" ia menyapa Sania dengan penuh hormat, "apa kabar Sania?" Sania pun tersipu saat menatap wajah asli dari Adhiyasta.
"Aku baik kok" Sania membalas senyumannya dengan sangat manis, "Oh iya baru kali ini kamu lihat wujudku yang sebenarnya disini, kalau di bumi kamu tidak bisa lihat yang sebenarnya karena aura yang selalu mengelilingiku, tapi kalau disini aura itu tidak ada" ucapnya.
Sania tidak berkata apapun ia hanya mendengarkan apa yang di katakan Adhiyasta dengan tersenyum ia juga terus menatap Adhiyasta, "Sania kita belum akan kembali kebumi" ucap Adhiyasta dan seketika tatapan manis Sania dan raut wajah Sania berubah.
"Ah masa sih kak! tapi kata Dewi Kelinci tadi dia bilang kalau kakak datang akan menjeputku!" ucap Sania sedikit kesal, "Aku mau pulang ke bumi kak, mau ketemu sama Kak Hana pasti dia khawatir" Sania terus mengomel.
"Sania maksud aku tadi kita tidak akan ke bumi itu bukan berarti kita tidak kembali" Adhiyasta mulai menjelaskannya kepada Sania agar Sania dapat mengerti dirinya, "Aku akan membawamu keliling selagi kamu masih sama sepertiku!" ucapnya.
Seketika raut wajah Sania berubah lagi, "maksudnya apa kak?" Sania bertanya ke Adhiyasta tentang kejelasan yang di katakan barusan, "kita akan menjadi Hantu!" ucapnya.
"Hantu!!!" Sania berseru ke Adhiyasta ia juga menggelengkan kepalanya, "apa kita sudah mati?" Sania kembali bertanya lagi "Tidak! kita belum mati, tapi situasi dirimu saat ini adalah menjelajah alam ini bersamaku" ucapnya.
"Nanti akan kujelaskan saat kita keluar dari sini, untuk sementara kamu harus disini terlebih dahulu selama satu hari, dan ingat satu hari disini itu 24 hari di bumi" imbuhnya dan Sania pun menggangguk memahami perkataan Adhiyasta barusan.
"Baiklah kak, sampai jumpa besok!" ucap Sania, Adhiyasta merubah wujudnya menjadi seekor burung gagak lagi, dan ia pergi meninggalkan Sania.
Sania kembali beraktivitas seperti biasa ia menunggu hari besok dan memikirkan Hana yang pasti sedang khawatir keadaan dirinya, "Aku harus menunggu berapa lama lagi? Apa kak Hana baik-baik saja disana?"
Ke khawatiran Sania membuatnya semakin ingin kembali ke bumi dan bertemu Hana tetapi ia harus menunggu beberapa jam lagi untuk di jemput Adhiyasta.
Saat itu juga ada dua ekor burung merpati menghampiri Sania lagi dan dua ekor itu merubah wujudnya seperti biasa, burung tersebut mengajak Sania untuk bertemu lagi dengan Dewi kelinci di dalam.
Sania menurut, ia langsung masuk menemui Dewi Kelinci sampai di dalam Dewi Kelinci langsung mengatakan kepada Sania bahwa kalau dirinya akan mengikuti Adhiyasta untuk berkeliling di bumi namun tidak untuk kembali sementara waktu.
Sania akan menjelajahi alam lain di bumi bertemu dengan makhluk lainnya dan membantu mereka jika Sania mau, ia juga akan bertemu dengan orang-orang yang sedang mengalami koma untuk terus berusaha menunggu waktunya kembali ke tubuhnya.
"Apa aku harus menunggu Burung Gagak milikmu lagi?" Sania semakin tidak sabar untuk kembali ke bumi ia mempertanyakan kapan ia akan kembali ke bumi. Dewi Kelinci menjawabnya besok hari ia akan di hampiri Adhiyasta.
Sania pun hanya bisa menunggu kedatangan Adhiyasta lagi ia pun akhirnya keluar dari dalam dan berjalan menuju tempat ia sebelumnya sambil menunggu hari esok.
***********
Akhirnya hari yang di tunggu-tunggu Sania pun datang juga Adhiyasta pun datang menghampiri dirinya dan ia sudah menantikan kehadiran Adhiyasta saat itu "Halo Sania! sudah lama sekali aku tidak bertemu denganmu" ucap sapaan dari Adhiyasta.
Sania hanya tersenyum membalas sapaan Adhiyasta, "kapan kita akan kembali?" Sania langsung mempertanyakan hal tersebut karena ia sangat rindu dengan Hana, ia ingin sekali melihat Hana dari dekat dan juga keadaan sekitarnya.
Adhiyasta kemudian langsung mengajak Sania ke dalam bertemu dengan Dewi Kelinci untuk perpamitan dan menjalankan perintah yang sebelumnya Dewi Kelinci berikan kepada Adhiyasta, setelah beberapa lama di dalam mereka langsung turun kebumi Sania sangat bersemangat sekali saat itu.
Ia terus tersenyum bahagia hari yang sangat ia nanti-nantikan pun tiba ia akan bertemu Hana walau Hana tidak melihatnya, sementara saat mereka melakukan perjalanan kembali Adhiyasta menjelaskan bahwa Sania akan mengikuti jejaknya untuk menolong orang dan juga makhluk lainnya.
Sementara waktu Sania tidak dapat kembali ke dalam tubuhnya ia bersama Adhiyasta akan di alam tersebut dalam kurun waktu yang lumayan cukup lama disana, Adhiyasta mencoba mengingatkan kembali kepada Sania bahwa ia sebelumnya sudah mengenal dirinya sejak masih kecil.
Di dalam perjalanan itu Sania melihat semua kejadian yang ia lalui semasa dari kecil hingga saat terakhir ia terjatuh, layaknya melintasi ingatan dirinya sendiri Sania merasa terkenang kembali dalam ingatannya entah itu kebahagiaan miliknya atau milik seseorang yang selama ini ia bantu.
Hingga pada akhirnya Sania sampai di bumi ia langsung berhadapan dengan Hana di rumah sakit, Sania sangat senang sekali bisa melihat Hana lagi, ia ingin sekali memeluk Hana tetapi ia tidak bisa memeluknya karena perbedaan alam saat ini.
Sania tidak bisa membendung air matanya kala itu ia terus memandangi Hana dengan senyuman manis di wajahnya, "Baiklah Sania! sekarang kita akan menjalankan perintah yang telah ku jelaskan saat kita akan datang kesini" ucap Adhiyasta.
Sania langsung mengelap air mata yang ada di pipinya, ia merasa sudah sangat senang bisa melihat Hana kembali dan setelah itu Sania langsung pergi mengikuti Adhiyasta pergi, menjalankan sebuah perintah seperti Sania sebelumnya menolong seseorang di alam tersebut.
************
Berhari-hari Sania membantu orang-orang dan terus melakukan hal kebaikan bahkan ia juga bertemu dengan hantu yang sering menakuti orang-orang yang bisa melihat dirinya, Sania juga membantu orang yang sedang koma memberi semangat dan mengajaknya pergi keliling dunia bersamanya.
Berhari-hari Sania menunggu dirinya kapan akan masuk ke dalam tubuhnya ia selalu melihat orang-orang masuk ke dalam tubuhnya saat ia bantu dan selalu tersenyum melihat orang-orang kembali bersama orang tersayangnya.
Sania melakukan pekerjaan ini dengan senang ia hanya tidak sabar kembali bersama Hana seperti dulu lagi ia terus menjaga Hana dari dekat walaupun Hana tidak bisa melihatnya, Sania masih menunggu untuk kembali.
Sebulan setelah kejadian saat Sania terjatuh Hana masih terus memberikan dukungan kepada adiknya yang sedang berjuang mengalami koma itu, Hana hanya bisa berdoa untuk keselamatan Sania agar bisa kembali kepelukannya, Sania selalu tersenyum ke Hana yang selalu ada untuknya ia sangat bahagia memiliki kakak seperti dirinya.
Mereka berdua sama-sama berjuang mempertahankan sesuatu yang masih bisa mereka pertahankan, mengorbankan waktu untuk terus berada disisinya dan hanya waktu yang bisa menjawab kapan Sania akan kembali lagi Hana juga masih setia menunggu adiknya yang sedang berjuang kembali.
Kebahagiaan yang sangat sederhana adalah mereka yang selalu berjuang untuk orang yang mereka sayangin dan selalu bahagia saat bersama dengannya, bukan hal besar atau hal jauh yang ada di bayangannya mereka, tetapi merekalah yang harus menghargai kebahagiaan yang saat ini mereka rasakan...........
END...