
Karena sama-sama penasaran akhirnya mereka mencoba membuka kotak itu, saat ingin melihat isi dari kotak itu, sang pemilik kotak itu tiba-tiba muncul di depan Sania.
Sania kaget dan menjatuhkan kotak itu, teman-teman Sania juga ikut kaget dan langsung mengambil kotak yang di jatuhkan oleh Sania.
*********
Saat Rina tiba-tiba muncul di depan Sania, dia pun langsung memberi tahunya kalau kotak itu tidak bisa di buka.
Sania mendengarkan apa yang Rina katakan akhirnya memberitahu teman-temannya kalau kotak itu tidak bisa di buka.
Mereka yang tengah penasaran tentang isi kotak itu akhirnya tidak jadi melihatnya dan mengembalikannya ke Sania.
***********
Lalu Rina memberitahu tentang sesuatu hal kalau ingin membuka kotak itu, pertama kuncinya ada di dalam rumah Bima di dalam kamarnya.
Rina ingin Sania mengambil kunci itu untuknya agar bisa membuka kotak itu.
"Bagaimana caranya?" tanya Sania melihat ke arah Rina yang berada di depannya.
"Kamu minta izin aja sama ibunya" ucap Rina.
"Abis itu kamu mau ngambil kotak warna merah di dalam laci mejanya Bima" imbuh Rina
"Iya, tapi nanti kalau nggak di izinin bagaimana?" kata Sania sedikit ragu-ragu dengan perkataan Rina.
"Pasti di izinin nanti aku yang pengaruhin mamanya Bima" kata Rina mencoba memberi kepercayaan ke Sania.
"Oke baiklah kalau begitu" jawab Sania dan setuju dengan rencana Rina.
Setelah memberitahu ke Sania yang bingung akhirnya Sania kembali lagi ke rumah Bima dan mengetuk-ngetuk gerbangnya lagi.
"Eh adek ini lagi, ada apa ya dek?" kata ibu Bima yang membukakan gerbang.
"Iya Bu, ngomong-ngomong saya boleh masuk nggak?" jawab Sania yang sedikit takut dan ragu kepalanya juga agak tertunduk.
"Boleh, silahkan masuk" jawab ibu Bima tersenyum ke arah Sania.
Mereka pun masuk ke rumah Bima, bersama Widia, Febby dan Lisa saat di dalam rumah, Sania ingin mengajak ngobrol ibunya Bima, dan ingin tahu yang mana kamar Bima.
Setelah menanyakan hal itu ke pada ibu Bima akhirnya Sania tahu dimana kamarnya, saat mereka di dalam dan mengobrol dengan ibunya Bima, Sania beralasan ingin pergi kekamar mandi.
Kemudian mereka mengobrol-ngobrol lagi dengan ibu Bima namun di saat itu Rina masuk ke dalam tubuh ibu Bima, dan langsung memberi tahu kuncinya.
Dia mengambilkan kunci kamar Bima dan memberikannya ke Sania, kemudian tidak lama Sania langsung mencari kotak berwarna merah yang di katakan oleh Rina tadi.
********
Di sisi lain ibunya Bima yang tengah terpengaruh oleh Rina di ruang depan bersama Widia, Febby, dan Lisa.
Mereka merasa ketakutan dan Rina menyuruh untuk tetap tenang dan duduk di depan saja, agar Sania bisa menemukan kotak merah itu dengan cepat.
"Kalian disini saja" kata ibu Bima perintah Rina.
"Biarkan Sania yang ada disana sendirian, agar kotak merah itu bisa cepat di temukan" tambah Rina.
Mereka ketakutan atas apa yang ada di depan mereka terutama ibunya Bima, dia mengaku bahwa dia itu Rina yang selama ini dengan Sania.
"Aku Rina, sekarang bukan Ibunya Bima" kata Rina menatap ke arah teman-teman Sania.
"Aku mengambil alih tubuhnya" tambahnya.
"Untuk apa? Lalu apa yang kamu suruh ke Sania?" tanya Widia yang tidak merasa takut seperti Febby dan Lisa.
"Aku menyuruhnya untuk mengambil kunci kotak itu" kata Rina menjawab pertanyaan Widia.
Sambil menunjuk ke kotak yang di pegang Lisa, saat mereka mengobrol dengan Rina, Sania kembali lagi dari kamarnya Bima.
Dia mendapatkan kunci kotak itu dari kamarnya Bima, setelah itu Rina yang ketika itu di dalam tubuh ibunya Bima langsung keluar seketika.
Ibunya bima merasa pusing setelah Rina keluar dan menanyakan sesuatu hal ke Sania tentang apa yang barusan terjadi dengan dirinya.
Sania hanya memberi tahu kalau dirinya tadi sempat tertidur sebentar, setelah memberitahu Sania dan teman-temannya meminta izin untuk pulang.
********
Setelah Sania mendapatkan kuncinya akhirnya mereka membuka kotak itu, dan ternyata isinya hanya sebuah foto dan Surat dari Rina untuk Bima.
Saat mengetahui isinya mereka mencoba menanyakan ke Sania untuk apa isi dari kotak ini. Sania pun menanyakan ke Rina tentang isi kotak itu.