Sania Anak Indigo

Sania Anak Indigo
44. Bola Cahaya Kuning


"Aku lagi ngeliat ke mereka siapa tau ada ayahku disana" kata Cheryl, ia mengintip ke belakang lalu setelah itu dia menghadap ke arah Sania. "Oo, eh ayo kita pulang udah sore" ucap Sania. "Nanti kak aku masih mau disini!" Kata Cheryl ia menegaskan untuk tetap di situ sampai bertemu ayahnya.


"Ya udah kalo gitu kakak boleh minta tolong enggak?" kemudian Sania bertanya untuk menolong dirinya. "Apa itu kak?" Cheryl merespon dengan baik sepertinya dia akan menolong Sania. "Coba kamu cek di luar, kakak sama kak Lisa mau pulang takut ada orang di dalam" ucap Sania.


Kemudian Cheryl tidak butuh waktu lama ia pun keluar menuju pintu belakang. "Ya udah kak, aku keluar sebentar sekalian mau ngecek ayahku" Ia pun keluar, di area belakang ia tidak menemukan ayahnya disana padahal kemarin dia melihatnya dekat mobil. Tetapi mobilnya juga tidak ada disana.


Dia keluar dan keliling rumah tua itu, yang dia lihat hanya ada dua orang di samping kiri rumah itu, yang satunya orangnya tengah pingsan dan yang satunya tengah menolong temannya itu. Setelah itu Cheryl masuk dari arah pintu depan dan memberitahu Sania.


Sania yang sudah ada di depan bersama Lisa menunggu kabar dari Cheryl, setelah beberapa lama Cheryl menghampiri Sania. "Kak!!" seru Cheryl dari depan pintu. Sania langsung menghadap ke arahnya. "Gimana? ada orang di depan?" Sania langsung bertanya ke Cheryl.


"Cuma ada orang di samping kak, mereka berdua" Jawab Cheryl, kemudian Sania langsung memberitahu Lisa. Setelah itu mereka berdua berjalan ke pintu dan membuka secara pelan, Sania dan Lisa mengintip ke arah keluar berharap tidak ada seorang pun di luar.


Setelah memperhatikan situasi mereka segera keluar dari rumah dan langsung bergegas berlari ke arah gang yang mereka lalui sebelumnya. "Ayo cepetan Sania!!" seru Lisa sambil berlari. Mereka berlari secara cepat, tetapi tiba-tiba seorang pria yang di samping rumah itu mendengar suara langkah mereka.


Dia memiringkan kepalanya dari samping rumah dan melihat Sania dan Lisa sedang berlari "HEI!!" seru Pria itu yang melihat mereka. Sania dan Lisa menengok ke arah belakang, mereka berdua terkejut dengan pria itu. Pria itu pun segera beranjak dan berlari meninggalkan temannya itu.


"HEI! TUNGGU!" seru Pria itu lagi. Dia pun mengejar Sania dan Lisa yang justru membuat mereka berdua ketakutan, "Sania gawat!!" seru Lisa yang gemetaran di kejar oleh pria itu. Mereka berlari seperti tidak ada rem dan sekencang-kencangnya. "Sania!! Aku takut!!" ucap Lisa sekali lagi.


Semakin lama Pria itu semakin dekat dengan mereka berdua. "Heii tunggu kalian mau kemana!!" ucap Pria itu dari belakang Sania dan Lisa "Aduuhh Sania dia makin dekat!!" Ucap Lisa. Sania juga terlihat sangat ketakutan dan juga gugup. "Kalo kita ke tangkap mau di apain ya Lis!" Ucap Sania.


Saat mereka berdua sedang berlari dan jarak si Pria itu semakin dekat dengan mereka, tiba-tiba Sania terjatuh tersungkur kakinya tersangkut batang yang ada di depannya. Buufff... "Aduuhh!!" Ucap Sania langsung. Lisa langsung menengok ke arah Sania yang terjatuh itu ia melotot ke arah belakangnya dan juga ke arah Sania.


"SANIA!! AYO!!" ucap Lisa yang begitu panik, dia pun langsung bergegas menarik Sania untuk berdiri "Hei!!" Pria itu menghampiri mereka berdua pada saat bersamaan mereka pun lolos dari pria itu dan berlari ke arah gang.


"Hei nak!!" pria itu berteriak-teriak, Mereka sampai di ujung gang yang akan masuk ke dalam gang tiba-tiba Sania terhenti dan terjatuh memegangi kepalanya. "Sania!! KAMU KENAPA!!" seru Lisa yang sangat amat panik.


"AAAAA!!!!!" Sania berteriak dan munculan 1 Cahaya berwarna Kuning dari punggungnya. Lisa melihat Sania yang begitu aneh menjadi terkejut dengan munculnya cahaya di belakang Sania. 'cahaya apa itu!!" dalam pikiran Lisa sambil melotot melihatnya.


Seketika Cahaya itu melebar dan merubah lokasi mereka ke halaman rumah Sania. Mereka di selimuti cahaya kuning yang membulat menutupi mereka. Cahaya kuning itu hilang dan langsung berada di area rumah Sania.


"Lho kok bisa!!" Lisa di buat bingung sekaligus takjub dengan yang terjadi pada dirinya. "Ini nggak ngimpi kan Nia?" Lisa bertanya ke pada Sania tetapi Sania tengah terduduk lemas di depannya. "Eh Sania!" ucap Lisa kemudian dia membantu Sania untuk berdiri.


"Kamu nggak apa-apa?" Tanya Lisa serius. Sania hanya mengangguk tetapi badan ia sangat lemas seperti tak memiliki energi lagi. "Ayo aku bantu masuk!" Kemudian Lisa membantu dan mengangkat Sania untuk masuk ke rumahnya.


"Kak Hana!!" Seru Lisa dari depan pintu. "Kak!",, kemudian Hana pun keluar dan membuka pintu depan. "Lho eh, eh kenapa Sania?" Hana melihat mereka berdua langsung panik seketika melihar adiknya yang begitu tidak berdaya.


"Aku enggak tau kak dia tiba-tiba pingsan gitu" Jawab Lisa dia menutupi kejadian yang mereka alami sebelumnya. "Ya udah bawa masuk aja Lis" Mereka pun masuk dan mengantarkannya ke kamar milik Sania.


"Kalian kok keliatan kotor gitu sih?" Hana mulai curiga dengan mereka berdua yang begitu kotor dan basah keringat. "Kita enggak dari mana-mana kok kak" Jawab Lisa dia mengeles. "Bener!!" Hana semakin memojokkan Lisa.


"Ii.. iiya kak beneran" jawab Lisa. "Ya udah kalo gitu" setelah itu Sania pun mulai sadar perlahan-lahan. Dia melihat Lisa dan Hana yang ada di sampingnya. "Kak!" Sania memanggil Hana dengan nada yang sangat pelan. Seketika itu Hana langsung menoleh ke arahnya.


"Egh" Hana menoleh ke arah Sania dan langsung mendekat. "Eh kamu udah bangun?" Hana langsung duduk di dekat Sania berbaring. Cahaya kuning itu perlahan-lahan kembali ke tubuh Sania. Hana juga melihat cahay itu yang masuk ke dalam tubuh Sania.


'cahaya apa ini!!" Hana sangat terkejut melihat Cahaya kuning seperti asap mengalir masuk ke dalam tubuh milik Sania. 'kok bisa ada cahaya kuning?' Namun Hana menganggapnya hal yang mungkin biasa.


Namun Lisa yang melihat cahaya itu mengalir ke tubuh Sania pun merasa sangat aneh dan takjub, mengapa bisa ada cahaya di dalam tubuh milik Sania? mengapa bisa berpindah lokasi sangat cepat? itulah yang ada di dalam benak Lisa saat melihat cahaya kuning itu.


Kemudian Hana langsung menghadapkan mukanya ke arah Lisa dan menanyai kejadian apa yang sebelumnya mereka alami hingga ada sebuah cahaya kuning itu.