
Saat mereka sedang duduk dan Cheryl sedang menceritakan tentang dirinya yang mengambil alih tubuh milik Sania, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki seseorang sedang berjalan di area samping rumah itu.
Sontak saja Lisa dan juga Cheryl terdiam tegang mendengar suara langkah itu. Mata mereka menjelit dan melirik ke arah kanan Lisa, tepat di sebelahnya ia berjalan hanya dinding rumah tua itu yang memisahkan.
Suasana pun berubah menjadi tegang seketika namun suara langkah itu mulai menjauh dari tempat ia bersembunyi di balik dinding rumah tua itu. Dan tidak terdengar suara langkah lagi tetapi kini berubah menjadi suara seseorang berada di dalam.
"Sania, eh Cheryl ada orang lagi ngobrol di belakang" kata Lisa ia berbisik. "Iya kak" kata Cheryl ia mengangguk setelah itu mereka berdua pun langsung berdiri dan berjalan ke arah belakang dengan sangat berhati-hati.
Mereka pun mencoba mengintip ke pintu belakang saat sedang mengintip Cheryl pun merasa sangat terkejut, ia melotot ke seseorang pria yang tengah berdiri di sana. Ia merasa senang sekaligus takut karena yang ia lihat adalah seseorang yang sangat berharga baginya yaitu ayahnya sendiri.
Ia tidak bisa berkata-kata lagi ia ingin sekali mendekat ke arahnya dan mengobrol berdua dengannya. "Kak!!" kata Cheryl menyentuh pundak Lisa dan berbisik ke telinga kirinya. "Iya kenapa?" jawab Lisa sambil memiringkan kepalanya.
"Itu pria yang di sebelah sana deket pintu itu ayahku!!" Ucapnya. "Eh kamu beneran?" kata Lisa iya begitu tidak percaya akan perkataan Cheryl namun sepertinya tatapan dan raut wajahnya begitu meyakinkan.
"Tapi kita mau kesana gimana Ril?" Lisa menanyainya. "Aku juga enggak tau kak, kemaren aja aku kesana tanpa fisik kayak gini, aku bisa liat jelas ayahku dari dekat" katanya.
Sementara saat mereka sedang memikirkan cara untuk menemui ayah Cheryl ada seseorang lagi yang sedang berjalan di area rumah itu ia tidak sengaja mencium parfum milik Lisa dari pintu depan. "Eh ada bau wangi?" kata Pria itu ia menengok ke kanan dan kirinya mencari tau dari mana asal bau wangi itu.
"Ada baunya tapi enggak ada wujudnya!" katanya ia masih menengok-nengok. "dari arah mana wangi parfum ini berasal?" pria itu semakin penasaran ia mencoba mencari tau di halaman tetapi ia malah kehilangan wangi tersebut. Wangi itu samar-samar sedikit hilang.
Ia kembali lagi ke pintu depan rumah tua itu dan mencium bau parfum sedikit milik Lisa. "Apa ada orang di dalam?" kata pria itu ia mencoba mencari ke dalam lewat pintu depan. Krekrekk!! Terdengar suara pintu dari depan.
Lisa dan Cheryl langsung menengok ke arah suara itu dan merasa panik di tempat. "Ehh siapa itu!!!" kata Lisa menatap ke arah pintu sambil ketakutan. "kak!!!" seru Cheryl ia begitu gemetaran. "Gimana ini!!" kata Lisa ia juga ikutan panik dan ketakutan.
Krreekkkk..... Pintu terbuka dan pria itu pun segera masuk ke dalam mencari tau tentang rasa penasarannya itu. "Dimana ya??"ucap pria itu di ruangan depan. Lisa dan Cheryl begitu gugup ketika mendengar suara pria itu. Mereka pun bergerak ke arah kamar yang berada dekat dengan mereka.
"Kesana!!" kata Lisa menunjuk kamar yang ada di depannya. Ia segera berlari dan menarik Cheryl untuk masuk ke dalam kamar. Lisa langsung menutup pintu kamarnya dan mencari tempat persembunyan yang aman.
Ia melingik ke kamar itu dan memandangi sekeliling kamar itu, ia tidak menemukan apa pun di dalam kamar depan. Lalu ia berjalan ke arah ruangan tengah yang terhubung ke arah dapur. Di ruangan ini ia mencium bau parfum yang samar-samar perlahan-lahan menghilang.
Sementara Lisa yang berada di dalam itu masih terlihat panik ia mencoba membuka pintu lemari tua itu dan terlihat masih banyak pakaian yang tergantung disana. Ia tak ambil pusing seketika ia menarik baju temannya itu dan langsung masuk ke dalam lemari tua itu bersama-sama.
Napas yang terengah-engah dengan rasa panik dan takut yang mereka rasakan di dalam sana. Terdengae suara langkah kaki di samping dinding kamar itu. Dan terdengar suara Pria itu yang sedang berbicara di sana. Perlahan-lahan suara makin jelas dari dalam kamar.
Kreeekkkk.... Pria itu membuka pintu kamar tempat persembunyian Lisa dan Cheryl di sana namun Pria itu hanya melihat seliling kamar hanya dari pintu saja sama halnya yang ia lakukan di kamar depan tadi. "Disini enggak ada juga!" ucapnya dari depan pintu.
Ia memandangi lemari yang ada di balik pintu kamar itu, ia merasa penasaran tentang apa yang ada di dalam sana. Namun ada hal yang mengalihkan perhatiannya itu. Ia pun segera menutup pintu itu dan meninggalkan kamar itu.
Sesuatu hal yang menarik perhatiannya itu adalah Pria hitam yang sering muncul di hadapan Sania, Pria hitam itu mencoba membantu mereka dari si Pria yang begitu penasaran dengan kamar dan lemari di kamar tempat Lisa bersembunyi.
Lisa mengintip dari sela-sela lemari dan berharap seseorang tidak menemukan dirinya di dalam. Tetapi pria itu tidak sempat ke dalam ia di kejutkan dengan sesuatu di belakangnya yaitu pria hitam yang mengawasi Sania. Ia di kejutkan dengan seekor ular.
Ular itu sangatlah besar tetapi itu tidak nyata itu hanya sebuah ilusi mata yang membuat korbannya menjadi takut selama 1 jam lamanya. Pria itu melihat ular yang tampak nyata tetapi ia tidak bisa memukul ular tersebut hingga membuatnya bingung.
Perlahan-lahan ular itu maju ke arahnya dan Pria itu pun berkali-kali memukulinya tetapi tetap saja tidak ada perubahan sama sekali, dan akhirnya dia pun terjatuh dan mundur dengan gerakan tangannya berjalan mundur.
Lisa dan Cheryl mendengar suara pria itu dan suara balok yang mengayun ke lantai, mereka begitu penasaran tentang apa yang terjadi di luar kamar itu tetapi mereka harus bersembunyi agar tidak ketahuan.
Setelah Pria itu keluar dengan begitu ketakutan hinggal sampai tengah halaman rumah itu seketika ular yang mengejarnya berubah wujud menjadi manusia dan berkata ke pria yang tengah terduduk di halaman. "jangan mengganggu!!" serunya dan menunjuk pria itu.
"Hah!!".. "Kamu siapa!!" seru pria itu tetapi tidak di tanggapinya. Pria hitam itu mencoba menyentuh kening si Pria itu dan menghilangkan semua ingatannya tentang di dalam rumah itu. Seketika dia berteriak "Wwhaaaa!!!!!" dan tak sadarkan diri di sana.