
Mereka semua langsung pergi meninggalkan tempat itu dan langsung pulang ke rumah. Sania masih saja memandang ke arah tempat kecelakaan itu. Dia juga ada keinginan untuk pergi ke rumah sakit.
Saat tiba di rumah Sania segera masuk ia terus berpikir untuk pergi menemui Utari di rumah sakit. "Aku pulang kak!" Sania mengetuk pintu dan langsung masuk ke dalam rumahnya.
'kayaknya aku harus kesana deh mau nemuin kak Utari' Pikirnya saat berjalan menuju kamarnya. 'tapi aku mau bilang apa sama kak Hana dia pasti penasaran kalo aku pergi' Ia pun masuk ke kamarnya.
Setelah beberapa lama di dalam kamar ia segera bersiap-siap untuk pergi, Ia mulai memikirkan cara agar Hana tidak ikut pergi dengannya. 'apa aku ajakin Lisa aja kali' ia pun keluar kamarnya.
"Sania! tumben rapi bener mau kemana dek!" Hana melihat Sania saat sedang menutup pintu kamarnya. 'aduh tuh kan padahal kan aku mau nemuin dia tadi kenapa dia malah lihat aku' Sania berbalik badan ke arah Hana.
"Anu kak, aku mau ke tempat Lisa!" ucapnya sedikit gugup. "Oo, ya udah sana hati-hati ya, jangan pulang kelamaan!" Spontan jawaban Hana seperti itu tanpa ada rasa penasaran dari adiknya.
Sania merasa senang tanggapan Hana seperti itu, "Iya kak, aku nggak lama kok cuma sebentar" ucapnya, tidak lama ia pun langsung keluar dari rumahnya dan menuju ke rumah Lisa.
'aku yakin Lisa pasti mau' Ia berjalan pergi meninggalkan rumahnya menuju rumah Lisa, Hana di dalam sebenarnya ia merasa penasaran dengan adiknya yang akan pergi.
"Kemana kamu mau pergi Sania!" katanya saat melihat Sania keluar dari rumah, "Jadi buat kakak penasaran kalo kamu pergi gitu aja, bisa bahaya!" kata Hana lagi.
Sania mengetuk rumah Lisa, "Lisa!!" seru Sania memanggil Lisa, setelah beberapa kali Sania memanggil namanya, Lisa pun membukakan pintu rumahnya, "Lho Sania, tumben amat kamu kesini, ada apa?" tanya Lisa secara tiba-tiba.
"Begini Lis, kamu mau nggak ke rumah sakit nemuin Kak Utari!" ucapnya. "Oo mau kesana sekarang nih? aku juga waktu pulang tadi udah ada pikiran mau kesana!" kata Lisa.
"Kalo gitu kita kesana aja yuk!" kata Sania dengan semangat mendengar ucapan Lisa, "Ya udah yuk! masuk aja dulu Nia aku mau siap-siap" kata Lisa, ia juga mengajak Sania untuk masuk.
*************
Setelah beberapa lama di dalam mereka berdua keluar dan segera mencari kendaraan untuk di tumpangi ke rumah sakit. "Hari ini kamu nggak ada yang ganggu pandanganmu kan Sania?" Lisa bertanya ke Sania tentang hal itu yang biasanya sering sekali Sania melihat hal anrh milik orang-orang sekitar.
Sania pun menggeleng "Nggak ada hari ini bener-bener aneh, cuma waktu pagi doang aku lihat punya kak Utari" jawabnya, seketika ada sebuah angkutan menghampiri mereka, dan mereka berdua pun menaikinya.
'Oo iya aku baru inget kalo semalam ada perempuan di deket jendela kamarku, siapa dia? kenapa ada di dekat rumah?' Sania dia dan mulai berpikir demikian.
"Sania!" Lisa mencolek Sania saat sedang melamun. "Iya Lis? kenapa?" .. "Kamu kenapa? kok malah ngelamun?" tanya Lisa. "Ehh, anu aku cuma mikirin kak Utari kok semoga dia baik-baik aja!" ucapnya, ia belum mau menceritakan ke Lisa tentang hal itu karena ia juga belum tau akan wanita tersebut.
"Kiri pak!" seru Lisa saat sudah dekat dengan area rumah sakit. Mereka berdua pun segera turun dari mobil, "Kira-kira kita harus cari kamar dia di mana ya?" kata Lisa saat turun. "Kita coba tanya aja!" kata Sania.
"Iya sih tapi kita harus tau kamarnya biar nggak bikin bingung!" kata Lisa, lalu mereka berdua pun masuk ke area halaman rumah sakit sampai sana mereke berdua duduk di kursi halaman rumah sakit. "Kita mikirin cara buat nemuin kak Utari, kalo kita tanya langsung ke suster dia juga kan belum tau kamarnya di sebelah mana" kata Lisa.
"Hm, gimana ya! kalau gitu kita nggak bisa nemuin dia kalo belum tau kamarnya dia!" kata Sania, mereka berdua pun mulai berpikir untuk mencari cara, namun seketika terlintas di pikiran Sania kalau di rumah sakit ini ada Cheryl yang sedang di rawat.
"Ehh Lis! kita jengguk Cheryl aja kalo gitu!" ucap Sania, "Ehh boleh juga tuh! sekalian kita bisa masuk sama lihat-lihat kamar yang kebuka!" mereka berdua pun beranjak dari kursi dan segera pergi ke kamar Cheryl.
Seperti biasa kalau sampai di dalam area rumah sakit mata Sania mulai sensitif terhadap yang ia lihat yaitu hantu dan ruh dari pada pasien yang sedang berada dalam perawatan atau pun dari kamar mayat. Sania mulai merasa takut saat melihat hal itu, ia seketika menggenggam erat lengan Lisa.
"Sania kenapa?" Lisa menoleh ke Sania saat Sania memegang erat lengannya. "Jalan aja terus Lis, disini banyak hantu!" ucapnya. "Oo oke kamu pegangan aja tangan aku" Lisa pun menyuruh Sania untuk tetap seperti itu.
Banyak sekali mereka menatap Sania hingga Sania menunduk seperti itu karena tatapan itu yang membuatnya takut. Akhirnya mereka berdua sampai di kamar milik Cheryl, Lisa segera mengetuk pintu kamar miliknya.
Ibunya Cheryl pun membukakan pintu kamarnya, "Eh kalian" sapaan dari ibu Cheryl ke mereka berdua, terlihat juga wajahnya yang terlihat senang karena Cheryl sudah sadar dari komanya. "Cheryl udah baikan bu!" kata Sania melihat Cheryl dari pintu.
Mereka berdua pun masuk ke dalam, Cheryl melihat ke arah Sania dan Lisa, dengan tatapan seperti seseorang yang tidak kenal ia menatap mereka berdua, Sania pun memahami akan hal itu karena sebelumnya Cheryl juga bercerita ke dirinya kalau dirinya sadar pasti kemungkinan untuk mengingat orang-orang yang ia temuinya akan lupa.
Dan kemungkinan kecil juga ia akan mengingat orang tersebut. "Syukur deh kalo Cheryl udah baikan bu! jadi kapan Cheryl di izinkan untuk pulang bu?" tanya Sania.
"Ibu juga belum tau kapan dia harus pulang, kata dokter dia harus di rawat sekitar seminggu lagi" jawabnya. "Ngomong-ngomong kalian kesini ada perlu apa?" ibu Cheryl bertanya kepada mereka berdua tentang tujuan mereka ke rumah sakit.
"Sebenernya gini bu, kita mau jenguk teman kami, tapi kita belum tau kamarnya dimana!" kata Sania. "Tadi dia kecelakaan waktu kami pulang sekolah tapi kita nggak ikut mobil ambulannya jadi sekarang nggak tau harus ke kamar sebelah mana!" imbuhnya.