
'Ah mungkin perasaan aku aja kali' Dalam hati Sania. "Nia!!" Seru Lisa di dalam kelas. "Egh!" Sania menengok ke arahnya. "Kamu ngapain disitu?" tanya Lisa melihat Sania yang berdiri di depan pintu kelasnya.
"Aku enggak ngapa-ngapain kok" jawabnya kemudian Sania menengok lagi ke arah lorong tempat ia berjalan bersama Lisa, untuk memastikan bahwa yang ia rasakan tadi itu hanya dalam pikirannya saja.
Setelah itu Sania masuk dan menyusul Lisa yang ada di dalam kelas dan duduk bersebelahan dengannya.
Bunyi bell sekolah menandakan pelajaran akan segera di mulai semua siswa bersiap-siap untuk belajar seperti biasanya. Sama halnya dengan Sania dia juga bersiap untuk belajar.
Tetapi ada sesuatu yang masih saja mengganggu pikirannya itu, dia masih memikirkan Cheryl yang akan mengajaknya nanti sepulang sekolah. 'Nanti dia datang ngajak aku ke tempat itu lagi, aku takut datang ke sana lagi' ucap Sania dalam benaknya.
"Sania?!" Lisa menyapa Sania yang bengong itu. Namun sepertinya Sania tidak mendengarkan sapaan Lisa, kemudian Lisa kembali memanggilnya dan menyikutnya perlahan. "Sania?!" kata Lisa.
"Eh iya Lis, ada apa?" refleks Sania geli ketika Lisa menyikut badannya. "Kamu justru yang kenapa kok melamun?" tanya Lisa yang membalikan pertanyaan Sania.
"Aku enggak apa-apa kok" jawabnya kemudian fokus menghadap ke depan, tetapi Lisa masih memandangi Sania dari samping. Kemudian tidak lama Guru pelajaran mereka datang untuk mengajar siswa kelas 12 IPA.
***********
Setelah selesai saat siswa pulang sekolah Sania bertemu lagi dengan Cheryl yang sebelumnya akan menemuinya pada saat di sekolah. Sania melihat Cheryl yang berada di dekat pintu gerbang sekolahnya.
"Lisa!" kata Sania dari belakang Lisa dia memanggilnya, kemudian Lisa menengok ke arah belakang dan Sania berjalan mendekati Lisa. "Ada apa Sania?" kata Lisa, Sania tidak menjawab ia segera meraih dan menarik tangan Lisa seolah sedang terburu-buru.
"Eh eh, hati-hati Nia!" seru Lisa tangannya yang di yang di tarik oleh Sania. Sania sesekali menengok ke arah Lisa dan juga Cheryl berada, setelah turun dari lantai dua Sania segera melepaskan tangan Lisa kemudian dia berlari ke gerbang.
"Sania!! tunggu" seru Lisa yang di tinggal Sania lebih dulu ke gerbang, tidak lama berhenti Lisa pun berjalan cepat ke arah Sania. "Kamu kenapa ninggalin aku?" ucap Lisa kesal. "Ehe maaf-maaf, abisnya kamu keliatan kesal gitu" kata Sania.
"Terus sekarang kamu ngapain ke sini?" tanya Lisa. "aku cuma menghampirinya" kata Sania. mendengar perkataan Sania barusan membuat Lisa bingung 'menemuinya??' kata Lisa dalam pikirannya.
"Kamu nemuin siapa Nia?" tanya Lisa ia merasa bingung. Namun Sania hanya diam dan membelakangi Lisa itu. "Kak ayo kita kesana!" kata Cheryl mereka berdua sedang berbicara. "Ya udah kita kesana, kakak juga bawa temen buat kesana" ucap Sania.
"Sania!?" tanya Lisa dan menyentuh bahu Sania. "eh iya Lis ada apa?" tanyanya. "kamu ngobrol sama siapa?" ucap Lisa kemudian dia memandang ke arah depan Sania yang sebelumnya sedang berbicara.
Sania kemudian mendekat ke arah Lisa dan membisikan kalau yang dia ajak ngobrol bersamanya itu adalah Cheryl "Itu ada Cheryl!" ucap Sania ia berbisik ke kuping Lisa.
"Enggak kok, kamu juga enggak perlu takut," kata Sania. "Eh ya udah ayo kita pergi Lis" kemudian mereka pun pergi meninggalkan sekolahnya dan Sania pun menarik tangan Lisa lagi. "kita mau kemana Nia?" tanya Lisa yang masih bingung dengan ajakannya itu.
"Nanti deh aku jelasin waktu di jalan aja" jawab Sania. Mereka pun ke Halte Bus seperti biasanya itu, tidak butuh menunggu waktu yang lama bus sekolah pun datang menghampiri mereka.
Mereka pun langsung menaiki bus sekolah dan tidak turun seperti biasanya di dekat rumah mereka tetapi mereka terus melaju hinggal melewati rumah sakit tempat Cheryl di rawat.
"Masih jauh Nia?" kata Lisa dia terus menanyai Sania dia merasa khawatir akan di ajak ke mana dirinya pergi bersamanya. "Udah enggak kok Lis, bentar lagi kita turun" kata Sania dia memandang ke arah luar jendela mobil bus.
"Lisa!".. "Iya Nia?".. "kamu mau tau nggak di sana itu tempat Cheryl di rawat." Ucap Sania yang duduk di sebelah Lisa dan menunjuk ke arah rumah sakit tempat Cheryl di rawat.
"emang di situ Nia?".. "Iya Lis, aku kemarin sama kak Hana datang kesana" ucapnya. "kamu ngapain datang ke sana?".. "Aku cuma di ajak olehnya kalau dia di rawat di sana" kata Sania.
"Oleh kak Hana?" tanya Lisa kemudian dia memandang Sania. "Ya enggak lah" katanya Sania kemudian dia hanya tertawa mendengar itu dari Lisa.
"Lho kenapa tertawa Nia?" ucap Lisa yang nampak bingung, "aku di ajak kesana oleh Cheryl yang sebelumnya menemuiku di rumah" ucap jelas Sania. Saat mereka sedang mengobrol di dalam bus Sania pun menghentikan laju busnya untuk turun.
"Lho disini Nia?" tanya Lisa melihat lokasi sekeliling tempat itu merasa tenang terlihat oleh Lisa. "Iya Lis disini" kata Sania. Dia pun segera berjalan menuju gang yang ia lewati sebelumnya bersama Hana.
Tetapi sepertinya mereka turun sedikit jauh dari tempat itu jadi mereka harus berjalan lumayan melelahkan bersama-sama. "Eh kayaknya kita salah deh, kalo enggak salah ada di depan sana" kata Sania kemudian dia menunjuk arah depan itu.
"Eh kamu seriusan Nia?" kata Lisa. "iya kita jalan aja" ucapnya. Sementara suasana di kota itu terlihat begitu sepi, dari jalan ke arah gedung-gedung ruko begitu jauh berjarah 4-5 meter dari jalanan.
Dan gedung-gedung itu pun tutup, hanya ada beberapa orang disana itu pun mereka hanya lewat dan juga tidak ada yang berhenti di tempat yang sepi itu, suasananya memang terlihat tenang. Apa lagi di pinggir jalanan itu juga terdapat saluran Irigasi yang cukup lebar hingga terdengar suara bercikan air yang mengalir.
Setelah mereka berjalan cukup jauh akhirnya mereka sampai juga di lokasi itu, lokasi yang mana membuat Sania tak sadarkan diri kemarin dan membuat Hana cemas.
"Huuff, capenya Nia, mana enggak ada warung buat beli minum" kata Lisa mengelap keringat yang sudah bercucuran keluar dari wajahnya. kemudian Sania mengeluarkan air minum yang ia bawa dari rumah itu dan memberikannya ke Lisa.
"ini Lis aku bawa minum kok," ucap Sania dan menyodorkan air minumnya ke Lisa, kebetulan hari ini terik sekali tempat itu pun sangat gersang dan panas pada saat terik seperti ini.