Sania Anak Indigo

Sania Anak Indigo
28. Kembali Bertemu Anak Itu dan Sebuah Tragedi Kecelakaan


lisa dengan sedikit ketakutan menegur sania yang sedang memandang ke arah atas itu.


"nia?"...


"kamu ngapain?" tanya lisa dan menyentuh sania.


sania menengok ke arahnya dan sambil tersenyum ke lisa.


"ugh" lisa terkejut dia menutup mulutnya.


"jangan kaget gitu lisa"....


"aku enggak apa-apa" ungkap sania.


kemudian sania kembali melihat ke arah atas.


'anak yang baik' dalam hatinya sambil tersenyum.


"ahh,, aku lupa nanyain namanya" kata sania.


"hei, kamu kenapa?" tanya lisa dari sampingnya.


"aku lupa nanyain namanya siapa" kata sania sedikit lesu.


"astaga" kata lisa sambil tertawa kecil


"kenapa kamu bisa sampai lupa?" tanya lisa.


"aku gara-gara dengerin dia cerita sampai kebawa cerita dia" kata sania.


"tapi enggak apa-apa nanti pasti aku tau namanya" ungkap sania dengan yakin.


***********


Tidak terasa sore pun tiba lisa yang masih berada di rumah sania dia pun segera pulang.


"nia aku pulang dulu ya" kata lisa yang sedang bersiap-siap untuk pulang.


"ehh udah sore ya"...


"baiklah, ayo aku antar" kata sania dan melihat ke arah luar.


mereka pun keluar dari kamarnya dan sania membukakan pintu depan rumahnya, lalu mengantarkan lisa ke halaman depan rumahnya.


"sampai sini aja ya lis" kata sania yang mengantarkan lisa.


lisa yang berada sedikit di depannya melirik ke arah sania.


"iya enggak apa-apa" kata lisa dia pun mengangkat tangannya dan melambaikan tangannya.


sania melihat lisa yang melambaikan tangan dia juga membalas dan melambaikan tangan ke arahnya.


setelah itu lisa pun berbelok ke arah kiri dan menuju ke arah rumahnya yang berada tidak jauh dari rumah sania.


"baiklah"...


"semoga anak itu kembali lagi ke sini aku masih penasaran dengan yang dia katakan tadi" ungkap sania sedikit bersemangat dan merasa tidak gugup atau takut lagi.


dia pun masuk dan menutup pintu rumahnya, tanpa terasa hari pun mulai gelap sania yang berada sendirian di rumah begitu merasa sedikit kesepian tanpa ada hana di rumahnya.


"besok kak hana pulang ya" katanya melihat ke arah jam dinding.


dia pun pergi ke dapur untuk makan malam.


***********


ke esokan paginya dia seperti biasanya bersiap-siap untuk pergi ke sekolahnya, lalu dia pun pergi menuju ke sekolah sesaat di luar rumahnya dia kembali bertemu anak itu di dekat jalan rumahnya.


"kakak" seru anak itu di bawah tiap listrik depan rumah sania.


sania menengok ke arah suara itu dan melihat anak itu yang sedang berdiri di dekat tiang listrik.


sania pun segera mendekat ke anak itu.


"hai kak" kata anak itu melihat ke arah sania yang berjalan mendekat ke arahnya.


"halo" kata sania sambil tersenyum dan mendekat ke arahnya.


"kamu ngapain di sini?" tanya sania ke anak itu.


dia pun langsung menengok ke arah gang dan melihat ke arah tempat ia kecelakaan sebelumnya.


sania juga ikut melihat ke arah yang anak itu lihat, saat itu juga sania melihat kejadian kecelakaan itu yang membuat dia terkejut dia merasakan kejadian itu.


sesaat sania pun terdiam dan hanya melotot ke arah kecelakaan itu dia juga melihat dirinya yang ada di sekitar kecekalaan itu.


dia mengingat kecelakaan itu sebelumnya namun dia merasa ketakutan karena dia melihat sesosok anak wanita di dekat mobil itu.


"itu aku kak" ungkap anak itu yang juga melihat anak kecil itu.


"ugh" sania melirik ke arah anak itu dengan tatapan yang masih melotot.


"itu kejadian waktu itu aku dan ibuku kecelakaan" kata anak kecil itu.


sania masih saja terdiam dan melihat kecelakaan yang ada di depannya.


"ini hanya dalam pikiranku aja kok kak"...


"aku sengaja membawa kakak ke dalam pikiranku dan mengajak ke tempat kecelakaan itu" ungkap anak itu dan memberi tau yang sebenarnya.


kemudian sania menarik napasnya dengan perlahan dan mencoba menenangkan dirinya sendiri, setelah dia merasa tenang lalu dia berjongkok ke arah anak itu.


sania pun mulai menanyain ke anak itu tentang kejadian di hari dia kecelakaan itu.