
Sosok wanita itu kemudian pindah ke belakang Sania dan ia menyeret Sania hingga mendekati jendela bangunan tersebut. "Aaa!!! lepaskan aku!!" seru Sania ia di seret terbang olehnya.
Sampai di tepi dekat jendela Sania terlepas dan jatuh dekat sekali dengan jendelanya Sania juga berjalan merangkak menuju Hana dan Lisa tetapi sosok tersebut tidak membiarkan Sania mendekat ke arah mereka.
Ia mencoba menahannya namun bola cahaya milik Sania keluar dari punggungnya ketiga bola itu menahan aura hijau milik sosok tersebut, bola cahaya Sania terbang menuju ke sosok tersebut dan mengelilinginya.
Sania menengok ke arah sosok tersebut saat itu juga dia mengambil kesempatan untuk menjauhi darinya, "Kak Adhyasta! sekarang harus gimana?" ucapnya sambil berlari.
Adhyasta sedang kewalahan menghadapi sosok hitam yang terus menyerangnya tanpa ada rasa menyerah, "Sania kamu pergi dari gedung ini aja biar mereka ku bawa masuk ke dimensiku" ucapnya.
Sania memegang bahu Hana dan Lisa dan ia mengajak mereka untuk segera keluar dari gedung ini, "Ayo kak kita turun kita harus keluar dari sini" kata Sania, "Tapi sekarang gimana? mereka banyak banget" kata Hana.
"Udah kak nggak usah di pikirin sekarang kesempatan buat kabur" Hana kemudian menurut Lisa juga mengikuti di bekalangnya, "Kamu nggak ikut?" tanya Hana.
"Nanti kak, kakak duluan aja sana Lisa" Hana menuruti keinginan Sania "Kamu harus turun ya Nia kakak tunggu di bawah" mereka berdua langsung bergegas menuju tangga dan langsung turun menyusuri tangga.
"Sania kenapa kamu nggak ikut turun?" tanya Adhyasta, "Aku mau bantu kakak disini" Adhyasta seketika memandang Sania ia melihat bayangan dari dewi kelinci saat memandang Sania dari samping, "Dewi!!" ucapnya, matanya menjelit melihat ke arah Sania.
Bola cahaya milik Sania terbang kembali ke punggungnya setelah bola-bola itu menahan serangan dari sosok tersebut, dan justru itu yang membuatnya geram dan semakin marah sosok tersebut.
Aura hijau terlihat semakin membesar dan terus membesar memenuhi ruangan tersebut, "Sania gunakan bola cahaya merah milikmu!!" seru Adhyasta, "Bagaimana caranya?" Sania bingung cara mengunakan seperti yang di perintahan oleh Adhyasta.
"Kamu coba-coba saja!" serunya namun aura hijau itu mendekat ke arah Sania dengan cepat, seketika juga Sania menutup matanya dengan kedua tangannya dan hal lain justru muncul yaitu aura dari bola cahaya merah bergerak mengikuti tangannya.
Aura merah itu juga menepis dan melindungi Sania dari aura hijau, Sania terkejut melihatnya dan mencoba menggerakan tangannya ke arah sosok tersebut.
"Hah! ini kah? ini kah yang ku miliki?" Sania terus menyerang balik ke sosok tersebut, namun sosok tersebut terus menghindari serangan dari Sania ia terus berpindah tempat dan selalu muncul di bekalang Sania.
"Ah! cepat sekali dia!" Sania melotot dan matanya melirik ke belakangnya, Sania juga mencoba berbalik badan namun sosok tersebut juga sudah tidak ada lagi dibelakangnya.
Dari belakang Sania sosok itu menyerang dengan aura hijaunya aura biru milik Sania seketika membentuk bulatan di sekitar Sania dan aura kuning memindahkan ke dekat sosok tersebut berada.
Sania segera menyerangnya dari dekat namun perpindahannya ke dekat sosok tersebut sudah di ketahuinya, sosok tersebut langsung berpindah ke belakang Sania dan langsung menyelimuti bola cahaya milik Sania.
Ke tiga bola itu tertahan oleh aura hijau dan Sania kembali di seret oleh sosok tersebut ia menerbangkan diri Sania dan menjatuhkannya ke lantai, "SANIA!!!" seru Adhyasta melihat Sania di perlakukan seperti itu.
"Aa!!!" Adhyasta terseret menuju tangga namun ia merubah dirinya menjadi burung gagak dan ia terbang menuju ke Sania berada, "Sania!!" Adhyasta langsung merubah wujudnya kembali.
Ia juga langsung menangkap Sania yang di lempar ke arahnya, "Sania!!" teriaknya, Ia menatap kejam ke arah sosok tersebut namun sosok tersebut kembali menyerang Sania dan juga Adhyasta.
Adhyasta mencoba berpindah ke dimensinya dengan cepat saat itu ia malah gagal membawa Sania pergi bersamanya ke dalam dimensinya, "Apa!! Sania gagal aku bawa masuk!!" serunya.
Saat Adhyasta akan membawa masuk Sania aura hijau sudah menyelimuti tubuh milik Sania, saat ini juga Sania sedang tidak berdaya ia banyak sekali luka saat dirinya di jatuhkan kelantai beberapa kali.
Sementara itu bola cahay milik Sania sedang berputar-putar di dalam aura hijau bola cahaya itu mencoba mendobrak dinding aura hijau namun tidak berhasil.
Sosok itu kemudian membawa Sania keluar dari jedela dan dibawanya Sania menuju lantai paling atas dari gedung tersebut, saat Sania di bawanya ke atas menuju lantai paling atas, Adhyasta kembali dan saat dirinya kembali ia tidak menemukan Sania lagi di dalam sana.
"Sania? Sania!" dari belakangnya sosok hitam kembali menyerangnya, ia kali ini tidak melawan sosok hitam itu ia kembali masuk ke dimensinya.
Di luar Sania terus melawanya Sania mendorong-dorong dirinya dari aura hijau itu, seketika saat akan sampai di lantai paling atas diatas gedung tersebut Sania terlepas dari aura hijau itu.
Ia terjatuh dari ketinggian, matanya melotot tangannya menjulur ke arah atas "Tolong!!!" serunya saat ia terjun, Hana dan Lisa mendengar suara Sania dari luar "Kak itu suara Sania" Lisa bertanya ke Hana.
Hana menanggapinya dan mereka berdua langsung berlari ke arah luar, mereka mencari sumber suara tersebut dari luar tetapi mereka tidak menemukan apapun disana "Perasaan tadi aku juga nggak salah denger deh" kata Hana.
Saat mereka berbalik badan ia melihat Sania yang sudah tergeletak disana, ia melihat Sania yang tidak sadarkan diri, "Sania!!" seru Hana ia berlari ke arah adiknya yang tengah terkapar itu.
"Sania kok bisa begini sih!!" ucapnya sambil menangis tersedu-sedu, tidak ada yang terlihat terluka dari seluruh tubuh Sania tetapi tetap saja itu membuat Hana panik melihat adiknya terkapar di luar.
"Kamu kenapa nggak ikut turun bareng kakak tadi!" Hana terus berkata-kata sambil menangis ia juga memeluk adiknya, "Kamu kenapa ada di luar"
Lisa mencoba menepuk bahu Hana ia mencoba menangkan Hana, tetapi ia juga tidak bisa menahan kesedihan yang ia alami bersama Hana, "Kak ayo kita bawa Sania ke rumah sakit" kata Lisa.
"Coba kamu tadi ikut aja Sania" Hana tidak menggubris omongan Lisa ia terus menangisi ke adaan adiknya itu, sementara sosok tersebut masih di atas ia mencoba turun di dekat Sania.
Sosok tersebut juga terlihat sangat terkejut melihat Sania yang tengah terkapar itu ia terus memandangnya dari tempat ia turun.