Sania Anak Indigo

Sania Anak Indigo
12. Surat Dari Rina


Sania melihat ke arah Bima dan mereka saling bertatapan satu sama lain.


Bima pun melihat kotak dan surat yang di pegangnya dia merasa seperti kenal dengan kotak yang di pegang oleh Sania.


"Boleh aku tahu kamu dapat kotak itu dari mana?" tanya Bima sembari menatap Sania.


"udah ayo kita makan dulu, nanti ngobrolnya" ungkap Ibu Bima yang menyuruh mereka makan.


mereka pun makan bersama dengan Bima dan Ibunya, saat sedang makan Bima terus menatap kotak itu, dan itu juga yang membuat dirinya semakin penasaran.


**********


Saat semuanya selesai makan, Bima mengajak Sania ke depan rumahnya dan menanyakan sesuatu ke Sania.


"Hei, ada yang inginku bicarakan denganmu, ayo ikut" kata Bima berdiri di belakang Sania


"kita ngobrol di depan aja yuk" ajak Bima sambil berjalan ke arah depan.


"Sania, kayaknya dia mulai penasaran deh" ungkap Lisa sambil bisik-bisik.


"iya, aku juga ngerasa gitu" kata Sania berbisik ke arah Lisa.


"ya udah ayo kita kesana aja" ucap Sania.


mereka berjalan keluar rumah dan menemui Bima di teras rumahnya.


saat mereka keluar dari pintu Bima memanggil mereka berdua.


"hei, aku disini!" seru Bima di samping, mereka menoleh ke arah samping.


lalu mendekat ke Bima yang berada di teras samping kiri. Sania mendekati Bima dari arah belakangnya


"ngomong-ngomong kita belum kenal" kata Bima berjalan membelakangi Sania.


"iya, aku Sania, salam kenal" kata Sania ucapnya dengan gugup.


"eh, aku mau nanya, kamu dapat kotak itu dari mana?" tanya Bima yang mulai penasaran dengan kotak yang di bawa Sania.


"ini ada surat, sebelum aku memberitahumu aku mau kamu membaca surat ini dulu" ucap Sania menyodorkan surat itu ke Bima.


Bima mengambil surat yang di sodorkan oleh Sania, dan membuka surat tersebut dia pun mulai membacanya.


Rina"


Bima yang membaca isi surat itu pun mulai terdiam dan hanya bisa duduk di kursi karena lemas membaca surat yang di berikan Sania.


"eh kamu kenapa?" tanya Sania ia terkejut melihat Bima terduduk lemas di kursi


Lisa yang melihat di depan pintu dia pun langsung mendekati Sania.


"Bima kenapa Nia?" tanya Lisa dari belakang Sania


"enggak tahu, dia baca surat itu terus langsung duduk" ujar Sania sambil berbisik


Bima yang tengah duduk ia langsung menatap Sania perlahan-lahan dia berdiri dan mendekat ke Sania.


"ini surat dari Rina?" tanya Bima.


"iya" jawab Sania


Sania dan Lisa menatap Bima yang terlihat sedikit bersedih.


Bima berbalik arah dan pergi ke arah pohon yang ada di samping rumahnya.


Sania dan Lisa yang penasaran kemana perginya Bima, mereka pun mengikutinya dari belakang.


saat mereka mengikutinya dan melihat Bima yang berhenti di bawah pohon yang tadi Sania datangi sebelumnya.


melihat Bima berhenti Sania dan Lisa mendekat dari arah belakang Bima.


"kamu ngapain kesini?" tanya Sania dari belakang


"aku hanya tak menyangka mendapatkan surat dari Rina yang sudah lama pergi" jawab Bima dengan mata yang berbinar ia sedikit menangis.


"sekarang dia sudah memaafkan aku" kata Bima menundukan kepalanya dan meneteskan air mata.


Sania berjalan ke arah samping Bima dan memberikan sapu tangan miliknya.


Lisa yang ada di belakang Bima pun mendekati Bima dan memberikan kotak itu.