Sania Anak Indigo

Sania Anak Indigo
26. Kemunculan Kembali Anak Kecil Itu


Sania melihat mereka berdua dari arah pintu depan.


"aku antar sampe sini aja ya" seru sania dari kejauhan.


mereka berdua berbalik badan dan melambaikan tangan ke sania.


setelah itu sania pun masuk ke dalam dan menutup pintu depan, tiba-tiba muncul anak kecil itu di belakang sania.


saat sania berbalik dan melihat anak ecil itu pun kaget dan berteriak.


"aaa" sania berteriak lalu menutup mulutnya.


lisa yang mendengar suara teriakan sania dia pun langsung keluar dan mencari sania.


"sania?"...


"kamu kenapa?" kata lisa dari pintu kamar sania dan melihat sania.


sania pun melihat ke arah lisa dengan mata yang sedikit melotot dan menutup mulutnya.


setelah itu dia pun berjalan ke arah lisa namun anak kecil itu melihat ke arahnya dan terus di perhatikannya sania hingga dia masuk ke kamarnya.


sama halnya dengan sania dia pun sedikit melirik ke arah anak itu yang terus menatapnya perlahan-lahan dia terus berjalan ke arah lisa dan langsung mengajak lisa masuk.


dengan raut wajah yang begitu ketakutan sania pun menghela nafasnya di dalam kamarnya dan bersenderan di balik pintu kamarnya.


"kamu kenapa nia?" tanya lisa yang penasaran dengannya yang ketakutan.


"aku kaget" katanya.


"kenapa?" tanya sekali lagi.


"anak kecil yang tadi muncul lagi" katanya melirik ke belakang dan juga melihat ke arah lisa.


"kamu jangan pulang dulu lis" katanya dengan nada sedikit gugup.


"iya-iya tapi kamu tenang dulu" kata lisa dia pun mengajak sania duduk.


"atur nafas kamu dulu terus tenangin juga" kata lisa.


sania pun menghela nafas berkali-kali hingga akhirnya dia tenang dan menceritakan perihal anak kecil itu ke lisa.


"anak itu serem banget" kata sania dan membayangkannya.


"serem bagaimana?" tanya lisa yang belum mengerti.


"serem!!"...


"mukanya banyak berlumuran darah gitu, dia cewek" kata sania sambil mengingat penampilan anak kecil itu.


"berlumuran darah?"...


"jadi itu yang bikin kamu ketakutan kayak tadi" kata lisa dengan nada yang sedikit tegas.


"iya" katanya.


"dia masih disini nia?" tanya lisa dia pun ikut terbawa suasana dan ketakutan.


"aku enggak tahu juga" katanya.


"coba aku liat dulu ya, tadi sih waktu aku nutup pintu depan dia kuncul di belakang aku" kata sania.


"iya-iya" ujar lisa.


sania pun beranjak dari kasurnya dan membuka sedikit pintu kamarnya, dia mengintip dan melihat ke arah depan.


namun sudah tidak ada lagi anak kecil itu dia menghilang bersamaan dengan sania masuk ke kamarnya.


Graapp... dia menutup pintu kamarnya


"huuuff" menghela nafas yang panjang


"apa? dia masih ada?" tanya lisa yang berdiri di hadap sania.


"dia udah enggak ada" kata sania dia pun sedikit tenang.


"huuff, syukur deh" ungkap lisa.


setelah mereka semua merasa santai dan tenang anak kecil itu muncul kembali namun dengan wujud yang tidak menyeramkan.


"kakak"...


"kakak" ungkap anak kecil itu di dekat jendela kamar sania.


sania menengok ke arahnya dia sedikit terkejut dengan keberadaannya, dia pun mendekat ke arah lisa yang ada di sampingnya.


"kenapa sania?"...


"dia datang lagi?" tanya lisa dengan nada sedikit tegang.


"iya, tapi dia enggak kayak tadi" ungkap sania.


anak kecil itu mendekat ke arahnya.


"enggak perlu takut kak" ungkap anak kecil itu.


"ini aku, yang ada di dalam mimpi kakak sebelumnya" kata anak kecil itu dan menjelaskan ke sania.


sania melepaskan pelukannya lalu dia mulai mengajak ngobrol dan menanyakan sesuatu ke anak kecil itu.