
Lisa yang berdiri di samping kasurnya hanya melihat Sania yang buru-buru pulang.
Sania berlari ke rumahnya karena jarak rumahnya yang tidak terlalu jauh dari rumah Lisa, Sania pun sampai di rumahnya.
*********
"kak!!" seru Sania dari depan rumahnya.
"kakak!!"...
"iya, tunggu" jawab Hana dari dalam rumah.
Hana berjalan ke pintu depan dan membukakan pintu untuk Sania yang sudah menunggu di depan pintu.
"Sania?! ayo masuk" ucap Hana melihat Sania dan mengajaknya masuk.
Sania pun berjalan dan masuk ke dalam rumah.
"kamu nggak mengalami hal aneh kan hari ini?" tanya Hana sambil menutup pintu depan.
"nggak kok kak, tapi hari ini semua permasalahan Rina sudah selesai" jawab Sania dan tersenyum ke arah Hana.
"sudah selesai?" Hana merasa bingung.
"aku ke kamar dulu ya kak" kata Sania berjalan ke arah kamarnya.
dia pun membuka pintu kamarnya dan masuk ke dalam lalu menutup pintunya kembali.
dia langsung berguling ke atas kasurnya.
"Sania!" suara Rina yang muncul di dekat lemarinya.
Sania pun terkejut karena ada yang memanggil namanya dari dalam kamar miliknya.
seketika ia langsung bangun dan melihat ke arah suara tersebut berasal.
"eh Rina kamu ngagetin aku aja!" seru Sania.
"aku cuma mau bilang terima kasih sudah menyelesaikan masalah aku dengan Bima" kata Rina mendekat dan tersenyum.
Rina duduk di sebelah Sania di atas kasurnya.
"iya, yang penting sekarang kamu bisa tenang" Sania duduk menghadap Rina.
"ya udah kalau begitu aku pamit dulu" kemudian Rina meminta izin untuk pergi.
"lho kamu mau kemana?" tanya Sania.
"aku mau pergi, karena masalah ini sudah selesai" jawab Rina berdiri di hadapan Sania.
"aku nggak bakalan muncul dan menganggumu lagi" lalu Rina melambaikan tangannya.
"dahh!!" dia melambaikan tangannya dan menghilang seperti kilauan cahaya yang melebur.
"dahh" Sania membalas lambaian Rina.
setelah itu diapun berbaring kembali di atas kasurnya dan mulai tertidur.
.. tok tok tok...
suara ketukan pintu kamar Sania.
"Sania kamu udah makan?" tanya Hana dari balik pintu.
"udah kak, tadi makan di tempat Lisa!!" seru Sania dari dalam.
"ooo, oke" kata Hana
Hana pun segera meninggalkan kamar Sania.
"aku capek banget" ungkap Sania.
"semoga Bima dan Rina nggak lagi berantem" ucap Sania yang perlahan mulai tertidur.
dia mulai tertidur karena kelelahan seharian pergi.
**********
Preeemm....
preeemmm....
"ugh!!" Sania menengok kebelakang.
"hahh!!" ucapnya Sania melihat kejadian yang baru saja terjadi.
"hei-hei, tolong dia!" kata warga sekitar
"ehh ada yang tertabrak mobil disana" ucap orang-orang di sekelilingnya.
"ahh!!" Sania terkejut kemudian ia berjalan perlahan menjauhi lokasi.
Sania melihat dari kejauhan orang-orang yang berkumpul ke tempat kecelakaan itu.
seketika ia pun berlari menjauhin dari keramaian namun tiba-tiba ia menabrak seseorang pria, pria itu berjubah hitam dengan penutup kepalanya.
"ugh!!" Sania terjatuh duduk.
kemudian ia menatap pria itu tapi ia tidak berhasil melihat wajahnya.
"maaf tuan! maaf saya tidak sengaja!" katanya.
sambil berdiri, lalu suasananya mendadak berubah dan terhenti.
lalu Sania kembali mundur ke tempat kecelakaan itu dan Sania berada di sekitar kerumunan orang-orang disana.
dia yang nampak kebingungan dengan apa yang baru saja terjadi kepada dirinya dan melihat kearah korban kecelakaan itu.
dia kembali berlari keluar kerumunan warga itu dengan wajah yang ketakutan dia terus berlari meninggalkan tempat itu.
tapi lagi-lagi dia menambrak pria hitam misterius itu dan seakan waktu terhenti dan terulang kembali.
disaat warga akan mengangkat korban kecelakaan untuk menolongnya Sania pun terbangun dari tidurnya.
hhah... hhuh.... hhah.. hhuhh..
"cuma mimpi" napas ngos-ngosan.
"kenapa sih aku mimpi itu berulang-ulang terus!" kata Sania dengan kesal.
"apa sih itu, terus pria itu siapa?" kata Sania yang semakin kesal dan penasaran.
dia pun bangun dari tempat tidurnya dan berjalan kearah kamar mandi untuk mencuci muka.
setelah dia mencuci muka dia pun keluar dari kamar mandi dan berjalan ke kamar Hana.
tok.. tok... tok...
menengetuk kamar Hana.
"kak!" ucap Sania dari balik pintu kamar Hana.
"iya" jawab Hana dan membuka pintu kamarnya.
"kenapa Sania?" tanya Hana.
Sania masuk ke kamar Hana dan duduk di atas kasurnya.
"aku ngimpi yang sama lagi kayak waktu itu" kata Sania yang merasa kesal dengan mimpinya.
"lho kamu mimpi tentang itu lagi?" kata Hana berdiri di depan pintu kamarnya.
Hana pun mendekat ke arah Sania dan duduk di sebelah Sania lalu dia memeluk Sania yang sedikit gelisah.
"udahlah nggak usah di pikirin" kata Hana sambil memeluk Sania.
"iya tapi kenapa ngulang-ngulang terus lho, aku takut!" Sania sedikit berbinar-binar matanya.
"terus pria itu juga seperti ngendaliin waktu di dalam mimpi aku!" Sania mengingat kejadian di dalam mimpinya.
"pria hitam yang kamu lihat di samping kakak tidur waktu itu?" tanya Hana
"eh iya, kemungkinan dia kali kak" Sania sedikit nyambung dengan kata Hana.
"tapi aku belum tahu siapa dia, akhir-akhir ini dia udah nggak pernah keliatan sama aku" ucap Sania.
"tapi sekali keliatan di dalam mimpi, dan mimpi itu juga berulang-ulang lagi" kata Sania.
"siapa ya dia? kakak juga nggak tahu soalnya kakak nggak bisa lihat" Hana juga merasa penasaran.
***********
"ya udah lah kak, besok kalo aku ngeliat dia, aku mau nanyain" ucap Sania kemudian ia beranjak dari kasur.
"ya udah kalau gitu" kata Hana.
Sania keluar meninggalkan kamar Hana dan berjalan ke dapur.
sambil berjalan ke dapur dia pun masih saja memikirkan tentang pria yang muncul di mimpinya dan juga di kehidupan nyata.
syurrr..... menuangkan air minum.
gluk... gluk.. minum
tak.. meletakan gelas
dia pun pergi meninggalkan dapur dan berjalan ke arah kamarnya.
**********
sesaat di kamar dia pun kembali akan tidur lagi.
tetapi dia cemas dengan mimpinya, ia merasa takut mimpi itu datang lagi saat dia sedang tidur.
"semoga nggak ngimpi yang kayak gitu lagi" ucapnya sambil menarik selimut.
dia pun perlahan tertidur pulas dan tidak memimpikan hal yang baru dia impikan tadi.
**********
wuushhh.. wuushh...
angin di luar berhembus kencang seperti akan terjadi badai.
derrr..
petir menyambar.
wuushhh.... wushh...
di dalam kamar Sania tiba-tiba pria hitam itu muncul di dekat jendelanya.
dia hanya berdiri diam disana dan melihat ke arah Sania.
hanya beberapa saat dia berdiri di jendela kamar Sania, dia pun menghilang dan hujan pun turun.
Sania pun terbangun karena jendela kamarnya terhembus angin badai.
"eh ujan!" ucapnya sambil melirik ke jendela.
dia pun segera bangun dan menutup jendela kamarnya yang terhebus angin kencang.
grapp...
hoam.. menguap sambil mengulet.
"aku masih ngantuk, tidur lagi deh" dia pun berjalan ke kasurnya kembali.
sesaat dia akan tidur dan melihat jam ternyata baru jam 1 malam.
dia pun kembali melanjutkan tidurnya..