Sania Anak Indigo

Sania Anak Indigo
49. Sesuatu Yang Belum Terjadi


Bus berhenti melanju, Sania dan Lisa turun di dekat rumahnya. Mereka berdua berjalan berdampingan "Nia, aku kasihan sama perempuan itu" kata Lisa.


"Aku juga Lis, cuma mau gimana? kan kita nggak tau dimana tempatnya" ucap Sania. kemudian mereka saling diam dan berpikir bagaimana caranya mencegah agar tidak terjadi pembunuhan.


"Kak!!" seru Cheryl muncul tiba-tiba di depannya dan membuat Sania terkejut. "Cheryl!! kamu bikin kaget deh!!" seru Sania. "Kakak kenapa kok melamun?"


"Nggak ada apa-apa kok cuma ada masalah sedikit" katanya. "Nia!!" Lisa memanggilnya dengan semangat suasana Lisa yang sebelumnya terdiam berubah menjadi ceria.


"Apa Lis?" jawab Sania. "Coba kamu tanya ke Cheryl aja tentang lokasi yang kamu lihat sebelumnya" ucapnya. Lisa mendapatkan ide itu seketika Sania sedang mengobrol dengan Cheryl.


"Maksudnya Cheryl harus cari lokasi itu?" kata Sania. "Iya siapa tau aja dia mau kan!!" Lisa berusaha membujuk Sania. "Tapi aku kan nggak begitu jelas lihatnya cuma suasana malam aja yang aku lihat" katanya.


"Iya sih tapi aku cuma khawatir aja Sania, takutnya nanti malam beneran lho!!" Seru Lisa. ia sangat ingin mencegah hal buruk itu. Namun Sania juga belum pasti apa yang akan terjadi selanjutnya, mungkinkah malam ini atau besok ia tak tau pasti.


************


Sania masuk kerumahnya dan langsung menuju kamarnya, Ia bersama dengan Cheryl, mereka berdua masih bersamaan Cheryl pun masih belum pergi. Ia sempat mendengar yang di ucapkan Lisa di jalan.


Ia tidak mengerti apa yang di katakannya tadi mungkinkah masalah yang sedang Sania pikirkan tadi saat melamun di jalan. Atau pikiran lain yang sedang mengganggunya.


"Kak!!" "Kak!!" Cheryl memanggil Sani beberapa kali Sania tidak menjawabnya. "Kak!!" "Eh iya Cheryl, maaf kakak ngelamun!" ucapnya.


"Kakak kenapa sih? apa tadi yang di omongin kak Lisa itu yang ganggu pikiran kakak?" ucapnya. "Iya kakak kepikiran itu yang tadi Lisa bilang" ucapnya.


"Emang apa kak? kok bisa bikin kakak begini?" Cheryl penasaran dan ingin sekali mendengar masalah itu.


"Gini Sebelumnya kakak ketemu sama orang waktu pulang tadi, terus kakak lihat dia bakalan ngalamin hal buruk, kakak ceritain ke temen-temen kakak mereka mau nolongin cuma yang kakak lihat itu nggak jelas tempat itu dimana" ucapnya panjang.


"Emang hal buruk apa sih kak?" Cheryl semakin penasaran dengan cerita Sania. Dan tentang hal buruk itu Sania menceritakan itu kepada Cheryl. Dan Cheryl paham mengapa itu sangat mengganggu Sania.


"Pantes aja itu buat pikiran kakak jadi ke ganggu" ucapnya. "Sebenernya juga kakak pengen bantu orang itu tapi kakak nggak tau tempatnya dimana!" tambah Cheryl.


Sania tunduk terdiam lesu dalam pikirannya terus terbayang akan hal yang mengerikan itu, dia perlahan memejamkan matanya dan berbaring di kasurnya.


Cheryl juga perlahan menghilang ia melihat Sania yang sedang kacau seperti itu dan memutuskan untuk memberikan waktu sendirian kepadanya.


Ia pergi ke rumah sakit untuk menemui ibunya, Saat balik ke rumah sakit itu dia selalu merasa kesal karena ayahnya selalu tidak ada di sampingnya.


"Pasti ayah nggak ada di sana!" ucapnya saat sampai di depan pintu ruangannya. Ia masuk dan melihat hanya ibunya saja yang berada di dalam. Cheryl melihat ibunya itu sudah sangat senang tetapi di lain sisi dia sangat kesal dengan ayahnya.


************


Sania membuka matanya karena mendengar suara televisi yang menyala dari dalam kamarnya. Ia kemudian melihat jam dan sudah 2 jam ia terlelap.


Ia keluar dari kamarnya dan menuju ke ruangan tengah, ada Hana disana ia sedang menonton TV disana. "Eh Sania udah bangun kamu!" Sapa Hana melihat Sania ke arahnya.


Sania duduk di dekat Hana. Ia memeluk Hana. "Kenapa dek!" kata Hana. Sania tidak menjawabnya dan masih bawaan bangun tidur yang masih lesu.


"Kita makan yuk," Hana mencoba mengajak Sania yang lesu itu. Sania yang sedang memeluk Hana kemudian dia bangun dan berdiri. Hana mematikan TV dan menggandeng Sania berjalan ke dapur.


************


"Kita selamat, dewi fortuna masih berpihak ke kita, HAHAHA!!" ucap Pria yang telah merampok bank itu. Mereka semua adalah komplotan Ayah Cheryl. Ayah Cheryl pun terlibat dalam perampokan itu. Walau dia hanya berjaga di depan pintu masuk bank.


"Ini ambil bagianmu, untuk mengobati anakmu yang sedang di rawat, semoga anakmu segera pulih" ucap Bos perampok itu dan menyodorkan beberapa uang kepada Ayah Cheryl.


Ayah Cheryl menerima uang yang di berikan itu tetapi dia merasa sangat sedih karena harus merampok untuk biaya pengobatan Cheryl. "Kalau begitu aku pergi dulu Bos!! aku mau membayar biaya rumah sakit!" ucapnya dan sambil memasukan uang itu ke dalam jaketnya.


"Baiklah! semoga anakmu kembali sehat bung!" ucap Bos perampok itu, Ayah Cheryl mengangguk dan berlajan keluar dari rumah tua yang mereka tempati sebagai markas.


'maafkan ayah nak, ayah terpaksa ngelakuin ini demi kamu segera pulih' dalam hati Ayah Cheryl berkata seperti itu. Dia merasa sangat sedih dengan yang di lakukannya tetapi itu sudah menjadi keputusannya gabung bersama komplotan perampok.


Sesampainya di rumah sakit dia langsung ke bagian administrasi untuk membayar lunas perawatan Cheryl yang sebelumnya ia bayar setengah, "Sus, saya mau bayar pembiayaan anak saya, Cheryl" ucapnya sambil menyodorkan uang ke Suster.


"Oh, tunggu sebentar ya pak, kami cek datanya untuk pembayarnya" ucap Suster itu.


Setelah membayar biaya kekurangan Cheryl, Ayahnya segera ke kamarnya dan menjenguk Cheryl di kamar.


Cheryl melihat ada seseorang yang sedang membuka pintunya, dan ternyata ayahnya datang.


"Ayah!!" serunya sambil tersenyum. Ayahnya mendekat ke ibunya, dan memandangi Cheryl. "Kamu harus sembuh nak!" ucapnya dan memegang tangan Cheryl.


Ada seorang suster masuk ke ruangan Cheryl dan memeriksa Cheryl. "Sus! kira-kira kapan anak saya bisa sadar?" Ayah Cheryl menanyakan langsung perihal anaknya yang sudah lama di rumah sakit.


"Nanti ya pak, kami coba tanyakan ke dokternya" ucap Suster itu. Dia pun keluar setelah memeriksa Cheryl.


Ayah Cheryl tidak sabar untuk menemui dokter dia keluar dan mencari dokter yang biasa menangani Cheryl.


"Bu! Ayah keluar dulu mau nyariin dokternya" ucapnya. Dia pun keluar dari ruangan Cheryl.