Sania Anak Indigo

Sania Anak Indigo
29. Kisah Awal Kecelakaan dan Nama Anak Kecil Itu


Sania mencoba menanyakan kejadian di hari itu dan tentang kecelakaan itu.


"aku penasaran deh sama awal mula kejadian kecelakaan itu" kata sania mencoba mencari tau titik awalnya.


"yang kemaren kamu ceritain emang aku ngerasain apa yang kamu rasain tapi kenapa bisa kecelakaan gitu"....


"tujuan kamu sama ibu kamu mau kemana emang?" tanya sania lagi-lagi dia mencari tau apa yang sebenarnya terjadi sebelumnya.


kemudian anak kecil itu pun mengembalikan seperti semula gambaran kecelakaan itu pun perlahan menghilang.


"sebelumnya emang baik-baik aja kok kak"...


"sebelum itu aku dan ibuku mau ke kota ini untuk menyusul ayahku yang bekerja disini" ungkap anak kecil itu.


"terus apa lagi?" tanya sania.


"waktu itu sebenarnya kami tinggal di rumah seperti biasanya, tapi waktu itu ibuku sedang tidak di rumah kejadian kebakaran itu terjadi"...


"beruntungnya ayah ku tidak sedang pergi dia hanya keluar untuk mencari makan, aku yang hanya di dalam rumah sendirian seketika aku terkejut dengan adanya api yang sudah menjalar ke berbagai ruangan di rumah" ungkap anak itu.


sania pun terkejut dengan apa yang di katakan anak itu, dia pun mengingat kejadian saat dia bersentuhan dengan perampok itu di mini market.


apa yang anak itu katakan hampir sama dengan kejadian orang yang merampok mini market itu.


"terus apa kamu di selamatin sama ayah kamu?" tanya sania tentang hal kebakaran yang dia ingat dan juga yang di katakan anak itu.


"iya kak, aku di selamatin sama ayah aku"...


"kok kakak bisa tau?" tanya anak itu ke sania.


"apa kamu keluar lewat jendela kamar kamu?" tanya sania mengingat kejadiannya.


"iya kak, kok kakak bisa tau?"...


"apa kakak disana?" tanya anak itu karena bingung dengan sania yang tau persis.


"apakah kamu cheryl?" tanya sania dengan serius ke anak kecil itu.


anak kecil itu pun melihat ke arah sania yang begitu menatapnya dengan serius.


"iya, aku cheryl" jawabnya.


"kok kakak bisa tau aku cheryl?" tanya anak itu dengan serius ke sania.


'bagaimana aku mau menceritakannya, ayahnya seorang perampok'...


'apa yang akan aku katakan ke dia' dalam pemikiran sania kemudian dia pun memandang cheryl dengan tatapan sedikit kosong.


"kak?" tegur cheryl yang melihat sania sedikit melamun.


"ugh, eh iya" ujar sania kemudian dia melihat ke arah cheryl.


"kok melamun?" tanya cheryl yang melihat sania sebelumnya melamun.


"enggak ada apa-apa kok" ungkap sania yang menyembunyikan sesuatu.


"apa ada masalah kak?" tanya cheryl ke sania.


"enggak ada kok, eh nanti lagi ya kakak mau ke sekolah dulu" kata sania merubah topik pembicaraan kemudian dia pun pergi menggalkan cheryl.


"ya udah kalo gitu hati-hati kakak?" kata cheryl melambaikan tangan ke arah sania.


sania pun melambaikan tangannya dan berjalan ke arah gang menuju halte.


kemudian cheryl perlahan pun menghilang sania juga perlahan menjauhinya, kemudian sania menengok ke belakangnya melihat cheryl sudah menghilang dia pun melanjutkan ke halte.


setelah di halte sania pun masih saja memikirkan tentang ayahnya cheryl dia bimbang ingin mengatakannya ke cheryl.


setelah beberapa saat kemudian mobil bus pun datang dia pun menaiki bus tersebut untuk pergi ke sekolahnya.