
Buk...
"agh!!" ujar Sania sambil memegangi kepalanya.
"ahh maaf pak, aku tidak sengaja!" menundukan kepalanya.
Sania tidak sadar kalau dia sedang menabrak pria hitam itu.
sesaat dia sedang menundukan kepalanya pria itu berjalan lagi dan dia berjalan dari samping Sania.
Sania yang sedang menundukan kepalanya pun melirikan matanya dan dia terkejut karena hal itu bisa terjadi terulang.
dia pun melihat ke pria hitam itu dan berpikir.
"kenapa dia nggak nembus aku seperti sebelumnya?" ungkapnya dalam hati yang semakin penasaran dengan pria itu.
dia pun melanjutkan ke sekolahnya dan masih bingung dengan kejadian yang barusan terjadi padanya.
"kenapa kejadian itu ngulang sampai 2 kali?" dalam pikiran Sania berjalan menuju halte bus sekolah.
sesaat sampai di halte, Sania yang tadi begitu ketakutan dan juga cemas akan hal yang di alaminya tadu sekarang dia mulai merasa sudah lebih tenang.
"siapa sih pria itu?" ucapnya sembari duduk di halte.
"dia kayaknya bisa ngendaliin waktu nggak hanya di mimpi aku doang, tapi di kenyataan juga!" ucapnya penasaran.
Nnnggg......
Tun.. tunn...
Bus sekolah Sania datang di halte dan dia langsung menaiki bus itu untuk ke sekolahnya.
"Hei!" sapa Lisa dari belakang Sania.
Sania menenggok ke arah Lisa, Lisa pun menghampirinya dan duduk di samping Sania.
"apa kabar? ehe!" ucap Lisa sambil tersenyum.
"kamu kenapa kok keliatan bahagia gitu" kata Sania membalas senyum Lisa.
"Ehm, nggak ada apa-apa" ucap Lisa tersenyum lagi.
saat mereka mengobrol di dalam bus, akhirnya bus mereka sampai di sekolah, mereka pun turun dari bus dan menuju ke kelas.
"eh Lisa, aku mau ngasih tahu!" kata Sania memegang pundak Lisa.
Lisa pun menengok ke belakang.
"ngasih tahu apa Nia?" kata Lisa sambil menengok.
"tadi ada yang ketabrak mobil di dekat jalan rumah aku" kata Sania.
mereka mengobrol sambil berjalan menuju ke kelasnya.
"aku juga nggak tahu cuma yang aneh itu tadi...." kata Sania saat sedang menjelaskan tiba-tiba febby memanggil mereka di depan kelas.
"hei!!" seru Febby sambil melambaikan tangannya ke arah Lisa dan Sania.
mereka menengok dan melihat Febby dari halaman sekolah, mereka membalas lambaian Febby.
"terus apa lagi? tadi kamu mau ngomong apa lagi?" tanya Lisa melanjutkan pembicaraan yang tadi terpotong.
"tadi aku ketemu sama seseorang yang aneh, dia nggak mau nunjukin mukanya!" penjelasan Sania ia memberitahu Lisa.
"orang??"...
"kamu ngeliat dimana?" Lisa penasaran dan bingung.
"iya!!"...
"aku kan lari tapi anehnya kejadian itu ngulang 2 kali!" ungkapnya serius.
"aku bingung deh sama cerita kamu yang ini" kata Lisa merasa tidak paham dengan yang di ceritakan Sania.
"aku juga nggak tahu harus cerita seperti apa lagi supaya kamu paham!" kata Sania.
"tapi itu bener-bener aneh tahu!" serunya.
sesaat mereka sudah berada di dekat ruang kelasnya.
Febby pun mendekat ke arah mereka berdua yang sedang mengobrol.
"kalian cerita apaan sih?"...
"kok asyik banget?" kata Febby yang penasaran dengan cerita milik Sania.
mereka berdua menatap ke arah Febby.
"nggak ada kok cuma masalah kecil" ungkap Lisa.
mereka bertiga pun masuk kekelasnya dan Sania tidak lagi melanjutkan bercerita.
sesaat di dalam kelas Sania melihat semua teman-temannya berhenti.
dia melihat ke sekeliling dan memanggil teman-temannya, tapi tidak ada yang menjawab.
"Lisa??"...
"Febby??"...
"hei kalian kenapa? kok pada diam!?" kata Sania mulai merasa panik.
dia pun berlari keluar dari kelasnya dan melihat semuanya berhenti seperti waktu terhenti dia melihat sekelilingnya lagi tidak ada yang bergerak sama sekali dia pun mulai panik dan takut kenapa semuanya bisa begitu.