
Dia mencoba menanyai anak itu yang mendekat ke arahnya.
"kamu yang ada di dalam mimpiku?" kata sania yang sedikit terkejut dengan menjelasannya.
"iya kak" kata anak itu dan berdiri di hadapan sania.
"lalu apa maksudmu ada di mimpiku?" tanya sania sambil menatap anak itu.
anak itu pun menjawab semua pertanyaan sania dan juga kenapa dia bisa berada di sekitarnya sekarang.
"sebelumnya kakak pasti sudah tahu kejadian-kejadian belakangan ini yang kakak alami" ungkap anak itu ke sania.
sania pun di buat heran dengan anak itu dan juga dia sedikit kebingungan yang di ucapkan anak itu.
"maksudnya kejadian belakangan itu apa?"...
"apa itu kejadian yang aku alami?" tanya sania yang begitu bingung dengan ungkapan anak itu.
"iya, aku akan menceritakannya kalau kakak masih belum paham" ungkap anak itu yang akan menjelaskannya ke sania.
"sania" bisik-bisik lisa ke sania.
"hm" sania menjawabnya dan melirik ke arahnya.
"kamu ngobrol sama anak itu ya?" tanya lisa sambil berbisik ke sania.
"iya lis, kamu jangan ke mana-mana yang aku takut" ungkap sania sambil berbisik.
"iya-iya aku di belakang kamu kok, kamu juga jangan nakut-nakutin" katanya.
lalu anak itu menceritakan kejadian dan awal mula dia berada di sekitaran sania.
"jadi gini kak, waktu itu apa kakak masih ingat tentang kejadian kecelakaan mobil yang ada di dekat gang itu?" tanya anak itu dan mencoba mengingat momen kecelakaan itu.
"ooo iya aku ingat"...
"kenapa emang?" tanya sania dia juga mengingat kejadian kecelakaan itu.
"itu kecelakaan aku dan ibuku" kata anak itu dan dia menangis.
"kamu sama ibu kamu?" kata sania yang sedikit terkejut dengan nada pelan dia mengatakannya.
"terus sekarang kamu baik-baik aja kan?" tanya sania ke anak itu untuk memastikan.
"ibuku baik-baik aja dia hanya luka ringan" ungkapnya sambil menangis.
"kalau aku sekarang"...
"aku berada di luar tubuhku"...
"aku selalu melihat ibuku bersedih saat ini, saat dia mendatangiku dan melihatku" ungkapnya dia pun tidak bisa menahan airmatanya lagi.
hik.. hik..
"udah enggak perlu nangis begitu" ungkapnya.
"nanti kakak bantu kok" kata sania ke anak itu.
dia pun mendekat ke anak itu dan mencoba menghiburnya.
"kakak janji" ungkap sania dengan menurunkan badannya dan berdiri diatas lutunya lalu dia mengangkat jari kelingkingnya.
anak itu pun tersenyum melihat sania yang mendekat ke arahnya lalu dia mengangkat jari kelingkingnya dan membuat janji.
"terima kasih" kata anak itu dia pun tidak bisa menahan tangisnya lagi.
"udah enggak perlu nangis lagi"...
"kakak kan udah janji bakalan bantu kamu" kata sania.
"anak cantik enggak boleh nangis, kamu harus kuat" kata sania sambil berlutut dan dia tersenyum ke arahnya.
"iya kak" kata anak itu.
"kakak mau nanya sekali lagi ke kamu" kata sania.
"kecelakaan itu kan, udah sekitar 2 hari yang lalu"...
"tapi kamu lagi di rawat di rumah sakit ya?" tanya sania ke anak itu.
"iya kak, waktu itu aku dan ibuku di tolong oleh warga disana"...
"aku juga melihat kakak, tapi kakak enggak lihat aku ya?" tanya anak itu tentang kejadian kecelakaan itu.
"kakak enggak lihat kamu" jawab sania.
"jadi sekarang kamu lagi ke adaan koma udah hampir mau tiga hari sama besok?" kata sania.
"iya kak, aku juga bingung kenapa aku enggak bisa masuk ke tubuhku" ungkap anak itu.
"tolongin aku kak, aku enggak tega lihat ibuku terus menangis seperti itu" kata anak itu.
"iya besok kakak bantu kamu buat bisa masuk ke tubuh kamu lagi" kata sania dia pun tersenyum ke arah anak itu.
"ya udah kak, aku pergi dulu ya kak" kata anak itu yang perlahan-lahan menghilang.
"kamu mau kemana?" tanya sania.
"aku mau ke rumah sakit lagi menjenguk ibuku" kata anak kecil itu.
dia pun menghilang dan pergi meninggalkan sania.
sania melihat ke atas dan sambil melambaikan tangannya dia juga tersenyum, lisa yang melihat dari atas kasur sania pun dibuat bingun dan keheranan dengan perilaku sania.