Sania Anak Indigo

Sania Anak Indigo
77. Mereka Menyerang


Mereka bertiga segera turun untuk meninggalkan gedung tersebut, tetapi saat mereka akan menuju tangga sosok wanita itu muncul dekat dengan tangga.


Saat mereka mulai akan melangkah Sania melihat sosok tersebut dan langsung menghentikan langkahnya ia juga menahan Lisa dan Hana.


"Lho ada apa Sania?" Hana menoleh ke arah Sania yang sedang menahannya, "itu... itu di depan kak" kata Sania ia sambil menunjuk ke tangga, Hana melihat ke arah depannya ia tidak dapat melihat apapun selain dinding kusam.


Sama halnya dengan Hana, Lisa juga tidak dapat melihat apa yang Sania lihat, mereka berdua bingung apa yang di tunjuk oleh Sania disana, "Itu.. sosok wanita yang tadi" ucapnya.


Mereka berdua terkejut saat mendengar seosok wanita dari Sania, "di dekat tangga itu?" kata Hana ia mencoba memperjelas arah yang Sania maksud, Sania mengangguk namun tiba-tiba matanya menjelit ke arah tempat ia melihat sosok tersebut.


Sosok wanita itu menghilang dan berpindah dengan cepat, ia berpindah-pindah ke arah samping dan terus mengelilingi ruangan itu dengan cepat, Sania yang melihatnya ia mengikuti arah wanita itu pindah.


Ketika Sania mengikuti perginya dan pindahnya sosok wanita tersebut ia di kejutkan dengan kepindahannya yang tepat di depan wajahnya, sosok itu berpindah tepat di depan wajah Sania dan membuat Sania mundur beberapa langkah dan akhirnya terjatuh di lantai.


"Sania kamu kenapa?" Hana dan Lisa sudah mulai merasa panik dan takut melihat sikap Sania yang tidak wajar melihat ke kanan dan kirinya matanya juga tidak terkontrol karena ke waspadaannya.


Mereka berdua lalu membantu Sania untuk bangun, "Ayo kita pergi aja dari sini!!" Hana mengajak mereka berdua untuk segera meninggalkan lantai 4 mereka harus keluar dari lantai tersebut.


Sesegera mungkin mereka harus pergi situasi di lantai 4 juga sudah tidak wajar di rasakan kepanikan dan rasa takut menghantui mereka bertiga di dalam sana, Hana dan Lisa merangkul Sania mereka membantu Sania untuk berjalan.


Saat mereka berdua sedang berjalan menuju tangga, tiba-tiba Sania terkena serangan dari sosok tersebut ia terpental di antara Lisa dan Hana, Sania terpental hingga dekat dinding jendela lantai 4.


Hana dan Lisa seketika langsung menoleh ke arah Sania yang terpental lumayan jauh dari mereka berdua, mereka melotot dan memutar badannya bersamaan ke arah Sania.


"SANIA!!" seru Hana melihat adiknya yang jatuh ke arah dinding. Mereka segera menghampiri Sania "Sania!! Sania!!" seru Hana sambil berlari ke arah Sania, "Sania kamu nggak apa-apa?"


Sania tidak menjawab ia merintih merasa kesakitan karena terbentur oleh dinding, "Aduh!! duh!!" Sania memegangi punggungnya, "Kita harus cepat pergu dari sini, disini udah nggak normal!"


"Untuk penunggu ruangan ini saya mohon!! saya mohon!! untuk tidak menyakiti kami!! kami akan segera keluar dari sini!!" seru Hana dengan lantang ia mengatakannya.


Sosok wanita itu hanya melihat mereka bertiga, ia terus menatap ke arah Sania dengan tatapan yang tajam di belakang sosok wanita itu juga ada beberapa sosok hitam disana seolah mereka semua membantu dan mendukung sosok wanita tersebut.


Sania menatap ke arah mereka ia sangat paham sosok tersebut sepertinya marah dan merasa sangat benci entah apa yanga membuat mereka semua seperti itu yang jelas saat ini, itu membuat Sania tidak berdaya.


Tetapi tidak terduga sosok hitam yang ada di belakang sosok wanita itu maju dan menutupi sosok wanita itu seolah dia melindunginya dari Adhyasta, "cepat kalian pergi, disini bahaya!" ucap Adhyasta.


Lalu Sania segera mengajak Hana dan Lisa untuk pergi meninggalkan ruangan ini, mereka berjalan sambil membantu Sania untuk berjalan, tetapi saat mereka sudah mendekati tangga sosok wanita itu malah sudah berada di tangga terlebih dahulu.


Ia mencegah Sania untuk turun, ia berdiri menatap Sania, situasinya juga semakin rumit di dalam sana Adhyasta juga sedang di serang oleh sosok hitam yang terus melindungi sosok wanita itu.


Sania menatapnya dengan ketakutan yang luar biasa saat mereka sedang bertatap-tatapan "Sania kenapa berhenti?!" Hana di buat bingung lagi oleh adiknya saat mereka akan segera turun dari lantai 4 hanya tinggal beberapa langkah lagi mereka dari tangga.


"Aku nggak mau turun kak!! dia ada di depan aku!!" ucapnya, "Di tangga ini!!" mereka di buat tidak dapat bergerak disana dan jalan satu-satunya adalah kembali lagi ke lantai 4.


Mereka di paksa untuk tetap di lantai 4 dan tidak boleh turun dari sana, mereka bertiga berjalan mundur bersama-sama hingga mepet dengan dinding.


"Kamu mau apa?!!" seru Sania, tetapi tidak ada jawaban dari sosok tersebut ia terus menatap Sania dari jarak dekat, ada gerakan tangan dari sosok tersebut ia menggerakkan tangannya dari arah Lisa Sania dan terakhir Hana.


Sania mengikuti gerakan tangan sosok tersebut dan tiba-tiba Lisa dan Hana ketakutan mereka bersembunyi di bahu Sania, "Apa yang kamu lakukan!!" Sania berteriak ke arahnya.


Sosok itu segera mundur dari Sania ia mulai berjarak lagi darinya, Sania melihat ke arah Adhyasta berada namun sepertinya Adhyasta sedang kesusahan menghadapin pengawal dari sosok wanita tersebut.


"Sania!!" ... "Aku takut!!" ucap Lisa ia masih menutupi wajahnya di bahu Sania, "Jadi ini yang kamu lihat toh Sania" kata Hana. "Apa kakak sama Lisa bisa lihat mereka?" Sania mulai mengartikan yang di katakan oleh Hana.


"Iya, dan sosok wanita itu ada tepat di depan kamu" kata Hana, lalu Sania mengingat gerakan tangan dari sosok wanita itu dan gerakan itu juga mengeluarkan aura berwarna hijau saat itu.


'Oh iya aku baru ingat warna aura yang muncul di gerakan tangan dari sosok tadi, itu warna hijau namun sedikit pudar'


'warna aura itu mirip kayak aura merah waktu itu, itu buat aku kehilangan kesadaran waktu itu' Sania mulai maju melangkah meninggalkan Hana dan Lisa di dekat dinding.


"Kak Adhyasta! sosok itu ada aura berwarna hijau!" seru Sania ke arah Adhyasta, "Oh iya? kalau begitu itu aura yang kemungkinan lebih bahaya dari aura merah kemarin" ucapnya.


Sania mencoba mendekat ke sosok wanita itu namun namun sosok tersebut berpindah-pindah tempat dengan cepat. "Hentikan!" seru Sania, "Hentikan kamu jangan mengganggu!" ucap Sania.


Tetapi justru ucapan Sania di kembalikan dengan tatapan yang sangat tajam oleh sosok tersebut ia juga ia terbang di selimuti oleh aura hijau, dan aura itu semakin jelas saat pertama kali Sania melihat aura tersebut.