
Cheryl muncul di balik pintu ruangan kamar dirinya, sania melihat cheryl yang sedang berdiri di hadapannya. dia hanya menatapnya dari arah depan ibunya.
"bagaimana aku bisa tidak menangis sepanjang hari yang melihatnya begini" ucap ibu cheryl kemudian dia mengelap air matanya.
sania memegangi pundak wanita itu dan melihat ke arah cheryl, namun cheryl hanya terdiam melihat ibunya yang sedang seperti itu.
"ibu jangan putus asa begitu, cheryl pasti bisa bangun" ucap sania memberi semangat ke pada wanita itu.
namun nampaknya wanita itu sudah tidak memiliki rasa semangat lagi dia merasa pasrah dengan ke adaan yang sedang di alami itu.
"bagaimana aku bisa tau kalau dia akan kembali, sementara dia antara hidup dan mati" ucap ibu cheryl lagi-lagi dia menangis tak kuat menahan pilunya itu.
sania terdiam dan melihat wanita itu menangis dia juga menatap cheryl yang ada di hadapannya tetapi cheryl pun ikut menangis tidak tega melihat ibunya seperti itu menangisi dirinya.
***********
"sebelah mana ya?" hana mencari ruangan yang di masuki oleh adiknya. "kalo enggak salah tadi tuh dia ke arah sini deh" ucap hana melihat ke kiri dan kanannya sambil berjalan.
"kamu dimana sih sania, kakak khawatir lho!" ucap hana sedikit cemas dan memikirkan sania. "aku coba tanya sama orang-orang di sini aja siapa tau ada yang lihat" ucapnya kemudian hana pun mendekat ke arah seseorang yang sedang duduk di kursi.
Saat Hana sedang mencari-cari Sania adiknya tiba-tiba ada seseorang yang muncul di kamar tempat Cheryl yang sedang terbaring lemah disana. Melihat suasana di kamar tempat Cheryl berada terasa sangat haru dan sedih disana.
Sania yang sedari tadi berada di dalam hanya bisa menyaksikan wanita atau Ibunya Cheryl menangisi anaknya itu. Tetapi Cheryl pun berada di sana hanya saja dia tidak terlihat oleh Ibunya itu.
Tok-tok, suara seseorang sedang mengetuk pintu kamar Cheryl, terlihat dari kaca dalam ruangan ada seorang pria yang akan masuk ke kamar itu. Sania memandanginya dengan penasaran 'siapakah pria itu? Apa yang ingin di lakukannya?' semua terlintas di benak dan pikiran Sania.
Setelah pria itu mengetuk pintu kamar ruangan Cheryl dia pun membuka pintu itu secara perlahan-lahan dan juga masuk secara perlahan-lahan. Seletah dia masuk dan menutup pintunya, Sania menatap pria itu dengan tatapan serius sebelum akhirnya wajah pria itu terlihat oleh Sania.
Saat Pria itu menengok dan memalingkan pandangannya ke arah Sania dan juga Ibu Cheryl, Sania memperhatikan wajahnya dengan jelas 'Apakah aku pernah melihatnya sebelumnya?' dalam pikiran Sania.
Sania menatap pria itu dengan jeli dia mencoba mengingatnya sepertinya dia merasa sudah pernah bertemu dengannya. Saat Sania sedang memikirkan dan menatap pria tersebut dengan jeli, tiba-tiba Cheryl yang berada di belakang pintu ruangannya pun mendekat dan berpindah kesamping Sania berdiri.
Sania menengok ke arah kirinya sesaat sebelum sang pria itu menghampiri Ibunya. "Kak! Lihat deh boneka itu!" ucap Cheryl berbisik ke Sania. Lalu Sania melirik ke boneka yang di pegang pria itu.
Sania hanya memandangi pria itu dari sebelah kiri Ibu Cheryl lalu 'Apa dia mengingatku?' dalam pikiran Sania sesaat Sania mengingat kejadian perampokan di mini market waktu itu.
Namun nampaknya Pria itu tidak mengenali Sania yang berada di sana tetapi Sania merasa gugup dan gemetaran mengingat Pria itulah yang merampok dan meminta barang-barang miliknya dan juga Lisa.
Terlihat sisi baik dari Pria itu yang nampak menyayangi Cheryl dan juga Ibunya, namun Ibu Cheryl masih belum tahu sang Suaminya itu adalah penjahat yang merampok orang-orang di luar sana.
"Sania!!"... "Sania!!" Seru Hana dari luar yang memanggil-manggil dirinya. Suasana di dalam ruangan pun sedikit terpecah olehnya lalu Sania mencoba keluar dari dalam ruangan Cheryl dan mencari kakaknya.
Terlihat dari lorong sebelah kanannya Sania melihat Hana yang sedang mencari-carinya. Lalu Sania pun keluar dan mendekat ke arah Hana disana. "Kakak!" Seru Sania dari depan pintu kemudian dia berlari-lari kecil ke arah Hana.
Hana menoleh ke suara yang memanggil dirinya dari sebelah kirinya. Sontak dia merasa senang melihat adiknya itu yang mendekat ke arahnya dia berada.
"Kakak ngapain kesini?" tanya Sania melihat Hana berada di rumah sakit yang sama dengannya. "Kebetulan kakak ikutin kamu, kakak penasaran sama kamu tadi pagi waktu pergi." Ucapnya.
Nampak dari depan kamar ruangan Cheryl terlihat Cheryl beridiri disana melihat Sania yang menemui Hana. Lalu Cheryl mendengar Ayahnya akan keluar sebentar. Dia pun menengok ke Ayahnya yang sedang Mengobrol bersama Ibunya.
Terlihat sang Ayah mencium dirinya dan meletakkan boneka yang Ia bawa tadi, boneka itu Ia letakan di dekapan tangan Cheryl. Lalu dia pun mengusap-usap dahinya dan tersenyum "cepat sembuh ya sayang" ucapnya. Setelah itu dia pun keluar meninggalkan Ibunya dan Cheryl.
Saat Ayah Cheryl keluar dan pergi ke arah dimana Sania dan Hana berada saat mereka berlintasan mereka sama-sama melirik dan memandang sekilas dari arah samping secara bersamaan. Setelah itu terlihat Cheryl berada di belakangnya berjalan membututi Ayahnya.
Sontak saja Sania terkejut melihat Cheryl yang membuntuti Ayahnya dari belakang dan Cheryl pun memberi kode ke Sania untuk mengikuti dirinya pergi. Sesaat dia memandangi Hana dan kemudian dia menengok lagi ke arah Cheryl. "Kamu kenapa?" tanya Hana melihat Sania menengok ke arahnya dan juga Pria yang lewat itu.
"Aku mau ikut orang itu!" kata Sania menunjuk ke Pria yang berjalan itu. Hana melihat dia menunjuk ke arah Pria itu. "Ngapain ikut dia?" tanya Hana penasaran dengan yang di pikirkan Sania.
Tanpa memberi jawaban Sania pun berjalan membuntuti Pria itu lalu, melihat Adiknya yang berjalan sedikit cepat Hana juga mengikuti Sania yang sedang membelakangi Pria itu.
"Ayo kak cepetan aku mau ngikutin Ayah!" sery Cheryl dan membuat Sania menangguk. Hana melihat Sania sedang mengangguk dan membuat dia semakin penasaran dengan adiknya yang akan pergi meninggalkan rumah sakit.
Sesaat setelah sampai di luar di halaman rumah sakit dari kejauhan terlihat Ayah Cheryl menaiki mobil yang sudah lama menunggunya itu dan terlihat juga ada 5 orang disana dan mengobrol disana.
Sania mengintip mereka dari dinding di balik pintu keluarnya rumah sakit itu terlihat juga Hana yang berada di sampingnya dan juga Cheryl yang berdiri di depan melihat ayahnya itu.