Sania Anak Indigo

Sania Anak Indigo
32. Cheryl Tahu?


Saat di ruang makan sania mulai menceritakan semuanya ke hana, dia menceritakan saat dirinya di tinggal hana 3 hari kemarin dan juga menceritakan kisah perampokan mini market.


"Tapi kamu enggak kenapa-kenapa kan dek?" tanya hana yang sedikit khawatir dengannya.


"aku enggak apa-apa kok kak, untung waktu itu ada lisa, jadi dia nolongin aku" kata sania.


"terus waktu di hari pertama kakak pergi mereka dateng ke rumah" ucapnya.


"ooo, eh anak kecil itu kamu masih ketemu sama dia?" tanya hana.


"tadi doang sih kak, cuma waktu tadi pagi ngasih tau tentang kecelakaan itu doang" kata sania.


"oo gitu, tadi juga kakak di tabrak sama orang yang di kejar polisi" kata hana sambil menceritakan hal tadi pagi.


"terus dia ketangkap kak?" tanya sania.


"enggak, dia kabur, sehabis nabrak kakak terus kakak jatuh dia juga ikut jatuh tapi dia langsung bangun dia ngeliatin kakak terus dia lari gara-gara ngeliat polisi di belakangnya" ungkap jelas hana.


"untung kakak enggak apa-apa ada polisi nolongin kakak tadi" tambahnya.


"syukur deh kalo kakak enggak apa-apa"...


"perampok itu pake kupluk enggak kak?" tanya sania tentang perampok yang menabrak hana.


"iya dia pake kupluk hitam" ungkap hana.


"rombongan kak?" tanya sania sekali lagi.


"enggak dia sendiri kok yang kakak lihat" kata hana.


"kenapa memang?" tanya hana.


"enggak ada sih, cuma kalo rombongan bisa jadi itu yang ngerampok di mini market waktu itu" kata sania.


kemudian pun mereka melanjutkan makan siangnya setelah sania bercerita semuanya ke hana dia juga merasa senang karena hana sudah berada di rumah lagi.


setelah mereka selesai makan siang mereka merapikan meja dan membawa semua makanan ke dapur, namun disaat sania di dapur tiba-tiba ada cahaya berkilau secara reflek dia menutup matanya dari kilauan cahaya itu kemudian muncul cheryl setelah kilauan cahaya itu.


kemudian sania membuka matanya dan melihat cheryl yang ada di sana.


"eh cheryl!" kata sania terkejut melihatnya.


cheryl pun tersenyum melihat sania, kemudian sania mengajaknya ke kamar sania.


"ada apa ril?" tanya sania ke dirinya.


"kak, aku mau cerita" ucap cheryl yang terlihat gelisah.


"cerita aja emang ada masalah apa?" tanya sania yang melihatnya gelisah.


"tadi pagi waktu aku abis nemuin kakak, aku pergi ke tempat ayah aku" kata cheryl


"terus kenapa?" tanya sania.


"waktu aku pergi kesana aku lihat ayah pake topeng kupluk gitu" ungkapnya dan mengingat ayahnya yang memakai kupluk.


sania pun terdiam dengan cerita cheryl dan berpikir tentang ayahnya itu.


"kamu ikutin enggak?" tanya sania ke cheryl.


"iya aku ikutin, abis itu dia ke toko emas di jalan melati no 3" ungkap cheryl yang melihat ayahnya ke toko emas.


kemudian sania kembali tidak bergeming dengan yang di ceritakan oleh cheryl.


"aku takut kak, nanti ayah di tangkap polisi lho" ucap cheryl dengan mata berbinar kemudian tidak lama dia meneteskan air matanya.


"kamu mau tau enggak?" tanya sania ke cheryl.


"apa itu kak?" jawab cheryl.


"sebelumnya juga kakak udah tau kalo ayah kamu itu perampok" kata sania menceritakan tentang ayahnya cheryl, namun nampaknya cheryl sedikit tidak percaya dengan sania bahwa ayahnya itu mencuri.


"kakak pasti bohong kan?" ucap cheryl yang tidak percaya dengan yang di ucapkan sania.


kemudian sania lagi-lagi hanya tersenyum ke cheryl yang tampak kacau disana.


"kamu tau kan kenapa kakak bisa tau nama kamu tadi pagi?" kata sania dia menanyakan kejadian tadi pagi.


cheryl kemudian menatap sania dan mengusap air matanya itu.


"iya, kakak kenapa bisa tau?" tanya cheryl yang sedang bersedih.


"kakak sebelumnya juga ketemu perampok di mini market yang sebelumnya kamu kecelakaan disana" ucap sania.


"tapi kakak enggak sengaja pegang tangan perampok itu, terus kakak lihat tentang kejadian kebakaran rumah kamu" tambah sania.


kemudian cheryl pun mulai memahami tentang cerita sania itu dan kemudian dia bertanya kepadanya tentang ayahnya itu sebelumnya.


"kalo kakak ketemu ayah aku sebelumnya dan melihat masa lalunya, kenapa kakak enggak cerita ke aku?" tanya cheryl dan menanyakan sania menyembunyikan hal itu darinya.


"kakak bingung mau cerita ke kamu, kakak juga bingung mau cerita bagaimana pasti kamu enggak percaya" ucapnya dan merasa sedikit bersalah dengan cheryl.


"ya udah kak, tapi sekarang aku juga udah tau" kata cheryl dia pun memejamkan matanya dan mengusap air matanya lagi.


sania melihat cheryl yang sedang bersedih itu secara refleks memeluknya dan mengatakan sesuatu ke dirinya.


"maafin kakak ya kalo kakak nyembunyiin hal itu dari kamu" kata sania dalam pelukan cheryl.


"iya kak, aku bisa ngerti kok kakak pasti juga mau cerita mikirin perasaan aku" kata cheryl kemudian perlahan-lahan dia mulai menghilang dari pelukannya sania.


sania kemudian menatapnya dan tersenyum ke arah cheryl.


"kamu mau kemana?" sania bertanya kepadanya. tapi dia tidak menjawab perkataan sania, hanya saja dia mengangkat tangannya dan melambaikan tangannya.


sania membalas senyumannya sebelum dia menghilang, dia terlihat sedang bersedih namun dia menyembunyikan kesedihan itu dengan bersenyum ke arah sania.


setelah itu dia tidak terlihat lagi entah kemana dia pergi tapi nampak terlihat dia pergi untuk menyendiri karena kelakuan ayahnya yang dia lihat sebelumnya.


sania pun menarik napas dan mengembuskannya berkali-kali dia merasa sesak sekali dan merasakan apa yang cheryl rasakan.


kemudian dia pun keluar dari dalam kamarnya dan menemui hana yang sedang berada di dapur untuk di ajak ngobrol dengannya.


"kak!!" seru sania dari ruang tengah dan berjalan menuju dapur.


"kak!" serunya lagi. "iya kakak di dapur!" seru hana terdengar suaranya dari dapur, kemudian sania pergi ke dapur dan memiringkan badannya dan melihat hana disana.


Hana menoleh ke arah pintu dapur dan menatap sania yang sedang berdiri disana kemudian dia menegurnya "ada apa sania?" tanya hana.


Sania tidak menjawab Hana lalu dia mendekat ke arah Hana dan membantu Hana yang sedang mencuci piring disana.


Hana hanya melihatnya berjalan mendekatinya dia nampak penasaran apa yang di perbuat oleh adiknya, sesaat Hana menatap Sania tetapi dirinya hanya tertunduk menutupi wajahnya dari pandangannya.


"Kamu kenapa?" Hana menanyai Sania dengan mengerutkan dahinya dan menaikan alisnya sebelah.


Kemudian Sania perlahan mulai mengangkat kepalanya dan menatap Hana, dengan mata yang sedikit sebab karena menahan kesedihannya.


"eh, kamu ada masalah apa? Sania!" Ucap Hana yang sedikit cemas melihat adiknya dengan wajah yang seperti itu.


Dia pun memegang kedua pundak Sania namun lagi-lagi Sania tertunduk menutupi wajah sedihnya.