
Krekk.. krekk...
Sania membuka pintunya.
"eh, lisa, widia, febby"...
"kok tumben sore-sore gini datang?" tanya sania.
"hehe"...
"kita datang mau main" kata lisa sambil senyum-senyum.
"ya udah ayo masuk" ajakan sania.
mereka pun masuk ke rumah sania, saat di dalam widia yang begitu penasaran tentang kelanjutan cerita lisa di rumahnya tadi dia pun menanyai ke lisa.
"lisa"..
"aku masih penasaran sama cerita kamu di rumah" kata widia berbisik.
"iya nanti kita obrolinnya bareng sania" bisik lisa ke widia.
"sania!!" seru lisa.
dia pun menenggok ke arah lisa.
"iya kenapa lisa?" tanya sania.
"kak hana kemana? kok tumben enggak ada di rumah?" tanya lisa.
"ooo, dia tadi pagi bilang sama aku kalo dia mau ke rumah temannya di luar kota"...
"jadi aku di rumah selama 3 hari sendirian" kata sania.
"ooo gitu"..
"kalo gitu kita tidur di rumah kamu aja malam ini"...
"bagaimana? kalian setuju kan?" tanya lisa ke widia dan febby.
"iya enggak apa-apa"...
"sekalian nemenin kamu di rumah" kata widia.
"ya udah kalo gitu aku mau mandi dulu ya" kata sania.
dia pun berjalan ke arah kamarnya lalu berjalan ke arah kamar mandi.
saat sania mandi mereka pun duduk di ruang tengah dan menunggu sania di sana.
"eh keluarin dong kuenya" kata lisa.
febby pun mengeluarkan kue itu dari dalam tasnya dan meletakkannya di meja, kemudian lisa mengambil piring untuk kuenya.
"oke kita taro sini" kata lisa.
lisa pun meletakkan kuenya di piring, saat itu juga sania pun selesai dia pun keluar dari kamarnya.
"kalian ngapain" kata sania dari pintu kamarnya.
"kami bawa kue"...
"hehe" kata lisa.
sania berjalan ke arah mereka di meja.
"ini siapa yang buat?" tanya sania.
"kami dong" jawab febby.
sania pun duduk, widia memotong kue itu dan masing-masing mengambil satu potongan.
"enak, ini beneran kamu yang bikin feb?" tanya sania yang begitu menikmati kue itu.
"ehe, bukan sih"...
"ini si lisa yang buat tadi kami di dapur cuma nerusin aja" kata febby
"ooo,, kok tumben kamu bikin kue lis"...
"enak lagi" kata sania sambil sedikit tersenyum.
"jadi kalo aku bikin kue enggak enak nih?" bualan lisa ke sania.
"ehe enggak juga sih" jawab sania dan melanjutkan makan kue.
"mau lagi?" tanya widia.
"mau" febby
"mau" lisa
"mau" sania
"oke kita potong lagi kuenya" widia pun memotong kuenya lagi.
sania berdiri dan berjalan ke arah dapur untuk mengambil minum, dia membuatkan jus untuk teman-temannya.
"lisa" tanya febby.
"iya kenapa feb?" tanya lisa.
"tanyain gih nanti ke sania soal cerita kamu yang tadi di rumah kamu" kata febby.
"iya lisa" kata widia.
"iya-iya tunggu dong, aku abisin kuenya dulu" jawab lisa.
setelah selesai membuatkan jus sania kembali ke ruang tengah dan membawakan minuman untuk teman-temannya.
"kalian haus kan?"...
"aku bawain minum nih" kata sania sambil membawakan minuman menggunakan nampan.
Tak.. tak.. tak..
surrrr.. surrrr... surrrr...
sania meletakan gelas dan menuangkan minum untuk teman-temanya.
"sania" kata lisa.
"iya lis kenapa?" tanya sania sambil menuangkan minum.
"kamu udah enggak kenapa-kenapa kan?" tanya lisa ke sania.
"ooo,, udah enggak kenapa-kenapa kok"...
"aku cuma masih kepikiran soal tadi doang" kata sania.
"soal apa?" tanya lisa.
"soal yang aku ngasih uang ke orang itu"..
"aku belum berani ceritain ke kamu tadi" kata sania.
akhirnya sania pun mau menceritakan kejadian itu ke pada lisa dan teman-temannya.
lisa yang di buat penasaran oleh sania soal kejadian perampokan itu pun akhirnya mulai mengetahui apa yang di alami oleh sania.