
Gedung yang akan Hana datangi terdapat kobaran api, gas di dapur rumah sakit itu mengalami kebocoran dan langsung meledak.
"Kenapa kamu bisa tau Nia?" Hana masih penasaran dengan Sania yang mencegahnya untuk pergi.
Jika tadi Sania tidak mencegah Hana kemungkinan Hana yang sedang berjalan di dekatnya terkena ledakan dari gas tersebut.
"Aku juga nggak tau kak, tapi aku cuma ngerasain ada yang aneh sebelum kakak pergi ke gedung itu" ucap Sania.
Hana belum bisa mengerti dengan kondisi Indigo Sania dari kecil, namun Hana sering sekali di peringatkan oleh adiknya sedari kecil saat mereka bersama jika ada masalah atau sesuatu Sania pasti memberitahunya.
Akhir-akhir ini Sania sering berpergian sendiri tanpa memberitahu Hana, ia pergi karena takut akan hal lain yang akan menimpa dirinya jika Hana ikut atau tau.
"Udah kak! sekarang udah nggak apa-apa! kakak tadi mau kesana kan" kata Sania seolah dia tau akan kejadian ini. "Iya, tapi gedungnya lagi kacau begini!"
"Lisa, ayo kita pulang!" Sania mengajak Lisa yang masih melihat ke arah keramaian orang-orang. "Ya udah ayo, kita langsung pulang!" kata Lisa matanya juga masih memandang ke arah keramaian itu.
"Kak,, aku sama Lisa mau pulang dulu ya!" kata Sania. "Ya udah kalian hati-hati, nanti kakak langsung pulang!"
Sania dan Lisa berjalan keluar rumah sakit saat sampai di pinggir jalan Lisa mencoba mencari sebuah mobil. "Ehh Lisa!! kita kan harus ke kantor polisi dulu!!" kata Sania sedikit kesal. "Eh iya, aku lupa Nia!" Lisa tersenyum manis.
"Ya udah ayo" mereka berdua berjalan menyusuri trotoar sampai ke ujung pagar rumah sakit. Sampai disana ada sebuah bank, dan juga sebelahnya ada kantor polisi yang berjarak sekitar 300 meter dari bank.
"Ke kantor polisi kamu mau ngapain Nia?" ... "Udah nanti aja kamu pasti tau!" ucap Sania dia masih belum memberitahu ke Lisa bahwa akan terjadi perampokan di sebuah bank dekat rumah sakit.
Mereka berdua belum sampai di kantor, mobil para komplotan perampok itu datang, Sania melihat mobil yang baru saja lewat di depannya itu. Dia melihat dengan seolah dia tau bahwa itu adalah mobilnya.
'Kayak kenal aku sama mobil itu' pikir Sania melihat mobil tersebut. "Lisa!! ayo cepetan!" mereka berdua lalu menyembrangi jalan untuk sampai ke kantor.
Saat mereka berdua sampai di sebrang jalan, Sania berbalik badan dan melihat ke arah sebrangnya melihat ke arah bank. Benar saja dugaan Sania bahwa itu adalah perampok yang di katakan Cheryl sebelumnya.
Sania langsung masuk ke kantor dan melaporkan, Dia menceritakan kalau di bank sedang ada perampokan disana!
Setelah Sania bercerita, banyak para polisi yang kurang yakin lantaran tadi ada beberapa personelnya yang dari sana. "Nggak ada dek! kamu mungkin menghayal!" ucap gurau polisi itu.
"Pak!! aku serius!! kalo bapak nggak percaya liat deh!!" kata Sania Serius. Dia mencoba mengajak salah satu dari polisi disana.
Kemudian Sania menunjukkan bahwa yang ia katakan sebelumnya itu benar. "Itu pak!!" Sania menunjuk ke bank.
"Lho kok bisa sih!! padahal tadi saya juga dari sana lho!" kata salah satu polisi yang Sania melaporkan tadi.
"Makasih ya dek kamu udah bilang, kamu tadi dari mana kok bisa tau bakalan ada perampokan disana?" kata Polisi itu. "Aku tadi lihat di mobil mereka semua bawa-bawa senjata!" ucap Sania dengan alasan yang mengada-ada.
Lisa yang berada di luar bingung dengan kejadian hari ini di dukung oleh Sania, dia terdiam memandang Sania dengan kagum. 'Hari ini bener-bener aneh!! semua kejadian hari ini Sania tau! seolah dia pernah ngalamin ini' pikir Lisa saat melihat Sania di dalam kantor.
Ada mobil pemadang yang datang ke arah rumah sakit, api yang tadi memancar dari bawah mulai membesar, dari kantor polisi pun terlihat oleh Lisa. "Wahh!! Apinya gede banget!" ucap Lisa.
"Tapi aku heran kenapa Sania bisa tau semua sih hari ini? Apa mungkin kebetulan aja?" Lisa berbisik-bisik ia berbicara sendiri dengan rasa penasaran yang di buat Sania.
Sania keluar dari kantor dan menghampiri Lisa yang sedang melihat ke arah gedung rumah sakit yang kebakaran itu. "Lisa!!" Sania menghampiri Lisa.
"Ehh Sania!! aku hari ini di bikin bingung sama kamu!" kata Lisa. "Kenapa?" jawabnya. "Kamu hari ini tau banyak hal hari ini, apa kamu pernah ngalamin ini atau mimpi atau yang lain?" Lisa mencoba mencari tau hal yang terjadi hari ini.
"Aku juga nggak tau kenapa bisa begini! tapi waktu tadi aku di rumah sakit, aku lihat aura aneh semua orang berwarna hitam!!" ucap Sania serius.
"Aura? Warna hitam?" Lisa lalu langsung berpikir bahwa Sania sebelumnya juga pernah bercerita tentang hal ini. "Apa yang kamu lihat itu sama kayak mbak yang jualan di depan sekolah?" kata Lisa.
"Iya Lis, sama persis!! tapi waktu kita keluar terus ketemu kak Hana, aku juga bingung kenapa kak Hana bisa sama warnanya!" jelasnya. Mendengar ucapan Sania barusan sepertinya Lisa bisa mengerti.
"Jadi kamu cegah kak Hana biar dia selamat? waktu kamu udah cegah dia pergi apa warnanya masih sama?" Lisa semakin penasaran. "Tadi kan hitam! terus waktu aku lihat lagi udah nggak ada!" kata Sania.
"Mungkin bisa di cegah kali Nia! kamu bisa cegah orang yang punya aura buruk gitu!" kata Lisa. "Iya kali, tapi waktu kita coba ngasih tau ke mbak itu, dia sampe sekarang baik-baik aja" kata Sania.
"Eh tapi aku masih di selimutin banyak bayangan hari ini!" kata Sania. "Apa? bayangan hitam?" Lisa menatap Sania serius.
"Iya tapi punya mbak itu!!" ucap Sania. "Kamu masih di hantui bayangan mbak itu? kok bisa sih? kan udah 3 hari!!" kata Lisa aneh mendengarnya.
"Kamu tadi lihat aura bayangan orang-orang di dalam rumah sakit langsung ilang kok ini masih sih?"
"Aku juga nggak tau Lis, tapi kayaknya emang ini udah takdir dia deh!!" ... "Mungkin sih!!" Lisa mengangguk.
"Ya udah yuk ah kita pulang aja!" Lisa langsung mengajak Sania pulang dari sana. Mereka berdua keluar dari area kantor polisi dan berdiri di pinggir jalan mencari mobil yang akan di naikinya.
Mereka berdua melihat ke arah bank, para polisi itu berhasil menangkap beberapa komplotan penjahat itu. Lalu ada juga yang mengalihkan perhatiannya ya itu gedung rumah sakit yang tengah di padamkan oleh tim pemadang kebakaran.