Sania Anak Indigo

Sania Anak Indigo
76. Menghampirinya Dari Belakang


"Sania!! istirahat dulu sih aku capek" kata Lisa ia mengikuti Sania dari belakangnya. "Udah nanti aja kita sebentar lagi sampe kok" Sania menolak untuk istirahat ia terus berjalan melanjutkan menuju lantai 4.


Dengan terpaksa Lisa pun menuruti keinginan Sania yang katanya akan segera sampai di lantai yang ia tuju. "Masih jauh nggak Nia?" Lisa semakin penasaran ia menaiki tangga pun sudah sangat santai karena kelelahan.


"Satu lantai lagi" kata Sania mereka sampai di lantai 5, napas Lisa yang sudah terengah-engah dan tubuh yang sudah terasa lembab ia sambil menatap lantai di atasnya, lalu ia secara tiba-tiba duduk di sana.


"Huuuhh!! aku capek" ucapnya, melihat Lisa yang kelelahan seperti itu Sania memberi waktu ke Lisa sebentar, "Ayo Lis kita sebentar lagi sampe kok!" Sania semakin memaksa Lisa.


"Iya-iya tapi memang di atas ada apa lho Nia?" Lisa pun penasaran dengan Sania yang ingin sekali menuju ke lantai 6 "Diatas ada orang yang dari tadi ngawasin aku!" katanya.


"Kenapa dia nggak turun aja nemuin kamu!" Semakin lama mereka semakin beradu argumen dan tiba-tiba mereka mendengar suara langkah kaki, tok.. tok.. tok.. terus menerus menuju ke arah mereka.


"Ehh Lis!! kamu denger nggak?" Sania mencoba memperhatikan langkah kaki tersebut. "Iya Nia, kayak ada yang datang" mendadak mereka merasa takut, "Ayo Lis kita naik ke lantai atas aja!" Lisa segera berdiri dan mereka berdua melanjutkan ke lantai atasnya.


Sesaat sampai di lantai atas Lisa tidak melihat siapapun disana namun berbeda dengannya Sania justru bertemu dengan sesosok wanita yang memakai dress pink, ia berdiri tepat di ujung bangunan ini dan menatap ke arah bawah.


"Lisa, itu.." Sania menunjuk ke arahnya berada, "Dia ada disana" mereka berdua berbicara pelan, Sania mengangguk "Aku coba deketin" Sania perlahan berjalan mendekat ke arahnya, "Hati-hati Nia!"


Sania terus melangkah perlahan-lahan sampai ia berdiri tepat di belakangnya, ia mencoba menanyakannya "permisi!" kata Sania namun ia tetap tidak ada pergerakan dan terus berdiri diam disana.


Sania menoleh ke arah Lisa ia tampak ragu-ragu saat menoleh ke arah Lisa, sesaat ia kembali menoleh ke arahnya namun tiba-tiba wanita itu pun hilang dari sisi Sania.


Sania pun terkejut saat wanita itu sudah menghilang dari dekatnya ia pun segera mendekat ke Lisa "Ada apa Nia?" Lisa mulai bingung dengan dirinya yang berjalan cepat, "Dia hilang!!" ucapnya.


"Terus sekarang gimana dong?" mereka berdua mulai merasa takut akan sosok itu, apa lagi Lisa yang tidak bisa melihatnya, "kita pulang aja yuk Nia aku takut" kata Lisa


"Nanti Nia, aku yakin dia itu mau ngomong sesuatu sama aku tapi malah pergi" ucapnya. "tapi dia udah nggak ada disini kan Nia! kita pulang aja" Lisa terus memaksa Sania untuk pulang tetapi ia tidak mendengarkan perkataan Lisa Sania tetap ingin disini sampai ia bisa menanyakan mengapa dirinya selalu di hantui beberapa hari ini.


Saat mereka sedang meributkan untuk tetap disini dan pulang, sesosok itu muncul lagi di tempat yang sedikit redup cahaya ia berdiri disana menghadap mereka berdua.


"Lisa!! dia datang lagi" kata Sania. "Hah!! dia dimana?" tanyanya, Sania pun segera mendekat ke tempat ia berada disana. Sesosok itu menunduk dengan rambut yang lumayan panjang, wajahnya pun tertutup oleh rambut tersebut.


Perlahan-lahan Sania mendekat ke arahnya namun tiba-tiba beberapa benda di dekat Lisa pada berjatuhan dan membuat kebisingan disana, Lisa yang sedang diam menunggu Sania ia merasa terkejut.


Saat Sania menoleh ke arah benda tersebut ia justru melihat beberapa sosok disana sosok hitam kecil yang menjatuhkan benda tersebut. Sania juga mulai merasa takut karena mulai banyak sosok muncul disana.


"Lisa!! disini banyak banget sosok mereka!!" kata Sania dan mereka berdua mulai berdiri kaku disana, Sania menoleh lagi ke arah sosok wanita itu ia masih tetap berdiri disana, beberapa langkah lagi Sania mendekatinya namun karena ada sesosok hitam yang berada di sana itu membuat Sania takut.


"Sekarang harus gimana Nia!!" Lisa terus memegang erat tangan Sania, ia juga gemetaran keringat juga mulai becucuran, degub jantung juga terus berdetak.


Terdengar juga suara langkah kaki dari bawah yang semakin lama semakin mendekat ke arah mereka, Lisa pun menutupi wajahnya ke lengan Sania, "Sania apa lagi itu!!"


Sania juga tidak dapat bergerak ia juga merasakan apa yang Lisa rasakan, sosok hitam itu mulai bergerak mendekat ke arah mereka berdua, "Lisa!! mereka mendekat" Sania juga menutupi wajahnya ke tubuh Lisa.


Mereka berdua saling menutupi wajahnya masing-masing suara langkah kaki itu juga sudah terdengar di dekat mereka ia terus melangkah menuju lantai mereka berada.


"Dia semakin mendekat Lisa!!" kata Sania tetapi dirinya tidak memperhatikan suara langkahnya ia terus bersembunyi menutupi wajahnya.


"Nia kayak ada yang mendekat ke arah kita!!" suasana semakin tegang mereka berdua mulai merasa ketakutan berlebihan saat suara langkah kaki itu sudah di lantai ke 6.


Suara langkah kaki itu terhenti sebentar di dekat tangga, lalu kemudian langkahnya tertuju ke arah mereka berdua yang sedang saling menutupi satu sama lain, "Dia datang Nia!!!" Lisa semakin merasa gemetaran.


"Dia di belakang aku!!" langkah kaki itu terus mendekat ke mereka berdua dari belakang Lisa. Sampai ia benar-benar dekat berdiri di belakang Lisa, ia pun memegang pundak Lisa dan Sania.


"Aaaa!!!!!!" Lisa berteriak sekuat-kuatnya karena ketakutannya. "Ampuuunn!!! saya tidak mau mati disiniiii!!!" serunya sambil berteriak.


"Hei kalian ngapain disini!!" Hana berbicara kepada mereka berdua, setelah mendengar suara dari Hana mereka segera membuka matanya, rasa takut dan cemas mereka seketika berubah menjadi hilang.


"Kakak!!!" mereka berdua menangis memeluk Hana, mereka berdua sangat ketakutan. "Udah-udah!! kalian ngapain ke sini? disini kan udah nggak ada siapa-siapa!" Hana memeluk mereka berdua sambil bertanya seperti itu.


Namun mereka berdua masih terus menangis di pelukan Hana, setelah beberapa lama berpelukan dengan Hana mereka mulai merasa tenang.


"Gini kak! aku penasaran sama sesosok yang akhir-akhir ini sering datang" kata Sania. "Kenapa kamu nggak bilang ke kakak! terus kenapa kalian sampe datang ke gedung ini berdua" Hana penasaran yang di lakukan adiknya itu.


"dia waktu aku sama Lisa keluar dari rumah sakit dia di atas terus natap ke arahku" ucapnya.