MENIKAHI TIGA BELAS WANITA

MENIKAHI TIGA BELAS WANITA
Bikin Keributan


"Badan aku bagus nggak, Dek?" tanya Jiwo sambil cengengesan. Sedangkan yang ditanya makin tegang dan hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Kamu nggak ingin megang dan merabanya, Dek?"


Anisa hanya mencebikan bibirnya. Sebagai wanita normal, sudah pasti Anisa ingin meraba tubuh suaminya. Tapi Anisa lebih memilih menahannya agar tidak disangka wanita berkelakuan buruk. Meski pria yang ada dihadapannya adalah suaminya, tapi baru kali ini Anisa melihat tubuh atletis Jiwo.


"Mister nggak lapar?" tanya Anisa mengalihkan godaan sang suami dan pikiran nakalnya.


"Laper sih, tapi aku pengin makan yang lain," jawab Jiwo masih setia dengan senyum nakalnya.


"Makan apa?"


"Makan kamu."


"Apaan sih, Mister? Orang ditanya bener bener juga malah jawabannya kayak bitu," gerutu Anisa sedikit kesal. Tapi Jiwo malah semakin terbahak melihat sikap menggemaskan Anisa.


"Iya, iya, aku lapar. Tapi tolong ambilin ya? Bawa sini," pinta Jiwo.


Anisa langsung menurutinya. Bergegas Anisa beranjak ke dalam dan tak butuh waktu lama dia kembali dengan membawa nampan berisi makanan dan minuman untuk sang suami.


Dengan senang hati Jiwo menerimanya. Bahkan Jiwo langsung melahap begitu sepiring nasi beserta lauknya sudah ada di tangan Jiwo.


"Kamu udah makan, Sayang?" tanya Jiwo disela sela santap malamnya.


"Udah tadi," jawab Anisa sambil mengupas jeruk yang dia bawa tadi bersama nasi untuk suami. Sejenak mereka saling diam sambil menikmati makanan.


Tak butuh waktu lama, Jiwo telah menghabiskan makanannya. Begitu Jiwo selesai, Anisa langsung membawa piring dan gelas kotor ke tempatnya di dapur. Kemudian dia kembali menemani sang suami di ruang tamu.


"Tidur udah, makan udah, sekarang enaknya tinggal ngapain?" tanya Jiwo begitu Anisa duduk di kursi yang berbeda dengan dirinya.


"Nggak tahu," jawab Anisa sambil mengangkat kedua bahunya. "Mister nggak merokok?"


"Rokoknya ada di kamar, Dek. Males ngambil."


"Mau aku ambilin?"


"Boleh."


Mata Anisa hampir tak berkedip saat melihat gaya Jiwo sedang merokok sambil memamerkan tubuh atletisnya. Padahal Jiwo hanya duduk bersandar sedikit miring kekiri, tapi di mata Anisa, Jiwo nampak keren sekali dan terlihat seperti lelaki sejati.


"Kenapa cuma berani lihatin? Kalau pengin pegang ya pegang aja, Dek," ledek Jiwo saat matanya tak sengaja melihat sang istri menatap tubuhnya. Anisa sontak gelagapan dibuatnya. Wajahnya bersemu dan dia langsung berpaling menghindari tatapan Jiwo.


"Siapa yang lihatin?" kilah Anisa, dan hal itu sukses membuat Jiwo terkekeh. Tiba tiba ide untuk berbuat iseng hadir. Dia langsung berdiri dan bergeser hingga posisinya tepat berada dihadapan Anisa. Wanita itu terperangah dan mendongak. "Mister mau ngapain?"


Bukannya menjawab, Jiwo malah mencondongkan badannya seperti hendak menindih tubuh Anisa hingga tangan wanita itu secara spontan bergerak menempel di dada bidang Jiwo dan menahannya.


"Nah kan? Pengin megang aja pake malu dan pura pura nolak segala," ledek Jiwo sambil mesam mesem.


"Ih apaan sih?" sungut Anisa dan dia langsung melepas tangannya. Tapi Jiwo malah semakin membungkukan badannya. Mau tidak mau tangan Anisa kembali menempel di dada suami. "Mister ih."


"Kenapa?" balas Jiwo tanpa rasa bersalah.


"Mister mau ngapain sih? Udah malam, jangan buat keributan, nanti pada bangun," ucap Anisa memperingati.


"Ya udah, kita buat keributan di kamar, yuk?" ledek Jiwo dengan tatapan nakalnya. Anisa makin terkesiap. Jantungnya mendadak berdegup semakin cepat.


"Di kamar itu tidur, Mister, bukan buat keributan," balas Anisa.


"Ya udah ayok, kita tidur. Aku tidurin kamu."


"Mister kok mesum mulu sih?"


"Hahaha ... mesum sama istri sendiri ini."


Anisa langsung membekap mulut Jiwo agar tidak tertawa terlalu kencang. Diperlakukan seperti itu, ide nakal Jiwo datang lagi. Jiwo bergeser sedikit dan kedua tangannya langsung menyongsong tubuh Anisa hingga tubuh mungil itu terangkat.


"Mister!" pekik Anisa kaget. Namun hatinya merasa bahagia. Anisa membayangkan dirinya seperti seorang putri yang dibopong seorang pangeran.


"Ayok! Kita bikin keributan di dalam kamar," bisik Jiwo nakal.


...@@@@@@...