MENIKAHI TIGA BELAS WANITA

MENIKAHI TIGA BELAS WANITA
Keseruan Pagi


Berita tentang Jiwo, masih berseliweran di berbagai media. Terutama di acara acara gosip, info tentang Jiwo menjadi topik utama yang jadi bahan pemberitaan. Baik media televisi, radio maupun media online lainnya, berita tentang Jiwo masih berkeliaran dengan gaya berita yang unik dan menarik.


Yang menyebabkan berita Jiwo viral hari ini adalah kekompakan tiga belas wanita cantik yang tetap memilih tinggal bersama Jiwo dan menjadi istri dari satu orang pria. Kekompakan istri Jiwo terbukti saat bertemu dengan pihak kedutaan serta jawaban dari warga sekitar yang memang mengetahui kehidupan rumah tangga Jiwo.


Pagi ini, istri istri Jiwo juga tidak mau ketinggalan berita tentang suaminya. Sejak jam lima pagi sambil melakukan pekerjaan rumah, televisi di rumah Jiwo sudah menyala dengan suara yang lumayan keras. Semua itu mereka lakukan agar tidak terlewat berita tentang Jiwo.


"Eh ini Mister! Ini Mister!" seru Alana saat sebuah berita tentang Jiwo tayang. Semua yang mendengar teriakan Alana langsung saja menjeda pekerjaannya sejenak. Ada yang berhenti nyapu, menggoreng dan meninggalkan mesin cuci. Semua fokus dengan berita suami mereka pagi ini. Emak juga nampak serius menatap layar televisi tersebut. Sejak tadi Emak memang sudah duduk santai di depan televisi.


"Astaga! Kalian lagi pada ngapain?" tanya Jiwo dengan rasa terkejutnya. Dia baru saja bangun dari tidurnya. Hanya dengan memakai sarung Jiwo beranjak keluar kamar. Begitu pintu kamar dibuka, betapa terkejutnya Jiwo melihat istri istrinya menyebar dan terdiam tapi mata mereka fokus melihat layar tv.


"Lihat tuh, Mister! Mister masuk tv," tunjuk Adiba yang berdiri di tembok seberang pintu kamar Jiwo. Karena layar televisi membelakangi kamar Jiwo, dia maju dua langkah dan melongok ke arah kiri menatap layar televisi. Seketika Jiwo langsung cengengesan melihat dirinya sendiri saat di wawancara dua hari yang lalu.


"Apa ini beritanya di ulang ulang? Ini kan wawancara pas aku pulang jualan?" tanya Jiwo sambil melangkah menuju kursi panjang dan merebahkan tubuhnya disana. Jiwo sekarang lebih cuek jika sedang bersama para istri. Hanya dengan menggunakan sarung dia keluar kamar dan kembali rebahan di depan televisi.


"Nggak tahu, aku aja baru lihat beritanya di televisi," jawab Anisa.


"Sama, dari dua hari kemarin kan kita sibuk ini itu gara gara ada tamu penting," ucap Aziza menimpali.


"Toples toples sudah di isi belum? Takutnya nanti ada tamu dadakan?" tanya Emak.


"Masih penuh semua, Mak," jawab Aziza. Emak nampak manggut manggut sambil memandang meja kecil di pojokan sebelah televisi. Beberapa toples terlihat penuh isinya.


Begitu berita Jiwo habis semua kembali melanjutkan pekerjaannya. Kecuali yang sudah selesai, mereka meneruskan acara nontonnya. Emak pun ikut berdiri dan beranjak ke arah depan.


"Mau kemana, Mak?" tanya Jiwo.


"Ke tempatnya Novi, Mak pengin makan bubur."


"Aku aja yang beli, Mak," tawar Alana sambil berdiri mendekat ke arah Emak.


"Nggak usah, biar sekalian jalan jalan," tolak Emak. "Lagian kan dekat, sekalian mau mampir ke rumah Paman."


Alana mengantar kepergian Emak sampai ke teras. Setelah itu dia kembali duduk di kasur lantai depan televisi.


"Mister, bangun napa? Terus mandi," ucap Alina yang juga sedang duduk di kasur lantai.


"Nantilah, nggak ada kerjaan ini," balas Jiwo sambil menatap beberapa istrinya yang tengah santai di hadapannya.


"Kali aja ada tamu lagi, presiden mungkin," balas Alifa hingga Jiwo sontak terkekeh lirih.


"Mana ada presiden datang kesini gara gara hal kecil, Dek? Bupatinya aja udah turun tangan, pasti laporannya sudah sampai ke telinga presiden."


"Ya kan kali aja, Mister. Secara Mister kan lagi terkenal kayak artis," ledek Alana.


"Hahaha ... kalian ini menggemaskan sekali," ucap Jiwo dan dia bangkit dan duduk bersandar. Kedua tangannya dia rentangkan dan badannya melakukan gerakan ringan.


"Olah raga sana di depan, biar badannya makin bagus," Anisa bersuara.


"Hehehe ... iya nih, lama nggak olah raga, tapi badanku masih bagus,kan?" ucap Jiwo sembari berdiri dan memperagakan gaya seperti binaragawan.


Sontak saja mata para istri memandang takjub tubuh suaminya hampir tak berkedip. Jiwo yang merasa sedang dipandangi istri istrinya sontak saja makin bertingkah sok keren, lalu jiwa isengnya tiba tiba muncul. Sambil menyeringai jahat, Jiwo hendak melangkahkan kakinya ke arah dapur. Sebelum melangkah, dengan sengaja, Jiwo melepaskan lilitan sarungnya hingga sarung itu melorot.Mata para istri seketika langsung membelalak.


"Mister!" pekik mereka hampir bersamaan. "Dasar tukang pamer!"


"Tolong ambilkan handuk ya?" pinta Jiwo. Dengan santainya, dia melenggang menuju kamar mandi tanpa mengenakan apapun untuk menutupi tubuhnya.


"Dasar! Mister, gila!"


...@@@@@...