MENIKAHI TIGA BELAS WANITA

MENIKAHI TIGA BELAS WANITA
Butuh Olahraga


"Sial!"


"Kenapa, Mas?"


"Itu mantan pacar kamu, dagangannya rame banget."


"Oh ... namanya juga lagi tenar, Mas. Itu kan berkat kamu juga?"


"Iya, coba kalau nggak aku viral kan? Mana mungkin Jiwo dagangannya akan serame itu."


Titin memilih diam dan melanjutkan pekerjaannya. Namun saat itu juga Titin mulai khawatir dengan sikap suaminya. Jika Malik terus bersikap seperti itu, lama lama bisa ketahuan kalau merekalah dalang di balik akun penyebar berita kebohongan tentang Jiwo. Sekarang Titin jadi serba salah sendiri.


Berbeda dengan keadaan orang yang mereka benci. Saat ini pria bernama Jiwo sedang fokus melayani pembali yang terus berdatangan bersama lima istrinya. Sebenarnya Jiwo merasa tidak enak dengan pedangan lain yang sedang melihat keramaian di lapaknya, tapi mau bagaimana lagi, orang orang datang ke lapak Jiwo dengan sendirinya tanpa ada paksaan apapun.


Semakin siang dagangan Jiwo semakin rame dan stok semakin berkurang banyak. Ditambah lagi berita dari mulut ke mulut tentang barang dagangan Jiwo yang harganya murah, semakin rame lah orang orang berdatangan. Selain karena pengin lihat Jiwo secara langsung, mereka juga mencari barang. Banyak pembeli yang kecewa karena ada yang tidak kebagian barang yang mereka inginkan. Sampai Jiwo dan para istri beberapa kali mengucapkan maaf karena merasa tidak enak sendiri.


"Adanya lagi kapan, Mas?"


"Secepatnya ya, Mbak, akan aku usahakan."


"Aku tungguin loh."


"Iya, makasih, Mbak, atas pengertiannya."


Hingga menjelang siang, pengunjung di lapak Jiwo berangsur angsur berkurang dan makin lama makin sepi. Jiwo dan para istri segera membereskan sisa barang dagangan yang masih berserakan. Mereka tak henti hentinya mengucap syukur. Berkat berita Jiwo mencuat, rejeki tak henti hentinya mengalir.


"Apa kita tutup aja, Mister?"


"Ya udah tutup aja kalau udah nggak ada yang beli."


"Mister jadi ke tempat fitnes nggak?"


"Jadi lah, nanti agak sore."


"Jangan tebar pesona loh, ingat sudah punya tiga belas istri."


Jiwo langsung menatap Alifa karena merasa kaget dengan ucapannya, lalu tak lama kemudian dia terbahak. "Hahaha ... siapa yang mau tebar pesona, Sayang?"


"Ya kan kali aja Mister tebar pesona terhadap para wanita yang ada di sana. Secara Mister itu sekarang lebih tampan, badannya bagus dan sekarang terkenal. Nanti digodain banyak wanita gimana? Pasti di tempat fitnes, banyak wanita cantik dan seksi."


"Iya bener ucapan kamu, Fa. Nggak kebayang deh jika ada wanita lain yang ikut mencicipi isi celana Mister, aku bakalan nggak terima," Sambung Andin.


"Aku juga dong, aku istri pertama yang akan menindak tegas Mister jika sampai selingkuh," ucap Anisa dengan lantang.


"Ya kami kan cuma ingin menjaga kebahagiaan kami, Mister. Bahagia kami ya jika Mister setia pada istrinya," ucap Aziza.


"Kalau perlu, Mister beli aja alat fintes buat di rumah. Selain kami bisa ikut menggunakan alatnya, kami juga bisa menikmati pemandangan Mister yang sedang berkeringat banyak. Secara selama ini kan kita cuma lihat Mister berkirangat banyak kalau sedang main diranjang saja," Anum ikut menimpali.


"Betul!" seru ke empat istri yang lain, hingga membuat Jiwo ternganga dibuatnya. Bisa bisanya kalau soal mesum istrinya selalu kompak. benar benar keajaiban.


"Kalian ada ada aja, udah cepat dilanjut beres beresnya, biar kita bisa cepat pulang," titah Jiwo.


"Bilang aja udah pengin cepat cepat tebar pesona di tempat Fitnes," cibir Anisa.


"Astaga!"


Akhirnya, beres beres pun selesai dengan cepat. Mereka segera pulang dengan mengendarai motor yang tiga roda yang Jiwo bawa tadi pagi. Mereka benar benar jadi pusat perhatian orang orang yang ada di pasar.


Setelah beberapa puluh menit berlalu, akhirnya Jiwo pergi juga ke tempat fitnes. Sebelum berangkat, kembali terjadi drama para istri yang berat melepas suaminya pergi. Dengan perdebatan yang menggelikan, akhirnya Jiwo berhasil pergi ke tempat pembentukan badan agar sehat dan lebih bagus.


"Wuih! Artis kita datang!" seru seorang penjaga fitnes yang memang kenal dekat dengan Jiwo. "Gila! Hebat benar kamu, Wo. bikin iri."


"Apaan sih, Bay. Biasa aja kali. Kamu ini suka melebih lebihkan," balas Jiwo sambil cengengesan karena kembali jadi pusat perhatian para pengunjung tempat fitnes tersebut.


"Ya hebat lah, bikin kaum laki laki iri tahu nggak? Mana cantik cantik semua lagi istrimu. Nggak ada niat mau bagi bagi sama teman nih?"


"Enak aja! Emangnya roti," sungut Jiwo.


"Hahaha ... ya kali aja."


"Dah lah, aku mau ganti baju dulu, Bay."


"Sip bosku."


Jiwo melenggang ke tempat khusus laki laki ganti baju. Tanpa dia sadari ada dua pasang mata yang sedang memperhatikan langkahnya.


"Kita taruhan yuk? Siapa yang bisa godain Jiwo?"


"Hayuk! Siapa takut!"


"Dia pasti sangat perkasa diatas ranjang. Aku jadi penasaran."


"Sama, hahaha ..."


...@@@@@...