MENIKAHI TIGA BELAS WANITA

MENIKAHI TIGA BELAS WANITA
Percakapan Absurd


Waktu terus merangkak maju. Dari ruang tamu, istri istri Jiwo nampaknya telah selesai dengan pekerjaan yang sedari tadi mereka lakukan, yaitu menghafal harga dari jenis jenis dagangan yang berbeda beda. Semua barang dagangan juga sudah tertata rapi di dalam karung agar nanti tiba saatnya mulai dagang, mereka tinggal membawanya saja dan mengaturnya di lapak pasar.


Karena tidak ada kegiatan, Jiwo pun memilih berada di rumahnya, bercengkrama dengan istri istrinya. Tiap hari ada saja yang mereka bahas. Dari hal hal yang tidak penting sampai yang penting menurut mereka. Mungkin itu terlihat sangat membosankan karena kegiatan mereka hanya itu itu saja. Tapi sebenarnya itu sangat menyenangkan bagi mereka, teruma Jiwo.


Dengan sering berinteraksi dengan istri istrinya, mereka jadi terbuka satu sama lain. Dan hal itu sangat penting bagi Jiwo sebagai seorang suami dengan banyak istri. Berkumpul dengan istri istrinya juga salah satu upaya agar hubungan Jiwo dan para istri makin terlihat harmonis.


Jiwo selalu menekankan pada istri istrinya agar selalu terbuka tiap sedang bercengkrama seperti itu. Jiwo sadar, para istri jarang sekali bicara berdua dengan Jiwo selain dapat jatah bergilir. Maka itu Jiwo menggunakan momen berkumpul tersebut agar dia bisa mengambil tindakan.


Di saat mereka seperti kehabisan bahan pembicaraan, tiba tiba salah satu istri Jiwo ada yang nyeletuk. "Mister, ini sih misalkan ya? kalau kami semua tiba tiba ingin berhubungan badan dengan Mister secara bersamaan, apa yang akan Mister lakukan?"


Jiwo sontak terperangah, begitu juga dengan istrinya yang lain. Sedangkan yang melempar pertanyaan hanya bisa tersenyum lebar sambil menggaruk kepalnya yang tidak gatal. Emak yang sepertinya paham dari pertanyaan istri Jiwo yang bernama Aluna, langsung memasuki kamarnya.


Bukannya langsung menjawab, Jiwo malah tersenyum lebar. Sebagai laki laki normal, tentu saja, Jiwo pernah membayangkan berhubungan dengan lebih dari satu wanita dalam satu ranjang. Namun setelah menikah, justu Jiwo tidak pernah membayangkan hal sejauh itu. Berhubungan ranjang dengan para istrinya juga awalnya Jiwo menolak karena perjanjian.


"Apa nggak ada pertanyaan yang lain, Lun?" protes Adiba.


Aluna langsung tersenyum lebar. "Ya kan kali aja. Mister tuh seorang laki laki loh, biasanya laki laki pikirannya lebih nakal kan?" balas Aluna membela diri.


"Ya nggak perlu dipertanyakan juga kali. Emang kamu mau pinggang Mister patah gara gara main bareng kita semua bersamaan," sungut Alana.


"Iya, nanti yang ada, Mister terkapar kelelahan," timpal Anisa.


Jiwo malah terkekeh mendengar perdebatan para istrinya. Terkesan lucu mendengar perdebatan tapi seperti mengandung ledekan untuk sang suami. Jiwo masih belum mau menjawab, dia membiarkan para istrinya berdebat kecil terlebih dahulu.


"Nih, kamu pikir aja ya, Lun. Jika tiap malam Mister bercinta dengan satu istri, bayangkan saja betapa lelahnya Mister kalau tiga belas malam berturut turut bercinta, kan kasian," terang Adiba.


"Ih kalian kenapa sih? Kan aku cuma tanya? Lagian kan siapa tahu, Mister ingin sensasi yang berbeda, main dengan dua wanita atau tiga atau lebih," balas Aluna masih teguh dengan pendapatnya.


"Nanti dulu, kamu bertanya seperti itu apa sering nonton video dewasa?" tebak Andin.


Aluna terkesiap, wajahnya nampak merah karena malu. Tapi tak butuh waktu lama, Aluna langsung membalasnya, "Kalian juga pasti pernah nonton, kan? Ngaku deh?"


Jiwo langsung memperhatikan wajah wajah istrinya begitu Aluna melempar pertanyaan yang sensitif. Ada yang senyum senyum, ada yang langsung menunduk, ada juga yang bersikap biasa saja. Dari reaksi yang ditunjukan wajah para istrinya, Jiwo bisa menyimpulkan kalau beberapa istrinya pasti juga pernah nonton video dewasa seperti dirinya. Apa lagi di jaman canggih seperti sekarang ini, video seperti itu sangat mudah di akses dari dalam kamar.


"Udah, udah ... kayak gitu malah diperdebatkan. Lihat tuh, Mister malah ketawa sendiri lihatin kalian berdebat," sontak saja ucapan Arum kembali membuat para istri tersipu malu.


"Hahaha ... kalian ini sangat lucu," ucap Jiwo. "Aluna, kamu mau coba apa gimana? Main bareng yang lain gitu?"


"Ya nggak juga, Mister. Aku kan cuma penasaran. Lagian kan, tadi cuma misalkan, bukan sungguhan," jawab Aluna senyum yang masih melebar hingga deretan giginya terlihat.


"Lagian yang lain juga belum tentu mau Mister," kata Alena.


"Hahaha ... dah lah, aku mau mandi," ucap Jiwo sambil beranjak menuju kamar. Namun saat langkah kakinya baru saja di dekat pintu kamar, telinga Jiwo kembali mendengar celetukan nakal salah satu istrinya.


"Isi celana Mister, gede nggak yah?"


...@@@@@...