
Malam ini kembali menjadi malam yang panjang untuk seorang pria bernama Jiwo. Malam yang melelahkan tapi juga membahagiakan bagi pria yang memiliki tiga belas istri itu. Malam ini lagi lagi dia menikmati mahkota yang masih terjaga yang dia dapatkan dengan suka rela dari wanita yang resmi menjadi istrinya beberapa hari yang lalu.
Di sana, di atas kasur, tubuh kekar Jiwo sedang mengungkung sang istri tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh mereka. Pinggang Jiwo bergerak naik turun diantara dua kaki sang istri yang sedang telentang. Rasa sakit akibat sobeknya mahkota, kini sudah berganti rasa nikmat yang tidak bisa diungkapkan dengan kata kata. Apalagi saat tubuh si wanita bergetar sembari mengejang, sungguh dia sangat menikmati kejadian seperti itu.
Beberapa puluh menit berlalu dan kini saatnya Jiwo harus memuntahkan cairan hangat yang kental dan berwarna putih ke dalam lubang yang baru saja dia koyak mahkotanya. Di iringi dengan teriakan kenikmatan serta getaran hebat dari tubuhnya, Jiwo mengeluarkan cairan yang menjadi tanda puncak hubungan suami istri dalam memberi nafkah batin.
Keduanya terkapar dalam rasa lelah yang penuh kebahagiaan. Keringat yang berucucuran dan nafas yang tersengal, seakan menjadi saksi betapa dahsyatnya hubungan suami istri yang baru saja mereka lakukan. Jiwo menggeser tubuhnya dan mengubah posisi menjadi terbaring miring. Dia juga menyuruh Arin agar agar posisi tidurnya sama dengan dirinya dan Jiwo bisa memeluk sang istri dari belakang.
"Sekarang aku jadi tahu, kenapa banyak orang selingkuh," ucap Arin saat tubuhnya sudah berada dalam pelukan suaminya.
"Kenapa memangnya, Sayang?" tanya Jiwo. Sesekali telapak tangannya menggenggam salah satu dada istrinya dan memijatnya.
"Berhubungan badan ternyata nikmat, makanya banyak yang berselingkuh mencari kenikmatan seperti ini," jawab Arin. "Apa Mister nanti juga akan selingkuh?"
Kening Jiwo mengernyit kemudian dia terkekeh. "Bagaimana aku akan selingkuh, Sayang. Istriku aja ada banyak dan cantik cantik, ngapain selingkuh segala coba?"
"Ya kali aja, Mister. Kan kita ke depannya nggak tahu bagaimana? Bisa saja nanti Mister jenuh dengan kami."
"Astaga! Hahaha ... bagaimana aku bisa jenuh, Sayang? Dapat tiga belas istri yang akur aja aku udah bersyukur banget, nggak mungkinlah aku selingkuh."
"Eh ya kali aja, Mister, hehehe ..."
Jiwo yang merasa gemas dengan ucapan istrinya langsung saja memainkan benda kembar sang istri dengan jari kekarnya. Bibirnya juga tak henti hentinya mengecup leher dan pundak Arin dengan penuh perasaan. Setelah puas bermain dada, tangan Jiwo merambat hingga ke bawah dan sampai pada benda indah berbulu agak tebal lalu memijatnya.
Arin hanya terdiam saat tangan Jiwo mengeksplor setiap sisi tubuhnya. Bukannya risih, tapi dia sangat menikmati saat telapak tangan yang kasar milik suaminya menyentuh tiap sisi bagian tubuhnya. Tidak bisa dipungkiri, hasrat wanita itu kembali naik saat ini. Pijatan tangan Jiwo di bawah perutnya benar benar membangkitkan sensasi yang tidak biasa pada diri Arin.
"Ya nginep semalam di rumah kakak. Waktu itu pas kalian bersembunyi, kan, itu aku habis belanja dan menginap."
"Oh gitu? Terus belanjanya kapan? Bukankah saat itu Mister pulang ya pas kami bersembunyi di dalam mobil?"
Jiwo lantas menjelaskan kapan waktu belanjanya. Biasanya Jiwo begitu berangkat langsung menuju pusat grosiran langganannya. Satu persatu dia datangi, dan biasanya Jiwo sampai malam jika berbelanja. Makanya dia memilih menginap di rumah kakaknya baru pagi hari berikutnya Jiwo pulang.
"Ya udah, mending kita tidur, biar Mister besok nggak kecapean?" ucap Arin memberi saran.
"Kamu udah ngantuk, Dek?" tanya Jiwo dengan tangan yang masih setia memijat lubang nikmat istrinya.
"Ya belum, tapi kan Mister besok harus pergi. Biar nggak ngantuk kalau tidur kemalaman?"
"Nggak lah, baru jam sepuluh malam, kita masih bisa bercinta sekali lagi."
"Emang yang tadi kurang?"
"Kurang. Kita main lagi ya, Sayang?"
Arin mengangguk sambil melempar senyum. Dengan semangat Jiwo langsung membalik badan Arin dan mengungkungnya. Ronde kedua di mulai.
...@@@@@@...