MENIKAHI TIGA BELAS WANITA

MENIKAHI TIGA BELAS WANITA
Mari Kita Pesta!


"Kejutan, Mister! Selamat ulang tahun!"


Mata Jiwo seketika membulat sempurna. Bukan hanya karena kejutan ulang tahun yang mereka ucapkan, tapi juga apa yang mereka lakukan malam ini.


"Kalian, kenapa pada nggak pake baju?" tanya Jiwo dengan suara agak keras.


Benar benar diluar dugaan kelakuan para istri Jiwo malam ini. Bisa bisanya mereka kompak tidak memakai apapun untuk menutupi tubuh mereka saat ini. Demi merayakan ulang tahun sang suami, mereka rela melakukan sesuatu untuk membuat kesan mendalam di hari spesial suami mereka.


"Hust!" ucap Anisa sambil meletakkan jari telunjuknya di depan bibir. "Suaranya jangan keras keras, Mister. Nanti Emak bangun."


"Lebih baik, kita rayakan ulang tahun di kamar Mister, ayok!" usul Arin, dan semua langsung setuju.


Jiwo pun pasrah saja saat kedua tangannya ditarik oleh istrinya dan digiring menuju kamar. Dalam benaknya, Jiwo tidak habis pikir, bisa bisanya ketiga belas istrinya kompak begini.


"Apa kalian pada nggak kedinginan?" tanya Jiwo begitu mereka semua berada di dalam kamar.


"Enggak, Mister. Lagian, ini kan demi ngebahagiaan Mister yang sedang ulang tahun," balas Aiyah. "Sebelum ngobrol, mending Mister berdoa lalu tiup lilin dulu deh."


Jiwo sontak terbahak begitu melihat lilin yang akan dia tiup. Entah istri Jiwo dapat ide darimana, bukannya menggunakan kue, tapi menggunakan nasi yang dicekak pake mangkok, dihias telur dadar yang diiris tipis, ayam suwir, kerupuk, sambel serta potongan timun dan wortel. Ditengah nasi tertancap lilin putih yang biasa dijadikan alat penerang saat mati lampu.


"Ini ide siapa sih?"


"Udah, make a wish dulu, baru tiup lilin," balas Aisyah. Jiwo pun menurutinya. Tak lupa, para istri juga mengiringi dengan lagu selamat ulang tahun seperti pada umumnya. setelah tiup lilin selesai, para istri Jiwo langsung berbaris dengan Aisyah yang berada di barisan paling depan. Meski terkejut untuk kesekian kalinya, Jiwo pun ikut saja dengan semua yang dilakukan para istri.


"Selamat ulang tahun, Suamiku. Semoga hidup suamiku selalu dalam keberkahan dan kebaikan," ucap Aisyah, dan semua mengamikan ucapan tersebut. Lalu Aisyah mencondongkan wajahnya dan mencium bibir Jiwo beberapa detik.


"Selamat ulang tahun, suamiku, semoga rejekinya selalu lancar," ucap Andin diurutan kedua dan dia juga mencium bibir Jiwo beberapa detik.


"Selamat ulang tahun, suamiku, semoga


sehat selalu dan makin perkasa di atas ranjang," kini giliran Arum, dan dia juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Aisyah dan Andin. Hal itu juga dilakukan oleh istri Jiwo yang lainnya secara berurutan.


Senyum Jiwo terus tersungging. Perasaannya benar benar campur aduk untuk malam ini. Ini benar benar kejutan ulang tahun yang mungkin hanya dia yang mendapatkannya.


"Maaf ya, Mister, kami tidak menyiapkan hadiah spesial untuk hari ulang tahun Mister," ucap Adiba penuh sesal.


"Nggak apa apa, Sayang. Ini aja udah spesial banget," balas Jiwo dengan wajah ceria. "Kalian tahu tanggal lahir aku dari mana?"


"Tadi siang, kita bantuin emak, beres beres kamar Emak, terus tanpa sengaja kita lihat foto masa kecil Mister. Dari sanalah kita jadi tahu tanggal lahir Mister."


"Iya, untung belum terlewat. Coba kalau udah kelewatan, pasti nggak bakalan seru."


Lagi lagi Jiwo menunjukkan senyum terbaiknya. "Terus ini idenya siapa? Kenapa kalian pada kompak nggak pake baju?"


Ketiga belas istri Jiwo langsung cengengesan. "Idenya Arin, Mister," balas Anum.


"Ya karena nggak bisa menyiapkan hadiah ulang tahun, jadi nggak salah dong kalau aku ingin membuat sesuatu yang tidak bisa dilupakan seumur hidup Mister," ucap Arin menerangkan alasan dibalik ide luar biasanya.


"Terus Alana dan Aziza, katanya kalian lagi datang bulan?"


Kedua wanita itu langsung tersenyum lebar. "Maaf, Mister, kita bohong," jawab Alana.


"Iya, Mister. Demi suksesnya acara kejutan malam ini, terpaksa kami bohong dan bersandiwara tidur duluan," sambung Aziza.


"Astaga! Terus malam ini apa nggak ada yang datang bulan?"


"Nggak ada, Mister. Nih lihat," balas Alana sambil membuka kedua pahanya dan memperlihatkan lubang di bawah perutnya. Istri Jiwo yang lain pun melakukan hal yang sama seperti yang Alana lakukan. Memamerkan lubang mereka masing masing. Jiwo hanya mampu geleng geleng kepala melihat kelakuan istrinya.


"Mister," ucap Alifa.


"Apa, Sayang?"


"Kita semua sudah siap loh? Apa Mister nggak pengin masukin?"


Mata Jiwo sontak agak membelalak. "Maksudnya?


"Ya masa Mister nggak maksud? Inikan malam spesial buat Mister. Apa Mister nggak mau coba, lawan tiga belas sekaligus? Ini hadiah dari kami loh."


"Astaga! Kalian serius?"


"Ya serius, Mister. Buat perayaan pesta ulang tahun Mister."


Jiwo sontak menghembus kasar nafasnya. Dipandangi semua wajah sang istri satu persatu, dan kelihatan sekali kalau mereka sedang menungu.


"Baiklah, ayo kita pesta!"


"Hore!"


...@@@@@...