
Nissa sudah pulih pasca melahirkan dan sudah bisa pulang dari rumah sakit, keluarga besar pun menyambut kedatangan bayi kembar Nissa dengan suka cita, mereka jadi idola baru di dua keluarga besar, walaupun tetap Arka yang menjadi bintang utamanya, karena kelucuan Arka yang tiada tanding, hari ini Rayyan dan Alisha akan melaksanakan selametan potong rambut pertama mereka, semua sibuk untuk mempersiapkan selamatan nanti sore di kediaman Agam dan Nissa, seperti biasa keluarga besar mengundang anak panti dan tetangga setempat serta kerabat dekat, tak terkecuali keluarga halu Tiara. Semenjak kemiskinan yang di alami Tiara, Oma dan Ibunya, mereka terus saja merongrong Pak Bram untuk terus mengganggunya, apalagi saat Agam menggabungkan perusahaan dengan perusahaan ibunya, Tiara semakin gencar supaya di terima kerja di perusahaan yang ada di Jakarta, dengan niat mendekati Agam, tapi itu semua tidak bisa terlaksana karena Tiara tidak di terima di perusahaan Agam, karena tingkat kepintaran Tiara yang sangat minim, bahkan Tiara tidak masuk tes penyeleksian pertama.
"Lihat Mah! acara gunting rambut aja semewah ini, buang-buang duit saja, gak guna, Kalau aku yang jadi istrinya Agam, mending pake buat shopping, perawatan, atau jalan-jalan ke luar negeri, dari pada ngasih anak yatim, sok baik si Nissa itu," keluh Tiara iri melihat kemewahan acara selametan twins.
"Ia kamu benar Tiara, lihat si Nissa, ikh...sebel banget mamah lihatnya sok alim, sok cantik, mantan janda saja bangga, apa sih yang di lihat si Agam, masih cantikan kamu jauh," ujar Mamah Tiara kesal. Sumi semakin benci saat melihat Arum ibu Tiara yang semakin memancarkan kecantikannya, tapi muka Sumi langsung cerah saat melihat Dito, Papahnya Tiara yang masih tampan apalagi badannya yang semakin macho dan berotot membuat otak Sumi Travelling di buatnya. Sumi langsung jatuh cinta kepada Dito saat pertama kali bertemu di pesta pernikahan Nissa dan Agam, tapi karena saat itu dia masih dengan ayahnya Tiara yaitu Tio, dia menghapus segala ke kagumannya kepada Dito, tapi hari ini, Sumi melihatnya kembali cinta itu bersemi lagi, bahkan semakin kuat.
"Mending kita samperin aja yuk Ra.. ngapain diem disini, kita tunjukan kalo kita masih kaya walaupun udah di depak sama Agam." Ucap sumi mesem-mesem
"Mamah kenapa senyum-senyum gak jelas kaya gitu...?" Tanya Tiara bingung.
"Menurut kamu kalo mamah bisa ngedapetin ayah nya Nissa gimana Ra... Sekalian balas dendam karena Nissa sudah ngerebut Agam dari kamu, jadi kita hancurkan saja rumah tangga orang tua si Nissa itu, jadi kan si Nissa ikutan hancur," ucap Sumi percaya diri.
"Boleh juga rencana Mamah, toh orang tua Nissa juga lumayan kaya, mereka punya kebun sawit yang sangat luas di Kalimantan sana mah,"
"Beneran kamu, tau dari mana?"
"Dari Tante Lisa, kan Tante Lisa suka bilang kalo Nissa itu lebih segala-galanya dari Tiara, bahkan harta mereka juga lebih dari kita mah, makanya Tante Lisa suka bangga-banggain Nissa itu, padahal mah mantan janda itu tetap aja gak bisa ngalahin single kaya aku," ucap Tiara dengan pongahnya.
"Ia mulut lemes si Lisa itu sekali-kali emang perlu di cabein," sungut sumi. Padahal dia sendiri yang punya mulut lemes, tapi tak sadar. Tiara dan Sumi pun mendatangi Agam dan keluarga besarnya yang sedang membagikan makanan ke anak-anak yatim karena acara potong rambut baby twins sudah selesai.
"Pah, Itu amuba kok datang sih. Siapa yang undang mereka?" bisik Lisa ke telinga Bram sambil melihat ke arah Tiara dan Sumi.
"Papah juga gak tau, Tapi kamu harus waspada, takutnya mereka bikin onar di acara cucu kita," ucap Bram. mengingatkan. Mata Lisa awas karena kehadiran saudara dari suaminya ini, saudara yang menjadi musuh bebuyutan karena selalu membuat masalah, tapi Lisa mengernyitkan dahi kenapa tiba-tiba tuh si plankton malah nyamperin si Dito dan Ekkh .... kok nempel-nempel, batin Lisa.
"Maaf ya, tolong badannya di jauhkan dari saya, saya gak kuat dengan bau anda," ucap Dito kesal dan langsung menutup hidungnya, Dito tau perihal Sumi karena pernah melabrak Nissa dan mempermalukan Nissa anaknya, Muka Sumi langsung merah menahan malu, karena merasa di permalukan oleh Dito.
"Sabar Sumi, Sabar demi pujaan hati," ucap sumi dalam hati.
"Kamu ngapain nempel-nempel suami orang, sana pergi!" ucap Arumi mamah Nissa yang langsung berdiri di tengah Sumi dan Dito.
"Astaghfirullah... Ikh bau banget sih, sudah gak mandi berapa hari sih mba? Bau banget," ucap Arum mencium tubuh Sumi, padahal yang tercium adalah minyak wangi yang Sumi semprotkan sebotol.
"Jangan sembarang ya! Enak aja bilang saya bau.
"Mah sudah jangan di ladenin, malu lagi banyak kerabat, cuekin aja anggap aja makhluk astral," ucap Nissa ke mamahnya, tapi masih di dengar oleh Sumi dan Tiara.
"Ekh Nissa jangan sembarangan menghina ibu saya ya...!" Ucap Tiara kesal, tapi Nissa hanya diam tidak menanggapi ocehan tak penting Tiara.
"Wah mah... Si Nissa nantangin Tiara mah... Aku di cuekin Mah..," ucap Tiara pelan kepada ibunya tapi masih bisa di dengar oleh ibunya Nissa.
"Sudah diem... Jangan buat keributan dulu" ucap Sumi memperingatkan Tiara, Tiara pun melotot karena ucapan Mamahnya.
"Mas Dito... Kok mau sih sama mba Arumi? padahal kan mas Dito tampan, gak pantes lah sama Arum yang lebih tua dari mas Dito.... Di lihat aja sudah kaya emak-emak, Hihihihihihiiii," ucap Sumi dengan pedenya, padahal Arumi ada di sebelahnya Sumi.
Krik....krik..... Krik.....
Tidak ada jawaban dari Dito maupun Arumi, mereka kompak mengacuhkan dua parasit itu.
"Kurang ajar, mereka mengacuhkan aku! Sabar demi hidup kaya" batin Sumi.
"Arum bisa pindah kan? saya mau bicara dengan mas Dito sebentar," ucap Sumi ke Arumi.
"Situ siapa ya? Sok kenal banget, Mending pulang deh! gak ada yang mengharapkan situ di rumah ini." Ucap Arumi.
"Sayang.... Sini deket-deket sama mas saja, jangan disitu entar kamu gatal-gatal lagi," ucap Dito menyentil Sumi secara langsung.
"Eh.. ia mas...lupa kalau ada Virus disini " ucap Arumi.
"Ia makanya jangan kamu ladenin, kamu kan wanita terhormat, gak pantes lah meladeni makhluk tak kasat mata itu," ucap Dito membuat Sumi semakin menahan kesal di dadanya.
"Akhhh mas Dito bisa aja, Ngasih panggilan kesayangan kok makhluk tak kasat mata. Tapi boleh juga, Bisa mas kita tukeran No WA buat sharing-sharing mas. Jadi teman kan boleh, benar kan Bu Arum." Ucap sumi dan seperti biasa tidak ada yang menganggap ucapannya, Sumi seperti ngomong sendiri. Sumi masih sabar, karena menurut dia mendapatkan Dito membutuhkan perjuangan yang berat. Karena melihat ibunya tidak di anggap membuat Tiara tidak bisa menahan kekesalannya, Tiara mengepalkan tangannya dan marah.
"KALIAN BERDUA INI BUDEK YA.... IBU SAYA INI BICARA DENGAN KALIAN BERDUA," teriak Tiara, dan berhasil membuat semua orang melihat ke arahnya. Tapi tetap saja tidak ada yang menjawab pertanyaan Tiara dan menganggap ucapannya angin lalu, Nissa dan keluarga tetap asik membagikan bingkisan ke anak-anak yatim.
"Ya sudah aku anter yu..."
"Ga usah, kamu bantu Mamih sama Mamah saja disini, liatin 2 amuba takutnya makin menjadi entar acara anak kita rusak gara-gara mereka."
"Ya sudah kamu hati hati ya...!"
"Mah... Pah.... Mamih... Papih... Nissa duluan ke kamar ya..." Pamit Nissa.
"Ia kamu istirahat pokoknya," ucap Lisa.
"Mau Mamah antar sayang?" ucap Arum yang membuat senyum sumringah di bibir Sumi.
"Gak usah Mah, disitu aja, ada mahluk astral nempel-nempel terus... Bacain ayat kursi aja sama Mamah biar pergi, aku duluan ya assalamu'alaikum" ucap Nissa yang langsung meninggalkan keluarganya ke kamar anak anak nya untuk istirahat.
"HEH NISSA... KURANG AJAR KAMU TUNGGU KAMU YA, AWAS AJA LU!" teriak Tiara.
Plakkkkkk...
"Diam kamu! Teriak-teriak di acara cucu saya dan ganggu Nissa. Gak punya otak emang ibu dan anak ini, Perusuh Gak tau malu banget, Lebih baik kalian pergi dari sini...!" Ucap Arum setelah menampar Tiara keras.
"Kurang ajar kamu Arum... Berani kamu nampar anak saya hah... Saya tampar kamu," ucap Sumi tapi tangannya keburu di tangkap oleh Bodyguard Agam.
"Bawa mereka keluar dari rumah ini, masukin ke tempat biasa," ucap Agam dingin.
"Agam lepaskan kita... Gak sopan kamu sama Tante kamu sendiri," teriak Sumi yang sukses menarik perhatian semuanya.
"Dasar Nenek gombreng, ayok... "
"Mas Bram, Mas Dito tolong saya...!" Ucap sumi.
" Agam, lepasin gue Gamm.... Lu gak bisa giniin gue gam..," teriak Tiara yang menjadi buah bibir para tamu dan kerabat.
"Siapa sih yang ngasih tau dia sih! Ngerusakin acara orang saja," ujar Lisa kesal.
"Kayanya dia baca status aku deh Mih... Maaf ya mih..." Ucap Bram menyesal.
"Gak kamu blokir No nya si Sumi emangnya?"
"Ekh tapi udah aku blokir kok Mih... Terus dari mana dia tau acara syukuran ini?"
"Entahlah"
"Pih boleh gak dikirim ke benua APRIKA saja."
"Boleh saja ... Terserah kamu gam.... " Ucap Bram, Dito dan Arum yang mendengarkan mereka bicara hanya memperhatikan karena tidak mengerti apa yang Agam katakan, Dito dan Arum tidak tau kalau Agam adalah pemimpin Mafia black eye.
"Gam.... Siapa yang mau dikirim ke benua APRIKA?" tanya mamah Arum penasaran.
"Itu mah dua mahluk jelmaan tadi, Agam kirim saja ke Benua APRIKA ya, biar gak bikin rusuh lagi."
"Wah.... Bagus itu mamah setuju banget.... Kirim aja tuh ke tempat yang banyak singa nya ya... Biar di terkam sekalian"
"Kalau gitu Mah, tinggal nama nya doang. Gak seru mah! Bikin mereka ke siksa dulu, baru menyenangkan" ucap Agam.
"Ya itu bener..." Ucap Arum. Dan mereka semua pun tertawa, untung saja pembagian bingkisan ke anak yatim sudah selesai jadi tidak ada yang mendengarkan pembicaraan tentang APRIKA.
"Siang Mah....." ucap seseorang yang datang tanpa di undang.
"Mau apa kamu kesini....?" Ucap Arum marah karena melihat manusia yang paling dia benci, Agam melihat ke orang tersebut dengan tatapan tajam.