
Hari ini tubuh, hati dan pikiranku begitu lelah, sehingga aku tidak mampu rasanya untuk berdiri, aku malu pada Anisa dan mba Dwi, karena ku acara pernikahan mereka jadi berantakan, untung saja para manusia sawah itu segera pulang, kalo tidak makin runyam saja acara disini.
" Nis kita pulang saja yuk... Mamah takut kamu kenapa kenapa, muka kamu pucat nak "
" Nissa lemas mah, ga punya tenaga, biarkan Nissa istirahat saja dulu "
" Ya sudah kamu tidur lah, nanti malam kita pulang, mamah tinggal ke depan ya "
" Ia mah, oh ia mah ,hp ku mana ya mah "
" Sudah lah istirahat jangan main HP terus."
" Enggak mah... Aku mau telepon pengacara ku sebentar ". Ucapku yang langsung memegang HP yang di berikan oleh mamah, kucari No. kontak pak David pengacara ku.
[ Halo assalamu'alaikum pak David, selamat sore maaf pak apakah saya mengganggu waktu bapak ]
[ Sore Bu.... saya sedang senggang Bu... Ada yang bisa saya bantu Bu... ]
[ Begini pak... Saya ingin membuat laporan ke Polisi tentang kasus perzinahan yang di lakukan oleh suami saya dan istri barunya, sebelum saya dan mantan suami saya cerai dan dia menikah dengan istrinya yang sekarang, dan saya juga punya bukti serta tanggal dibuatnya Video tersebut dari CCTV, dan juga saya mau melaporkan Fina atas kasus pencurian di rumah saya pak, saya juga punya buktinya, dan akan saya kirim sekarang ke HP bapak, apa bisa di proses secepatnya pak... Kalo bisa besok biar Herman dan istrinya bisa di tangkap ].
[ Baik Bu saya tunggu buktinya saja sekarang Bu... Lalu langsung ke kantor polisi biar langsung di proses bu ]
[ Ia pak David terima kasih ].
Alhamdulillah setelah melaporkan mereka, seharusnya mereka bisa jera untuk tak mengganggu terus.... Karena aku gak pernah main main dengan ucapan ku. Lelah sekali aku harus istirahat demi kesehatan bayiku.
" Nak berjuang bersama mamah ya, walaupun kamu hanya punya mamah, tidak ada papah disisi kamu, tapi mamah akan usahain kamu gak akan pernah kekurangan kasih sayang dari mamah nenek dan kakek kamu nak, sehat sehat dalam kandungan mamah dan selamat saat lahir ya sayang " ucapku bermonolog kepada anak dalam kandunganku. Lalu akupun tertidur.
Saat bangun, di kamarku tidak ada siapa siapa, akupun keluar kamar dan melihat hari sudah gelap, badanku pun mulai terasa mendingan dan tidak lemas lagi, aku pun mulai mencari orang tuaku. Dan ternyata orang tuaku sedang ada di aula berkumpul bersama keluarga besar dari ayah, dan kulihat mereka nampak tertawa seperti tidak ada masalah yang terjadi tadi siang, akupun melangkah menghampiri mereka yang sedang mengobrol, tapi aku masih melihat Tante Mayang, apa Tante Mayang tidak pulang.
" Nissa..... Nak badan kamu udah mendingan.... Makan dulu yah.... Biar ada tenaga dikit..... " Ucap mamahku, dan aku menghampiri mamahku dan duduk di sampingnya, aku hanya tersenyum menganggukan kepalaku pertanda setuju dengan usulan mamah.
" Mba sum..... Tolong ambilkan makanan untuk Nissa Ya mba sum " ucap mamah memanggil mba Sum, setelah mba Sum membawakan makanan, akupun langsung memakan semua makanan yang ada di piring karena sangat lapar.... Setelah makanku habis semua orang yang ada di ruangan ini menatapku dengan kaget....
" Nis laper apa doyan..... Itu makanan banyak kaya gitu cepet banget abisnnya..... Orang hamil emang beda yaa.... Powernya... " Ucap bude Dwi dan semuanya pun ikut tertawa. Akupun yang malu hanya bisa tersenyum canggung, lalu Tante Mayang menghampiri ku.
" Nis... Banyak banget dosa Tante sama kamu Nis.... Tante juga bisa mengerti kalo kamu akan membenci Tante lagi karena ulah Fina hari ini... Tante minta maaf sekali lagi Nis.... Tante malu... Dan Tante sumpah gak pernah ajak Fina sama Herman untuk datang kesini... Mangkanya Tante datang sama ibu Endang.
" Ga apa apa Tante Mayang ga nyalahin Tante kok, dan udah ga benci sama Tante, tapi Mayang minta maaf ya Tante... Fina udah keterlaluan soalnya sekarang, aku barusan laporin Fina dan mas Herman ke kantor polisi, atas tuduhan perzinahan di rumahku dulu, aku minta maaf Tante udah laporin Fina, dan aku minta sama Tante jangan bilang sama Fina karena aku udah laporin dia " ucapku.
" Ia nis... Gak apa-apa lakuin aja... Apapun yang terbaik buat kamu... Lakukan saja.. Tante sudah tidak perduli lagi dengan nasib Fina... Semoga dengan mendekam di penjara Fina bisa sadar dan insyaf Nis, Tante dukung keputusan Kamu, lagipula hari ini Lukman akan datang dan Tante akan ikut Lukman tinggal di Jogja ".
" Tante mau ke Jogja... Kalo itu keputusan Tante, Nissa ga bisa bilang apa apa lagi... Semoga Tante betah dan bahagia di Jogja ya Tan ".
" Ia nis makasih ya Nis... Karena udah maafin Tante "
" Ya udah mah lebih baik kita pulang udah malem juga mah "
" Ia sayang... Yuk Pah.... Dan semuanya aku pulang duluan ya " ucap mamah sambil salaman dan pelukan dengan saudara kamu satu-satu. Dan kamu bertiga pun segera keluar dari gedung ini untuk pulang kerumah.
Setelah sampai rumah aku pun pamit ke orangtuaku untuk langsung masuk ke kamar, aku membersihkan diri di kamar dan langsung tidur melanjutkan tidur yang tadi siang.
Saat bangun pagi, tubuhku terasa lebih segar dan enakan tidak terasa lemas sama sekali, aku pun ke kamar mandi untuk wudhu dan melaksanakan sholat shubuh, setelah sholat aku keluar kamar dan melihat mamah sedang membuat sarapan sepagi ini, dan melihat si mbok sedang beres-beres, mamah memang Chef nya di rumah ini sedangkan mbok sum yang membereskan rumah, tapi untuk mencuci dan gosok pakaian ada lagi mbok Darmi hanya saja beliau tidak tinggal di rumah ini, dan memilih untuk tinggal di rumahnya yang ada di luar komplek perumahan ini. Dan aku tidak melakukan apapun hanya minum susu hamil buatan mamah, dan juga melihat mamah memasak. Terkadang aku bosan ingin ke restoran atau ke butik mamah melarang ku jadinya aku hanya diam di kamar atau ke kebun belakang melihat tanaman mamah dan kebun buah-buahan yang asri.
" Mah nanti aku ke toko buku ya, bacaan Novel ku sudah habis... List Drakor ku juga habis ga ada yang bagus.... Mamah mau ikut " tanyaku saat sedang minum susu perlahan, karena masih agak panas.
" Boleh tuh... Tapi badan kamu emangnya udah kuat apa "
" Udang dong mah.... Udah gak lemes.... Jam 10 an kita kesana ya mah "
" Ia sayang, ya udah kamu bantuin mamah siapin makanan ya ke meja.... Mamah mau panggil papah dulu buat sarapan..."
" Tapi kan ini masih pagi mah baru juga jam 6 "
" Ya udah deh aku siapin ke meja makan ". Ucapku, dan mamah pun ke kamar untuk memanggil papah sarapan, saat papah keluar dengan mamah kami pun sarapan dengan hikmat. Habis sarapan mamah dan papah pergi ke kebun belakang, dan aku hanya kembali ke kamar untuk rebahan lagi karena masih sangatlah pagi, tidak ada kegiatan yang bisa ku lakukan, apalagi aku tidak boleh mengerjakan hal yang berat. Jadi akupun hanya menonton Drakor kesukaanku, karena mau kembali tidur katanya pamali, kalo tidur di pagi hari untuk ibu hamil.
Saat sudah jam 9, akupun segera membersihkan dan bersiap siap untuk ke Mall bersama mamah.
" Ok pakaian keren, badan wangi, dompet udah masuk, make up lumayan cantik, apalagi ya yang ketinggalan, kayanya beres deh, samperin mamah deh udah siap belom " ucap ku bermonolog sendiri di depan meja rias ku. Tapi saat aku keluar kamar tiba-tiba ada yang menghubungi teleponku, dan aku kaget saat melihat siapa yang menghubungi ku, ternyata mantan ibu mertuaku, apakah dia menghubungi ku untuk membicarakan masalah Herman yang di tangkap, daripada aku semakin penasaran langsung saja aku menekan tombol jawab di HP ku.
[ Haloo assalamu'alaikum Bu ... Gimana khabarnya Bu ] ucapku basa basi.
[ Wa alaikum salam Nis.. maaf ibu mengganggu, Nis ibu mau bicara bisa sekarang]
[ Ia ada Bu ]
[ Nis tolonglah Herman, dia di tangkap polisi, nis ampuni Herman Nis, ibu janji sama kamu Herman ga akan ganggu lagi, kalo perlu kamu buat surat perjanjian Nis..... Kali ini saja nis tolong ibu bebaskan Herman ]. Akupun jadi bimbang, niat hati agar membuat mereka jera, tapi permintaan Bu Endang mengusik pikiranku.
[ Ia Bu maafin Nissa ya Bu, udah laporin anak dan menantu ibu, hanya saja mereka semua udah keterlaluan ]
[ Tolonglah nis kali ini saja, kalo Herman dan Fina berulah lagi, gangguin kamu lagi, ibu sudah pasrah kalo kamu mau melaporkan ke polisi Nis, tapi kalo ini saja Nis tolong ya Nis ]
[ Baiklah ibu, aku akan mencabut tuntutan ku, tapi semua ini buat ibu ya, biar mas Herman gak ge eran Bu tolong di bilangin mas Herman nya ]
[ Ia Nis ibu janji, akan mendidik arman lebih keras lagi, dan ga akan gangguin kamu lagi Nis ]
[ Ya sudah Bu kita ketemu saja di kantor Polisi ya Bu ]
[ Ia Nis, makasih ya Nis ] ucap ibu Endang dan akupun langsung menutup teleponnya, gagal deh ke Mall buat shopping nya, ih kesel saya teh. Ucapku sambil menahan kesal. Akupun keluar untuk mencari mamah yang sepertinya sudah siap.
" Mamah udah siap kan "
" Udah dong sayang ayok jalan "
" Tapi kita ke kantor Polisi dulu mah, ketemu Bu Endang buat mencabut gugatan aku "
" Loh kok mau di cabut aja gugatannya, tar mereka bebas ke enakan dong ."
" Bu Endang mah, tadi telepon aku minta tolong, dan aku ga enak karena denger dia nangis "
" Yaudah mamah juga kasian kalo liat Bu Endang nangis, langsung aja deh yuk cus nis " .
" Ia mah " ucapku sambil bergelayut manja di tangan mamah, lalu kami berdua pun naik mobil yang di kendarain sopir menuju kantor Polisi. Setelah sampai Polisi aku pun bertemu dengan Bu Endang, dan Salim mencium tangannya, dan di ikuti oleh mamah yang memeluk ibu Endang, walaupun aku dan mas Herman sudah berpisah tapi hubungan mamah dan ibu masih tetap sama harmonis. Akupun ke dalam bersama ibu, sedangkan mamah menunggu di luar.
Saat di dalam ruang tunggu bersama ibu, tak lama kemudian mas Herman pun datang dengan baju lusuhnya tapi belom di ganti baju orange, padahal aku sudah sangat menantikan mas Herman memakai baju kehormatan nya itu, dan melihat wajah mas Herman, tiba-tiba membuatku mual saja, apa anakku sudah membenci bapaknya juga ya, pikirku. Aku dan ibu pun saling duduk dalam keheningan, yang ada hanya ucapan mas Herman, yang kupikir semakin di luar nalar, Pas banget si mokondo mikir kaya gitu, pikirku dan setelah lama diam ibu bicara dengan mas Herman, dan aku masih diam tanpa bersuara.
Saat mas Herman bicara langsung kepadaku, akupun meminta ibunya mas Herman untuk keluar dari ruangan ini, aku dan mas Herman pun berbicara 4 mata.
" Tapi kan Nis kamu ga usah harus ngelaporin mas juga Nis... Kalo kamu ngelaporin Fina, mas gak perduli.... Lagi pula mas ini ayah dari anak yang kamu kandung.... Masa kamu tega Nis kasian anak kita kalo ayah nya mantan narapidana" ucap mas Herman dengan wajah.... Ih membuatku jijik ya Allah jangan membuatku terlalu membenci ayah dari anakku, aku takut nanti anakku mirip ayahnya ih. "Batinku."
" Aku sudah lelah dengan drama kalian berdua mas, maaf kalo kamu harus mengalami ini... Tapi ini caraku untuk membuat kalian berhenti dan jera atas sikap kalian, yang selalu menganggu ". Ucapku dengan nada setegas mungkin, jujur aku sudah lelah dengan ini.
" Mas mohon nis kasih mas kesempatan sekali lagi Nis, mas tau kamu pasti ga akan tega untuk menjebloskan mas kedalam penjara, cobalah mengingat kenangan 2 tahun kebersamaan kita Nis, kenangan indah kita berdua " ucap Herman, Cuih kenangan yang mana.... Kenangan saat dia sama Fina main kuda kuda-an di rumahku. Batinku
" Kenangan yang mana.... Kenangan kamu yang selalu manfaatin aku..... Atau kenangan kamu yang ngasih aku jatah sedikit.... Atau kenangan yang di mana kamu jalan jalan sama Fina tapi menggunakan uangku mas ". Ucapku sedikit keras.
" Bukan itu Nis..... Kita bahagia sebelum Fina masuk kedalam rumah kita kan Nis.... "
" Ia memang aku bahagia.... Dan aku berpikir tulus sama aku... Tapi aku ga nyangka dari awal pernikahan kita kamu udah bohong dan membuat aku menanggung semua kebutuhan sehari hari kita mas..... " Ucapku menahan amarah dan mengepal tanganku kuat, sungguh lama-lama diam disini membuat darah tinggi ku kumat sepertinya.
" Mas janji Nis.... Kali ini mas akan berubah mas akan memberikan semua gaji mas ke kamu, bahkan mas akan ceraikan Fina untuk kamu.... Mas mohon kembalilah dan maafkan mas Nis "
" Hmmm lucu sekali ya kamu mas.... Udahlah ga usah ngomongin sesuatu yang bahkan aku sudah tau niat kamu mas.... Aku malah berpikir kalo kita rujuk kamu bakalan minta aku buat mengelola usahaku.... Ia kan mas, dan Soal selingkuh, walaupun kamu meninggalkan Fina, aku yakin bakalan ada Fina lainnya dalam hidup kamu, selingkuh itu penyakit jadi ga bakalan bisa sembuh mas.... Gini aja mas dari pada kamu ngomong utara-selatan dan ngabisin waktu aja....dan kamu harus tau aku melakukan ini bukan buat kamu tapi buat ibu kamu yang aku sayang dan aku hormati.... Besok pengacara ku akan datang ke sini untuk mengantarkan surat perjanjian yang harus kamu tanda tangani, biar pengacara ku saja yang menjelaskan, karena aku sudah malas berbicara dan bertatap muka dengan mu mas, aku permisi " ucapku yang langsung melangkahkan kaki keluar dari ruangan yang membuatku bernapas saja sangat sesak. Saat di luar aku bertemu dengan mamah dan Bu Endang yang sedang mengobrol, akupun mencoba untuk menghilangkan emosiku dengan menghembuskan napas perlahan lahan. Agar aku lebih tenang.
" Mah Ayuk kita jalan sekarang, urusanku sudah selesai, Bu maaf ya ga. Bisa temani ibu pulang, karena Nissa juga ada urusan dengan mamah " ucapku yang langsung pada intinya, agar ibu tidak memintaku untuk tinggal menemaninya mengobrol dan menanyakan hasilnya, akupun langsung mencium tangan ibu Endang dan langsung keluar dari kantor Polisi ini..... Kesal sekali hari ini, niat hati ingin healing malah pening.... Batinku yang langsung pergi dengan mamah menuju ke Mall.