
Mual-mual Mario masih mengganggu, bahkan ketika malam, Mario selalu saja menginginkan makanan yang di luar nalar, dan dengan terpaksa Mario selalu mencarinya sendiri walaupun sudah dini hari. Karena jika dia tidak memakan- makanan yang ada di pikirannya Mario sama sekali ia tidak bisa tidur, seperti hari ini. Jam sudah menunjukan jam 11 malam, tetapi Mario begitu menginginkan bubur ayam.
Mario hanya guling-guling saja ke kanan ke kiri, padahal dia sudah makan malam, tetapi entah kenapa saat ini dia ingin sekali makan bubur ayam, karena frustasi. Mario ke luar kamarnya, mengambil jaket dan kunci mobil lalu keluar apartemen menuju parkiran mobilnya, Mario keluar dari wilayah Apartemen untuk mencari tukang bubur ayam yang masih jualan di malam ini.
"Ada gak ya tuh bubur ayam? Ngebayangin nya bikin ngiler" gumam Mario melihat ke arah pinggir jalanan yang banyak di isi dengan penjual pecel.
"Kagak ada lagi apa yang jualan bubur sampai malam" ujar Mario yang masih berkeliling di jalanan mencari penjual bubur ayam.
"Ish.... kenapa gue jadi bego begini sih? Tinggal pesen aja lewat aplikasi padahal mah, pasti ada yang masih jualan" ujar Mario yang mencari parkiran di pinggir jalan, setelah menemukan parkiran, Mario pun membuka HP nya dan mencari Aplikasi pemesanan makanan online, di buka aplikasi tersebut setelah itu dia mencari penjual bubur ayam.
"Nah ada kan! Kayanya enak bener itu di lihat dari gambar nya" ujar Mario yang hampir menetes air liurnya. Mario pun langsung memesan bubur ayam tersebut dengan alamat Apartemen nya. setelah selesai di pesan dan mendapatkan driver untuk mengantarkan makanannya. Mario segera saja kembali ke Apartemen menunggu pengantar buburnya.
Setelah sampai Apartemen Mario langsung memakirkan mobilnya dan masuk ke lobby Apartemen untuk menunggu pesannya datang. Harap-harap cemas Mario menunggu pesanannya dengan tidak sabar, karena ingin sekali memakan bubur tersebut. Saat pesanannya datang, langsung saja Mario membayar nya.dan membawa serta bubur itu ke dalam Apartemen nya.
Di dalam Apartemen, Mario langsung menyiapkan bibit ayam panasnya itu dan memakan makanannya hingga abis.
"Alhamdulillah kenyang perutku. Baru dah nih gue bisa tidur" gumam Mario yang masuk ke kamar mandi untuk cuci muka dan sikat gigi, karena habis memakan makanan yang lumayan berat. Setelah itu Mario pun kembali ke kamarnya untuk tidur.
Keesokan harinya...
Mario bangun dengan muka segar karena tidak harus begadang menahan keinginannya untuk makan-makanan yang menurut dia aneh.
Setelah siap dengan setelan kemeja dan jas nya. Mario bersiap akan pergi ke kampus dan seperti biasa pagi ini selalu di awali dengan drama mual dan muntah seperti orang yang sedang hamil.
"Fix ini mah... Si Alisha hamil..Anak gue" ujar Mario yang enek melihat sarapan yang di buatnya pagi ini.
"Ini liatnya kok enek banget. Gak usah makan lah, nyari di luar aja" ucap Mario kesal melihat nasi goreng yang susah- susah dia buat, tapi sama sekali tak mau dia sentuh.
Mario pun segera saja pergi ke kampus tempat dia biasa ngajar.
Saat sampai kampus. Mario melihat Kiran teman yang selalu akrab dengan Alisha. tanpa pandang siapapun yang melihat, Mario sedikit berlari mengejar langkah Kiran dengan temannya.
"Kiran bisa kita bicara sebentar?" Ujar Mario yang menepuk pundak Kiran dari belakang. Kiran yang tak melihat dosennya yang berada di belakangnya, seketika menepuk pundaknya, Kiran pun menjadi kaget dan gugup secara bersamaan.
"Eits... pak Mario! Ada apa ya Pak? ngagetin aja" ujar kiran gugup
"Saya lagi nyari kamu, Taunya disini" ucap Mario ngos-ngosan sambil mengatur nafasnya. Setelah berjalan cepat mengejar kiran di lorong kampus.
"Loh... Tumben amat bapak nyariin saya Pak... Jadi salting nih saya Pak! Mau ngasih tugas ya Pak?" ujar kiran panjang kali lebar.
"Enggak gak ada tugas, nanti saya masuk kelas kok. Saya mau tanya kamu itu temannya Alisha kan" tanya Mario tanpa basa-basi.
"Ia Pak, kita itu sehati, bestie. Dari lahir sampe punya pasangan masing-masing tar" ujar kiran membanggakan dirinya.
"Terserah kamu aja. Ada yang mau saya tanyakan tentang Alisha, tapi saya pengen kamu jujur?" ujar Mario dengan tatapan dinginnya.
"Ekh ia Pak, kenapa ya Pak?"
"Kamu tau gak. Terakhir kali Alisha pergi kemana atau dia pindah kuliah di mana? kalau enggak alamat Alisha yang sekarang dimana, tau gak?"
"Itu pertanyaan nya banyak banget sih Pak. Alamat aslinya saya gak tau, tapi kemaren sih dia bilang tinggal di rumahnya yang ada di LA Pak sama orang tuanya, karena kan Wijaya Corp punya cabang di sana Pak" ujar kiran.
"Alamat pastinya kamu gak tau?"
"Enggak Pak, saya gak di kasih tau Pak? padahal kan kalau saya tau. Saya pengen nyamperin dia nanti liburan semester, kangen banget sama bestie aku yang satu itu."
"Di LA ya. Ya sudah kalau gitu makasih ya."
"Pak...! Tumben amat nanyain Alisha kalian gak lagi pacaran kan Pak?" tanya Kiran selidik.
"Dia itu kabur dan sedang mengandung anak saya." ucap Mario langsung. Kiran yang mendengarkan ucapan Mario masih saja bengong gak menyangka.
"Akh... Pak Mario becanda nya gak lucu!" ujar kiran. Menggelengkan kepalanya melihat tingkah dosen killernya yang absurd itu.
"Mario pun berjalan cepat ke arah kantornya dan setelah tiba di ruangannya, Mario langsung duduk di kursi kebesarannya. Lalu mengeluarkan laptop dari laci kerjanya. Mario menyalakan laptop nya dan menunggu laptopnya nyala dengan harap-harap cemas, setelah laptopnya nyala. Mario langsung masuk ke pencarian menggunakan aplikasi api serigalanya dan langsung berselancar disana untuk mencari alamat Wijaya Corp yang berada di Amerika sana. Tangan Mario dengan lincah mengetikan hurup- hurup yang dia cari.
Ding, enter dia tekan dan munculah berderet alamat Wijaya Corp yang ada di Amerika.
"Wilayah LA, yang dekat alamat ini juga sangat luas, gak mungkin aku mencarinya sendiri, gak akan cukup liburanku untuk mencari Alisha. Tugas ngajar gue gimana?" Ucap Mario yang mengetuk- ngetukan jarinya di meja. Mario pun mengeluarkan HP dari dalam tas nya dan mencari kontak seseorang.
[ What's up Mario? tumben amat lu telepon gue, ada yang bisa gue bantu ]
[ Baik gue.. biasa gue mau minta tolong nyari seseorang ]
[ Boleh aja.. tapi bukan si Maura kan? lu harus bener-bener move on dari tuh ******, tapi kalau lu mau denger kabarnya gue punya Kabar terbaru tentang dia ]
[ Enggak! gue udah gak perduli sama dia maupun kabarnya! gue cuma mau minta tolong lu cariin calon istri gue yang kabur, karena dia juga bawa calon anak gue dalam kandungannya ]
[ What...? Mario seriusan lu? Ekh ikan pari! lu habis merkaos anak gadis orang ya? pasti kan lu, gue tau lu kaya gimana soalnya ]
[ Ia ini kesalahan gue dan karena ke begoan gue juga, tuh cewek pergi ] lirih Mario sedih.
[ Terus lu minta gue nyari dia. Tenang aja sob, gue pasti bakalan bantuin lu ]
[ Ia pokoknya gue minta bantuin lu, Bob, please! Lu harus bantuin gue kali ini, masalahnya kalau gue yang nyari bakalan lama dan kerjaan gue jadi ke hambat ]
[ Lu masih jadi dosen? ] tanya bobi
[ Ia... ]
[ Kenapa lu ga jadi Bos di perusahaan bokap lu aja sih, Kasian bokap lu, udah ibu lu meninggal, padek kan jadi sendirian ]
[ Seenggaknya dengan kerja, Bokap gue bisa sedikit ngelupain nyokap gue ]
[ Ia juga sih ]
[ Gue bener-bener minta bantuin lu ya tolongin gue ]
[ Pasti.. gue tolongin lu sob, lu tenang aja! gue bakalan ngerahin anak buah gue buat nyari calon kakak ipar ]
[ Ia tar gue kirim datanya dan alamat terakhir dia, sebenarnya bukan alamat, tapi mungkin dia ada di sekitaran situ ]
[ Lu kirim aja langsung ke email gue ]
[ Ia, tar gue kirim dan gue minta tolong cepet ya kalau bisa! ]
[ Gue bakalan usahain cepet, jadi lu tenang aja, emang calon kakak ipar terakhir terlihat di mana ]
[ Di Loss Angeles ]
[ What gila lu ... Dia kabur sampe ke Amerika, anak sultan dong dia, sama kaya lu hahahha...]
[ Bacot lu .. jangan pake lama, tar gue transfer THR buat lu, sisanya kalau Alisha udah ketemu ]
[ Ok ] ujar Bobi yang menutup sambungan teleponnya dengan Mario.
Setelah menghubungi sepupunya Bobi yang berprofesi sebagai Dokter kandungan dan detektif, Mario termenung terus ia melihat HP nya, di bukanya galeri, Karena di galeri tersebut tersimpan satu buah foto Alisha yang dia ambil diam-diam saat perang dingin antara dirinya dan Alisha dulu.
"Dimana kamu Al? maafin aku Al kalau dulu aku pengecut dan gak berusaha buat merjuangin kamu" ujar Mario mengusap- usap foto Alisha yang sedang tersenyum.
Mario memasukan HP dan laptopnya ke dalam tas kerja, serta materi yang akan dia gunakan untuk mengajar di kelasnya.
________&&&___________
Semenjak mendapatkan kemeja dan Video Mario, hari-hari Alisha menjadi begitu ceria, tidur Alisha pun selalu nyenyak di setiap malamnya, karena saat tertidur Alisha selalu memeluk kemeja Mario, walaupun kemeja nya sudah di cuci, bau Mario tetap menempel di kemeja itu, entahlah mungkin penciuman ibu hamil memang tajam.
Dulu saat awal-awal hamil Alisha sangat membenci Mario, bahkan melihat wajahnya pun Alisha sangat muak dan ingin muntah. Tapi sekarang Alisha justru sangat merindukan ayah dari anak-anak nya ini, mungkin ini bawaan anak-anaknya yang sedang merindukan ayahnya.
"Nak... Mamah lihat-lihat kamu udah gak mual-mual lagi ya sayang" tanya Nissa yang sedang melihat Alisha makan dengan sangat lahap.
"Ia Mah, Alisha bawaannya lapar mulu Mah. Semua makanan Alisha makan dan masuk ke perut, gak di muntahin lagi" ujar Alisha yang masih memakan-makannya
"Syukurlah kamu harus selalu sehat biar Dede utun tumbuh dengan baik dan sehat juga dalam kandungan kamu ya sayang.
"Ia Mah Ok!" ujar Alisha menunjukan jempolnya. Nissa yang melihatnya anaknya tersenyum lebar sangat bahagia, karena kesedihan itu sudah tidak nampak lagi di wajah Alisha.