MATA HATI TERLUKA

MATA HATI TERLUKA
BAB 34 RENCANA LICIK HERMAN


POV Herman


Aku masih gak percaya dengan keadaan ini, Fina hamil dan tak ada yang tau, dan Fina sendiri pun tidak memberi tau aku, lalu sekarang rahim Fina di angkat, dan dia tidak bisa punya anak, aku masih menunggu operasi Fina yang belum selesai, ku lihat ibu yang tertidur sambil terduduk dan wajah ibu terlihat lelah sekali, ingin aku bangunkan tapi kasian, tapi kalo tidur seperti itu badan ibu pasti pegal pegal.


" Bu bangunlah.... Mending ibu istirahat saja pulang ya Bu, biar Fina aku yang jaga saja Bu, ibu pasti sangat lelah dan ibu juga belom makan kan, aku pesenin taksi online ya bu "


" Ia man... Kamu jaga Fina ya.... Ini udah malam juga.. ibu capek, besok pagi ibu kesini, kamu juga kalo udah selesai operasinya, makanlah dulu ya "


" Ia Bu, ayo Bu Herman antar ke depan, tapi Herman cari kursi roda dulu buat ibu, biar ibu ga usah jalan "


" Ia man " ucapku dan aku pun pergi mencari kursi roda untuk ibuku. Setelah mendapatkan kursi rodanya, ibu pun duduk di kursi roda tersebut dan akupun mendorongnya dari belakang.


Akhirnya ibu pun pulang, dengan menggunakan taksi online, dan akupun kembali ke ruangan operasi Fina, setengah jam kemudian, akhirnya para dokter pun keluar dan membawa Fina yang masih di bius keruang perawatan, saat tiba di ruang rawat inap akupun langsung tertidur di bangku yang telah di sediakan karena mataku sangat lelah. Keesokan harinya ibu pun pagi pagi datang membawa baju ganti, alat mandi dan sarapan.


" Man kamu mandi dulu ya, terus sarapan ya Bu ". Ucap ibuku sambil menata makanan sarapan yang akan ku makan, karena badan terasa rentak dan remuk akupun langsung membawa baju ganti dan alat mandi ke kamar mandi. Setelah selesai membersihkan diri aku ijin ke ibuku untuk berangkat kerja.


Pekerjaan hari ini untungnya tidak menyita begitu banyak waktu dan pikiran ku, setelah jam pulang akupun langsung pergi ke rumah sakit untuk melihat Fina, yang masih tertidur. Saat sampai di rumah sakit aku melihat ibu sedang duduk dan mengobrol bersama keluarga pasien lain.


" Man kamu udah pulang "


" Ia Bu Fina gimana belom ada tanda tanda Fina bakalan bangun Bu "


" Belom kayanya dia lagi tidur nyenyak, kamu langsung kesini man, ya udah ibu pulang ya, kamu jagain Fina aja malam ini, ibu capek "


" Ia Bu pulanglah, ayok Bu, Herman temenin keluar ".


" Ia man " akupun menemani ibu keluar rumah sakit, dan setelah ibu pergi dengan taksi online akupun kembali keruangan rawat Fina, saat aku tiba ternyata ku lihat Fina sudah siuman, akupun hanya biasa melihat dia sudah sadar Dan sedang tiduran sambil menangis .


" Sudahlah jangan kamu menangis lagi "


" Kamu jahat mas, apa yang kamu lakuin ke aku, sampai aku kaya gini "


" Kamu hamil anak siapa, anak aku atau anak bandot tua itu "


" Hamil... Aku hamil mas ga mungkin "


" Liat kamu sendiri ga sadar kan kalo kamu hamil, keterlaluan kamu Fin, udah selingkuh sama bandot tua sampai hamil pula "


" Terus gimana dengan kandungannya mas "


" Dia sudah gugur "


" Ohhh ya sudah mau di apakan kalo sudah gugur mah mas, tapi aku tetep minta kamu harus tanggung jawab karena udah bikin aku kaya gini mas "


" Fina.... Fina kamu itu adalah ibu paling buruk, ga ada iba sama sekali atas kehilangan anak kamu ini,


" Ya mau gimana lagi, aku harus nangis nangis gitu, tar juga aku bakalan hamil lagi cepat, gak kaya mantan istri kamu mau hamil aja lama nunggu Ampe 2 tahun. "


" Fina... Fina.... Kamu itu udah ga bisa hamil Fin. Rahim kamu tuh udah di angkat Karen rusak " ucapku kesal pada Fina , karena masih saja dia mengucapkan kata kata menjengkelkan dengan mulut kotor nya itu.


" Apa kamu bilang mas..... Bagaimana bisa aku udah ga bisa hamil, maksud kamu apa mas rahim ku sudah diangkat ".


" Pelanin suara kamu, disini bukan hanya ada kita, tapi ada pasien lain juga, bikin malu saja, rahim kamu rusak dan harus di angkat jadi kamu udah ga bisa hamil lagi, nangis kamu sekarang ".


" Enggak mas.... aku ga mau cacat mas hiks hiks hiks, aku mau punya anak, balikin rahim aku mas ". Ucap Fina, bisa nangis juga dia padahal masih lemas tuh badan.


Pertemuan dengan dokter sangat alot, karena dokter tidak mengijinkan Fina pulang hari ini, tetapi aku memaksa merepotkan saja,nanti biaya rumah sakit malah tambah mahal, tapi aku tidak peduli keadaan Fina, di rumah juga dia bisa istirahat tanpa harus membayar ruang rawat inap kan, jadi mending aku bawa saja Fina pulang malam ini naik taksi online walaupun badan dia masih lemas.


Setelah sampai rumah aku dan Fina di sambut oleh ibu dan bi mur, Fina pun di bawa oleh bi fur ke kamarnya menggunakan kursi roda. Dan ibu hanya diam saja melihat Fina di bawa ke kamar, saat di kamar kudengar Fina menangis berteriak, aku dan ibu pun langsung masuk ke kamar Fina.


" Akhhhhh sialan kenapa ini harus terjadi sama aku "


" Kenapa kamu Fin, teriak teriak gak jelas kaya gitu, gila kamu ya " ucap ku yang melihat Fina seperti kesetanan.


" Semua ini gara gara kamu ya mas, aku jadi kehilangan rahim aku, kamu harus tanggung jawab mas, aku ga terima, Bu tolong aku Bu " ucap Fina mengiba ke ibu agar mendapatkan dukungan.


" Fina seharusnya kamu sadar, apa yang kamu terima sekarang adalah hasil perbuatan kamu sendiri yang menghancurkan keluarga orang lain, apalagi ini saudara kamu sendiri yang sudah baik sama kamu, dan kamu suka menghina dia dengan sebutan mandul, dan sekarang kamu sendiri yang mandul, jadi nikmatin aja nasib kamu, apa yang kamu tuai ya yang kamu dapetin sekarang, " Ucap ibu menyentil sedikit ego dan hatiku karena aku juga merasakan yang ku alami saat ini adalah hasil perbuatan ku, kalo saja aku tau Nissa sekaya itu aku gak akan pernah tergoda oleh wanita seperti Fina yang seperti benalu dan parasit menghabiskan uangku saja.


" Bu aku ga minta ceramah ibu, aku hanya minta tolong ibu bilang sama anak ibu, buat tanggung jawab ke aku, karena anak ibu aku jadi cacat dan gak bisa hamil "


" Man urusin lah istri kamu ini man, ibu pusing sama tingkahnya, kalo bisa kamu Sama istri kamu ini keluar dari rumah ibu "


" Janganlah Bu, aku mau tinggal di mana kalo keluar dari rumah ini, masalah Fina biar aku yang urusin aja Bu " ucapku yang langsung menatap Fina tajam. Dan ibu pun langsung keluar dari kamar Fina karena stres melihat Fina yang terus menangis.


" Diam kamu, berisik tau gak, udah gak berguna sekarang malah merepotkan ". Ucapku sambil ku pegang dagu Fina biar dia diam.


" Kamu tuh jadi istri harus berguna, kalo kamu ga mau aku ceraikan ok, tapi harus ikutin semua apa yang aku mau. " Kulihat ada ketakutan di mata Fina, karena menatap wajahku dengan ekspresi marah seperti tadi, dan dia hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Sakit mas, Ampun jangan siksa aku lagi ".


" Nah gitu jadi istri itu nurut... Jangan kebanyakan ngebantah suami, kalo kamu gak mau ceraikan... Kamu harus ikutin rencana yang aku buat "


" Apa mas, apa kamu ada rencana buat mba Nissa "


" Lupakan Nissa untuk sementara ini, dan jangan ganggu dia, biar Nissa jadi urusanku, karena kamu semua rencana ku gagal, dan aku udah ga bisa menemui Nissa lagi, dan ini adalah hukuman buat kamu Fina " ucapku dengan seringai ku.


" Apa mas.... Apa kamu minta aku buat bekerja mencari uang, ga apa apa mas, asal kamu yang Carikan kerjaannya, kalo bisa kerja di kantor kamu sekarang mas "


" Ia aku memang minta kamu kerja, tapi bukan kerja di kantor ku..... Melainkan jadi sugar baby seperti yang kamu lakukan selama ini, kamu udah menghianatin aku kan jadi sekalian aja.... Kamu keruk harta si bandot tua itu, dari uang yang kamu dapatkan kita bisa buka usaha kafe seperti milik Nissa .


" Tapi mas.... Aku gak salah denger kamu malah nyuruh aku kaya gitu lagi mas, apa kamu gila "


" Memangnya kenapa toh kamu juga ga bakalan hamil kan, tapi ingat kamu harus pakai pengamaan, karena saya gak mau kamu tertular penyakit. "


" Tapi mas kenapa kamu lakukan itu, kenapa pikiran kamu hanya tentang harta saja mas, kamu gak memikirkan aku sama sekali yang sudah kehilangan rahim mas, itu artinya kamu juga ga bisa punya anak lagi mas ".


" Untuk apa aku memikirkan keadaan kamu, toh kamu yang buat sendiri kesialan kamu, seperti yang ibu barusan bilang, semua ini karena kamu sendiri, dan kamu bilang kenapa aku memikirkan hanya harta.... Oh ya jelas waktu sama Nissa hidupmu bahagia, bebas mau apa aja Nissa selalu kasih, dan aku punya apapun yang aku mau, dan kamu lihat setelah aku berpisah sama Nissa, aku hancur Fina, aku udah ga bisa senang senang lagi, aku di pecat jadi PNS karena kamu, padahal aku begitu susah payah untuk mendapatkan pekerjaan itu, dan itu semua karena kamu yang berusaha selalu menggoda ku, jadi Ini hukuman untuk kamu Fin, aku memang tukang selingkuh tapi aku ga mau di selingkuhi, ingat itu Fina, aku ga mau tau kamu hubungi bandot tua itu keruk hartanya hingga kita bisa punya cafe ". Ucapku masih dengan nada kasar karena kekesalanku sudah sampai di ubun-ubun.


" Kamu jahat mas, kamu sama aja ngejual aku mas hiks hiks "


" Loh apa bedanya sama kamu dan bandot tua itu, bukannya kamu juga menjual diri kamu juga.... Udahlah kamu ga usah banyak drama, kalo kamu gak mau melakukan itu, silahkan keluar dari rumahku, dan aku juga ga mau ngurusin kamu lagi "


" Hiks hiks.... Baik aku turutin apa mau mu mas, tapi aku minta uang hasil melayani bandot tua itu kita bagi dua mas"


" Tidak masalah, terserah kamu saja, tidurlah biar badan kamu bisa fresh besok, jadi kamu bisa cepat sembuh dan berguna buat aku " ucapku sambil berlalu keluar dari kamar Fina.


........