MATA HATI TERLUKA

MATA HATI TERLUKA
IKATAN CINTA


"Berani sekali dia ingin mengusik kesayanganku, istri cantik ku itu bukan barang yang bisa di serah terima begitu saja, emangnya Sertijab jaman sekolahan! kayanya ini anak mainnya kurang jauh, tapi aku harus tetap hati-hati, bocah ini lawan yang tangguh, aku harus pulang sekarang," gumam Agam dan kerjaan di kantor hari ini di biarkan begitu saja oleh Agam, karena konsentrasi nya sudah terpecah, dan sudah tidak ada minat untuk menyelesaikan pekerjaannya, Agam pun membawa semua pekerjaan itu ke rumah , berharap istri cantiknya itu akan menemani Agam dengan sentuhan lembutnya.


Setelah semua berkas di rapihkan dan akan di bawa pulang.


"Tania, saya pulang dulu ya, jadwal saya kosong kan, kalau ada yang ingin bertemu saya, bilang saya tidak mau di ganggu, paham kan!" ucap Agam ke sekertarisnya.


"Baik pak." Saut Tania.


Agam pun langsung melesat pulang menuju lift yang hanya di gunakan khusus untuk dirinya saja.


Saat sudah sampai di rumah, Agam bergegas ke kamarnya mencari Nissa, dan saat Agam melihat Nissa sedang tertidur, betapa hangatnya hati Agam, Nissa tertidur sambil memeluk Arka, Agam tersenyum melihat dua kesayangannya itu yang tidur dengan sangat tenang, dan Agam berjanji tidak akan ada yang bisa memisahkan dia dengan istri dan anaknya. Karena dua kesayangannya masih tertidur, Agam melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


Drt...drt...drt...


[ Halo selamat siang pak Agam ]


[ Ia bas.... Gimana? ada perkembangan ]


[ Sepertinya bapak harus hati-hati, dengan keluarga Suryadiningrat ini, mereka itu punya kekuatan yang lebih besar dari yang kita bayangkan pak ]


[ To the poin aja! ]


[ Setelah saya telusuri, meskipun baru sedikit data yang saya dapatkan, tapi membuat saya takut pak ]


[ Kenapa kamu harus takut! ]


[ Mereka itu mafia pak, sangat mengerikan pak ]


[ Aku tau kalau masalah itu, terlihat dari setiap mereka menghancurkan perusahaan yang di bawah kendali mereka ]


[ Lebih dari itu pak, mereka tidak kenal ampun, bahkan mungkin saja, nyawa bapak bisa terancam ]


[ Mereka tidak akan semudah itu mengalahkan ku, carilah informasi yang lebih akurat lagi, jika mereka bermain-main dengan kalangan mafia, maka kita juga harus melakukan hal yang sama ]


[ Baik pak saya mengerti, saran saya tambahkan perlindungan bapak dan keluarga bapak ] ucap Abas memperingatkan ditelpon.


"Apa ini....? Apa mereka semenakutkan itu, aku tidak akan pernah kalah dengan manusia licik itu!" Ucap Agam dalam hati. Agam pun langsung melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.


Tok....tok...tok...


"Yank kamu sudah pulang?" ucap Nissa di belakang pintu membuka pintu ruang kerja Agam, sambil menggendong Arka.


"Kalian sudah bangun?" ucap Agam.


"Kok gak bangunin aku sih," ucap Nissa cemberut.


"Ngelihat kalian berdua tidurnya nyenyak, aku jadi gak tega untuk membangunkan,"


"Papapapapah," ucap Arka yang merentangkan tangannya ingin di gendong Agam.


"Sini sayang, Papah gendong ya? Kangen banget nih papah sama kamu sayang,


"Papapapapah," anak pintar, anak siapa sih nih? Ucap Agam.


"Kangen ya kamu sayang sama papah, Ayuk mas kita makan, pasti belum makan kan kamu yank?" tanya Nissa.


"Ia ... Belum makan, aku kangen masakan kamu juga yank" jawab Agam.


"Semua sudah siap kapten, di meja makan." Ucap Nissa sambil menaruh tangannya di dahi ala-ala pemimpin upacara. Nissa dan Agam pun makan bersama di meja makan sedangkan Arka di berikan kepada mba Sus untuk di suapi.


"Sayang, Kamu kenal yang namanya Riki? "Tanya Agam hati-hati, setelah mereka berdua makan.


"Riki... Emangnya ada apa sih yank, bukan kenal sih sebenarnya, cuma baru tau aja waktu di nikahannya Sera, dia itu direktur keuangan di perusahaan pak Boy"


"Oh ia..ia... Pak Boy itu klien perusahaan ku yank,"


"Ia yank, yang pertama kali kita ketemu"


"Ia and i love you at the first sight" ucap Agam romantis, mencium kening Nissa.


"Masa... Gak percaya aku," ketus Nissa.


"Belah dadaku," ucap AgamĀ gombal.


"Gimana kalau kita jalan-jalan yank? mumpung aku pulang cepat."


"Males aku yank, badan aku cepat lemes, aku pengen tiduran aja, kalo enggak nonton TV aja."


"Ya sudah, kalau gitu aku temenin ya"


"Ia..... Aku mau panggil Arka dulu ya"


"Ia yank," Ucap Agam. Nissa pun bangun dan mengambil Arka di tangan mba Sus nya, sedangkan Agam ke ruangan bioskop mini yang ada di rumahnya, rumah Nissa yang menjadi mahar dari Agam memang di lengkapi berbagai macam fasilitas yang mumpuni dari mulai kolam renang, tempat gim, bioskop kecil dan tempat bermain Arka, benar-benar rumah idaman.


Film pun di putar, film Doraeman yang pas untuk anak kecil, karena kalau ingin nonton film horor Arka belom tidur, takutnya Arka akan menangis dan itu tidak baik untuk pikiran Arka, Doraeman stand by me menjadi film favorit, Arka yang tersenyum senang sambil menghentak- hentakan kaki nya, Agam yang melihatnya pun hanya bisa tertawa melihat tingkah lucunya Arka, tak terkecuali dengan Nissa, sangat menikmati filmnya dan tingkah lucu Arka.


"Eman.... Pah...Eman...." Ucap Arka


"Ia sayang....Anak papah mau Doraeman, tar papah beliin bonekanya yang gede ya" ucap Agam.


"Eman pah.... Asikkk" ucap Arka sambil mengangkat tangannya senang.


"Eman Mah.... Mu...mu..." Ucap Arka.


"Kita beli aja yuk ke Mall sekarang," tanya Agam.


"Boleh lah... Ngeliat Arka pengen Doraeman, ya sudah, ayok kita ke Mall"


"Ya sudah, aku bawa Arka tunggu di mobil ya"


"Ia yank, aku siap-siap dulu." Ucap Nissa


_&&&_&&&&


"Gimana Jo.... Sudah kamu cari tau siapa saja para pemegang saham di perusahaan Agam?" tanya Riki.


"Sudah pak Riki, data-datanya sudah saya email ke bapak dengan lengkap," ucap Johan detail.


"Bagus... Sepertinya Agam tidak mau bekerja sama, jadi aku memutuskan untuk mengambil paksa," ucap Riki dingin .


"Ini si bos gak salah kan? sukanya sama istri orang, gak ada cewek lain apa Bos, Hadeh..." ucap Johan dalam hati.


"Kamu segera atur pertemuan dengan mereka Jo, Aku ingin mengajak mereka bekerja sama untuk memihakku, agar Agam hancur, agar Agam tau bahwa dia akan berhadapan dengan siapa," ucap Riki dengan seringai jahatnya.


"Baik pak, saya akan Atur pertemuan dengan mereka, tapi kalau boleh tau bagaimana caranya kita menghancurkan perusahaan pak Agam, setahu saya bakingannya kuat pak, dan sebenarnya para pemegang saham itu hanya memiliki saham yang sedikit, saya pikir walau tanpa mereka pun, pak Agam tidak akan hancur begitu saja." Terang Johan, Asisten Riki.


"Kalau begitu, hancurkan sampai ke akar akarnya, aku akan minta bantuan ayah dengan organisasi hitamnya."


"Baik pak!"


"Kamu boleh keluar!"


"Saya izin undur diri pak," ucap Johan dan Riki hanya menganggukkan kepalanya saja, lalu Johan pun keluar dari ruangan Riki.


Drt...drt... drt....


Ada pesan masuk di HP Riki, lalu Riki melihat sebuah gambar yang di kirimkan oleh orang suruhannya untuk mengikuti Nissa kemana pun Nissa pergi, Riki mengepalkan tangannya kuat karena melihat Agam dan Nissa berpegangan tangan di Mall bersama anaknya, bahkan ada foto yang memperlihatkan ketika Agam mencium kening Nissa, dan Nissa tersenyum begitu lebarnya.


"Senyum kamu sangat manis Nis, Aku tak sabar untuk selalu membuatmu tersenyum seperti itu, aku juga tidak sabar untuk selalu memelukmu," ucap Riki dingin.


"Akhhhhh sialan," ucap Riki sambil membanting HP nya hingga pecah saking kencangnya, karena melihat gambar yang memperlihatkan Agam sedang memeluk Nissa mesra.


"Agam... Aku akan membunuhmu, beraninya kau menyentuh calon milikku, awas lu gam, lihat saja nanti!" ucap Riki kesal. Dia tidak memperdulikan HP mahal nya itu rusak menjadi pecahan berkeping-keping.


"Seli... Panggilkan Johan ke ruangan saya" ucap Riki menelpon sekertarisnya. Dan tak lama Johan pun kembali ke ruangan Riki dengan tergesa-gesa.


"Jo! Saya minta untuk pertemuan dengan para pemegang saham perusahaan Agam di percepat kamu mengerti! saya ingin melihat kehancuran Agam secepatnya!" ujar Riki marah.


"Bbbbaikk, Bos... Akan saya laksanakan!"


"Berapa hari ya, saya ingin pertemuan itu di laksanakan tiga hari dari sekarang"


"Tiga hari Bos... Siap Bos!"


"Bagus, sekarang kamu kerjain semua kerjaan saya hari ini, saya harus keluar," ucap Riki yang langsung keluar ruangan tanpa melihat wajah cengok dari Johan.


"Ya Tuhan, Bos gue ini, demen banget nyiksa orang ya... Lembur maning lembur maning, hadeuh..." ucap Johan kesal.


Riki sengaja menyusul Agam dan Nissa di Mall tempat mereka sekarang berada, Riki merasa panas hati dan cemburu karena sentuhan-sentuhan Agam ke tubuh Nissa, dan Riki merasa tak terima, obsesi Riki sungguh sangat di luar nalar, dan membahayakan sekali.


Riki sudah sampai di depan Mall, dan langsung menuju ke restoran tempat Agam dan Nissa makan bersama anak mereka seperti foto yang dikirimkan terakhir oleh orang suruhannya. Saat sampai, Riki langsung menghampiri mereka.


"Wah kebetulan sekali ada pak Agam dan Nissa disini, bolehkah saya ikut bergabung, makan bersama kalian?" ucap Riki tak tau malu.


"Maaf pak Riki, kami sedang makan bersama keluarga, dan saya tidak ingin orang luar ikut acara makan saya" ucap Nissa tegas.


"Wah Bu Nissa jangan begitulah, sekarang memang bukan keluarga, tapi siapa tahu di masa depan kita akan menjadi keluarga," ucap Riki.


"Maaf pak Riki, mungkin lain kali makan bersama nya, sepertinya istri saya sedikit terganggu, biasa hormon ibu hamil agak lebih sedikit sensitif," ucap Agam yang menekan kata istri hingga membuat Riki mendelik. Dan Agam tertawa dalam hati.


"Kalau kamu mau makan di meja ini silahkan, kami yang akan pergi" ucap Nissa sarkas.


"Jangan Nis... Silahkan senyamannya kamu saja, aku yang akan pergi mencari tempat lain, pokoknya aku akan mengutamakan kebahagiaan dan kenyamanan kamu Nis," ucap Riki.


"Cukup pak Riki yang terhormat, saya sudah tegaskan untuk jangan melewati batas anda karena saya tidak suka, lebih baik anda menjauh dan jangan mengganggu kami lagi" ucap Nissa kesal.


"Hayu yank... Aku sudah gak napsu makan, lebih baik kita pulang saja," ucap Nissa yang langsung berdiri lalu segera menggendong Arka. Sedangkan Riki begitu menahan kekesalannya karena mendapatkan perlakuan yang tidak enak dari Nissa.


"Sebentar yank kamu duluan yah, aku mau ngomong sama pak Riki."


"Ia yank jangan lama-lama"


"Lihat kan pak Riki..! Anda bisa melihat begitu kita saling mencintai, jadi walaupun anda bisa menghancurkan perusahaan saya, anda tetap tidak akan bisa menghancurkan pernikahan saya dengan Nissa, karena Ikatan Cinta kami berdua sangat kuat, anda paham kan! paham dong, kan pinter masa gak paham!" ucap Agam meledek Riki.


Riki semakin mengepalkan tangannya erat, dia kesal dan marah, sepertinya sulit mendapatkan Nissa, karena Riki tau Nissa bukanlah cewek matre seperti wanita kebanyakan yang pernah dia kenal.


"Awas kamu Agam...! Cepat atau lambat Nissa akan jadi milikku!" gumam Riki.


&&&&