MATA HATI TERLUKA

MATA HATI TERLUKA
BAB 42 ANNIVERSARY PERUSAHAAN


POV Author


" Paketttt..... Paket..... Pak paket pak " ucap seorang kurir berpakaian oren mengantarkan sebuah surat.


" Paket apa ya mas " ucap pak Joko berdiri di depan gerbang yang masih dalam keadaan tertutup.


" Surat nih kayanya pak, terima aja dulu pak.... Panas nih tar saya jelek.. kena matahari" ucap kurir menyeka keringat di dahinya.


" Set dah... Gak bakalan jelek tenang aja.... Kena matahari doang takut jelek... Lihat saya tiap hari di bawah matahari masih tetep ganteng kok " ucap pak Joko pede, dan membuka gerbang pintu,lalu mengambil surat yang ada di tangan kurir tersebut.


" Tanda tangan gak nih "


" Gak usah pak minta selfie aja saya "


" Mau minta selfie situ ngefans ya sama saya.... Bentar... Saya rupah-rapih dulu biar tambah Caem " ucap pak Joko merapihkan bajunya yang sudah rapi sejak tadi .


" Ia dah.... Nah pegang nih suratnya pak.... Taruh di depan muka bapak biar jelas " ucap kurir sambil mengambil posisi Selfi ".


" Sontoloyo.... Muka ku yang gak keliatan.... Gini aja dah " ucap pak Joko sambil tersenyum lebar memperlihatkan gigi nya dan memegang surat serta menunjukan jempol ya.


" Udah ya pak makasih " sang kurir pun pergi menaiki sepeda motornya dan menjalankan motor dengan ngebut.


" Dasar bocah gemblung.... Bawa motor kaya rosi.... Ngebut-ngebut udah tau ini komplek... Buat siapa ni ya suratnya.... " Ucap pak Joko sambil masuk ke dalam dan menutup pagar rumah lalu menguncinya karena takut ada maling dan orang jahat.


" Oh punya Bu non Nissa.... Aku kasih Jum aja kalo gitu " ucap pak Joko memutar-mutar surat dan mencari tulisan, dan langsung masuk ke rumah.


" Jum ini ada surat buat non Nissa, nanti kamu kasih ya, saya mau balik lagi ke pos "


" Ohhh Ok sip " dan mereka berdua pun melangkah menuju tempat masing- masing. Mbok Jum pun langsung melangkah ke kamar ya mba Nissa yang berada di bawah, saat sudah sampai dia langsung mengetok pintu kamarnya non Nissa dengan pelan.


" Masuk " terdengar suara Nissa  dari kamar yang menyuruh mbok Jum masuk, dan mbok jum pun membuka pintunya dengan perlahan, lalu ketika sudah di kamar langsung menghampiri Nissa dan memberikan surat kepada Nissa yang sedang rebahan di kasur.


" Oh mbok Jum..... surat dari siapa mbok " ucap Nissa yang membulak-balikan surat untuk melihat siapa pengirim nya.


"Mbok kurang tau non, dari pak Joko di depan"


" Oh yaudah makasih ya mbok "


" Ia non " ucap mbok Jum yang langsung undur diri dan keluar dari kamarnya Nissa.


.............


POV Nissa .


Aku menimbang surat yang ada di tanganku, yang dikirim oleh perusahaan tempat aku dulu bekerja, ketika aku membukanya ternyata isinya adalah undangan untuk menghadiri ulang tahun perusahaan yang akan di laksanakan di Ball Room hotel mewah di kota ini , dan pasti semua karyawan akan datang, termasuk si manusia mokondo itu. Kalo aku gak hadir, pasti bakalan gak sopan banget sama pak Boy yang udah mengundang khusus bahkan lewat chat, tapi kalo hadir pasti ketemu si biang rusuh..... Gimana ya... Kayanya aku harus tanya sama mamah masalah ini, aku akan keluar kamar menemui mamah di kebun, batinku.


Saat tiba di kebun ku lihat mamah sedang memandang laptop yang tadi ku tinggalkan di meja gazebo, aku pun berjalan pelan-pelan tanpa menimbulkan suara, dan sedikit mengintip apa yang di tonton mamahku.


" Weh.... Wehhhh.....wehhhh..... Lah si Ema nonton drakor toohhhh...... Katanya gak suka sama drakor "


" Hehehehe Nis.... Ganteng-ganteng banget pemainnya, putih-putih lagi cerita nya juga seru ga bosenin ternyata "


" Nah kan mamah kena demam drakor juga "


" Ia nih seru ternyata, sini duduk samping mamah kita nonton bareng lagi.... Lagian cemilannya masih ada juga "


" Mamah aja yang nonton, tapi tar ya Drakor nya di pause dulu " ucapku yang langsung menekan tombol spasi di laptop ku.


" Kenapa Nis, ada masalah lagi "


" Enggak mah.... Ini aku dapet undangan dari kantor ku yang lama, buat acara Anniversary atau ulang tahun perusahaan mah, terus Sera juga ngajakin aku bareng, menurut mamah gimana "


" Kamu pengen Dateng kesana emangnya ."


" Pengen sih, cuman males kalo ketemu sama mas Herman, mana dia akhir-akhir ini nelepon aku mulu mah, ganggu banget , mau di laporin lagi ke Polisi gak enak sama ibu "


" Ga enak kamu kesana aja nanti mamah, bakalan nyariin Body Guard cewek yang bisa nyamar jadi temen, buat jagain kamu di dalam nanti "


" Emang ada mah kaya gitu "


" Adalah temennya Dadang banyak kok cewek yang jadi Body Guard "


" Oh, ucapku sambil memonyongkan bibir".


" Ih itu bibir, kapan emang acaranya "


" Minggu mah " ucapku sambil menyerahkan undangan ke tangan mamah.


" Ya udah beres pokoknya, yaudah kamu balik kamar sana mamah mau lanjut nonton lagi seru " ucap mamah menyalakan lagi laptop yang ku pause tadi, mamahku walaupun sudah tua tapi tidak gaptek, mamah mengerti cara kerja laptop, dan menggunakan Microsoft word dan Excel.


...........


Keesokan harinya...


Setelah siap dengan penampilan ku, langsung saja aku mengambil clutch kecil dari merk ternama Daor, dan gelang emas yang menghiasi tangan ku agar semakin mempercantik diriku malam ini.


" Beres semua tinggal berangkat, HP ku mana ya " kulihat sekeliling kamar dan kasur ku mencari HP, untungnya ketemu di bawah bantal, akupun membuka HP untuk melihat panggilan dan chat yang masuk. Ada chat dari Sera yang memberitahu dia sudah jalan duluan bersama Doni dan menunggu aku di Ballroom saja, dan beberapa panggilan dari mas Herman, hmmmm dia lagi dia lagi. Semoga tidak ada kejadian aneh nanti disana , " Batinku.


Akupun langsung menaiki mobil di temani oleh pak Dadang dan Mili temannya pak Dadang yang menyamar menjadi temanku malam ini, jalanan malam Minggu ini tidak macet tapi ramai, akupun hanya melihat keluar jendela, dan sesekali mengajak mba mili dan pak Dadang untuk berbincang ringan. Dan tak berapa lama pun kami sudah sampai, Sera sudah menunggu ku di lobby bersama Doni, Arsy dan Diana.


" Astaga bumil kecintaan ku akhirnya datang juga " ucap Sera yang seketika datang memelukku bersama Arsy dan Diana, kami berpelukan seperti Teletubbies, dan orang orang sempat melihat kami, tapi kami cuek saja.


" Bumil kita ini udah hijrah makin cantik ya.... Makinan glowing, tar banyak yang lirik ini, tau tau ada yang datang buat ngelamar " ucap Arsyi meledekku.


" Yehhh jangan sekarang lah kan masih masa Iddah ga baik hehe , ya udah hayukkk kita masuk ". ucapku menarik teman-teman ku untuk masuk .


" Tar dulu ibu itu siapa, cewek belakang ibu, sodara ibu? " ucap Diana menunjuk ke arah Mili, dan masih memanggilku dengan sebutan ibu.


Akupun menepuk jidatku , lupa. " oh ia..... kenalin ini Mili teman aku sekalian jagain aku disini..... Mili kenalin mereka semua sahabat Absurd aku di kantor dulu " ucapku mengenalkan mereka dan temanku hanya singkat saja dan tersenyum simpul , dan Mili pun hanya menundukkan kepalanya sedikit tanda hormat.


" Ok dah ayo acara temu kangen ya udah dulu, sekarang masuk karena acara udah mau di mulai ". Ucap Doni yang merasa di kacangin oleh para ciwi-ciwi. Kamu ber enam pun masuk ke dalam Ball room dan menyapa teman kantor ku dulu yang ku kenal, kebanyakan mereka melihat ke dalam perutku dan bertanya sudah berapa bulan, dan bagi yang belom tau permasalahan rumah tanggaku, bahkan banyak sekali yang bertanya suami ku di mana, ku jawab saja sejujurnya bahwa aku sudah bercerai bersama suamiku saat sedang hamil, biar tidak ada yang bertanya lagi, jujur aku sedikit risih dengan berbagai macam tatapan mereka.


" Udah yuk kita ke depan mau nemuin pak Bos, hayuu Nis " ucap Sera yang hanya ku balas dengan senyuman saja. Kami pun beranjak untuk menemui pak Boy, untuk mengucapkan selamat atas Anniversary perusahaan nya .


" Pak boy..... Selamat malam.... Selamat Anniversary perusahaan bapak ya pak " Ucapku saat kami semua sudah ada di depan pak Boy, yang sedang berbicara dengan salah satu rekan bisnisnya.


" Nissa...... Dan kalian semua... Datang barengan "....


" Ia pak tadi kita bertemu di lobby... Loh pak Agam..... Selamat malam pak ".


" Malam Nis..... Kamu datang sendirian " ucap pak Agam .


" Enggak pak saya datang bersama teman saya dan pak Dadang ."


" Nampaknya kalian sudah dekat..... " Ucap pak boy, menebak dan seketika saja membuat sahabatku mendelik melihatku barengan, apalagi Sera sampai menyikut tanganku.


Aku melihat Sera, dan hanya senyum tipis saja, dan dari matanya Sera meminta penjelasan panjang kali kubus.


" Enggak pak , kemarin gak sengaja saja saya dan pak Agam bertemu di rumah sakit, saat saya sedang cek kandungan " . Ucapku memperjelas supaya tidak ada kesalah pahaman , karena bakalan repot dan gak etis, jika aku sampai di gosip kan dengan lelaki lain, karena aku masih mengandung dan masih dalam masa Iddah .


" Wow kemajuan yang bagus pak Agam " ucap pak Boy , membuat aku mengernyitkan dahi, dan aku melihat Sera sahabatku juga melakukan hal sama yaitu mengernyitkan dahi, sepertinya setelah acara ini akan ada sesi tanya jawab dengan mereka semua, aku mending pulang duluan aja nanti, pikirku.


Pak Agam, melihatku dan menaikkan alisnya turun naik, aku cengok melihat itu, kenapa sama nih orang, ucapku dalam hati....


" Hehehehe pak Agam, pak Boy kayanya udah mulai gading nih, saya pamit ijin ke toilet dulu sebentar ya semuanya " ucapku langsung kabur menarik tangan Mili untuk mengikuti ku ke toilet.


" Huft benar-benar ya.... Pak Boy itu kayanya tujuan dia mengundang aku kesini pengen ledekin aku doang sama Pak Agam, terus kenapa itu Pak Agam malah kaya gitu ekspresinya " ucapku bicara kepada Mili, di toilet sambil mencuci tanganku dan bercermin.


" Keliatan banget mba...... Kalo bapak tadi menyukai mba Nissa "


" Bapak yang mana nih.... Kan ada dua tadi "


" Yang muda lah Bu.... Kalo yang tua satunya... Keliatan dari cara dan tata gerak tubuhnya menganggap mba Nissa seperti keluarga dan anak bapak itu sendiri " ucap Mili menjelaskan yang membuatku paham dan menganggukan kepalaku tanda mengerti.


" Hmmm aku gak mau mikirin pasangan dulu kak, aku pengen fokus sama anak aku dulu dan usaha yang aku kembangkan dulu " .


" Baiklah mba Nissa , tapi sebaiknya kita pulang saja sekarang ya mba, dari tadi aku perhatiin ada bapak-bapak yang merhatiin mba Nissa terus dan saat ke toilet ada orang yang ngikutin kita kesini ."


" Beneran kak, ya udah kak hayuk akh kita pulang aja..... Lagian ini juga udah mau malem.... Kasian Dede utun nya tar " ucapku sambil mengelus perut ku yang sudah terlihat besarnya .


" Baik mba Nis mari ". Kami pun keluar toilet berbarengan tapi saat baru saja aku keluar toilet, ada mas Herman yang langsung mencegat ku, ngapain lagi sih nih orang satu ganggu banget beneran dah.


" Halo Nis..... Udah lama ya kita ketemu " ucap mas Herman yang langsung memerhatikan ku dari atas sampai bawah Membuatku semakin risi melihatnya... Ingin rasa hati ini menghujat tapi lagi hamil gak boleh.


" Kamu siapa ..... Jangan ganggu Nissa... Mending minggir jangan ganggu jalan kami" ucap kak mili maju dan melindungi ku dari mas Herman.


" Nis aku mau ngomong bentar.... Aku telepon kamu gak pernah kamu balas, chat aku juga gak pernah kamu bales. "


" Udah kak ga apa-apa , aku pengen tau dia mau bicara apa ' ucapku pada kak Mili, dan kak Mili pun memilih untuk beranjak satu langkah pindah berdiri nya di sampingku.


" Kamu berbeda sekali Nis, cantik dan elegan, kenapa saat jadi istri kamu gak seperti ini Nis, selalu enak di lihat dan tidak membosankan, kalo kaya gini kan aku ga bakalan berpindah hati dan selingkuh dengan Fina, tawaran ku masih berlaku Nis.... Lihatlah kamu nis sedang hamil dan sendirian, tidak ada suami yang menemani, kali kamu mau rujuk sama aku, janji Nis, aku janji akan bahagiain kamu dan akan manjain kamu Nis, dan anak kita akan bahagia dengan keluarga nya yang lengkap " ucap mas Herman dengan entengnya mengatakan omong kosong kaya gitu.... Ingin rasanya ku hajar mulut kotor itu... Sayangnya aku harus menahan berbuat buruk dan berkata kasar saat hamil.


" Udah yuk kak kita pulang, nyesel aku kasih kesempatan dia ngomong " ucapku lalu berlalu melewati mas Herman, tapi tiba-tiba tangan aku di tarik oleh mas Herman.


" Lepasin gak mas... Ini sakit kamu mau apa lagi.... "


" Lepasin tangannya mba Nissa , kalo gak mau aku berbuat kasar. " Ucap kak Mili mengamcam mas Herman, tapi yang dasarnya mas Herman bebal dia tetap memegang tanganku bahkan makin sakit pegangan tangannya.


" Gak akan mas lepasin, sebelum kamu ikut mas pulang ke rumah ibu, dan besok nya kita langsung ke KUA urus nikah kita " ucap mas Herman sambil terus menarik tanganku pergi tapi tiba-tiba.....


Jekkk........bukkkkkk....... Gedubruk....


Aku kaget karena tiba-tiba kak Mili menendang dan menginjak kakinya mas Herman, dan langsung menggulingkan badan mas Herman menggunakan punggung kak Mili, Aku melihatnya keren banget..... Ternyata dia jago bela diri juga... Saat mas Herman kesakitan, aku melihat sekitar, ternyata taman masih sepi dan kulihat CCTV tidak ada di ruangan ini, baguslah.


" Hayu kak kita tinggalkan dia, biarin aja dia kesakitan sendiri" ucapku mengajak kak Mili meninggalkan lelaki mokondo itu yang sedang memegang kakinya dan berteriak kesakitan.