MATA HATI TERLUKA

MATA HATI TERLUKA
RINDU ITU BERAT


Sudah 2 hari berlalu dan dua hari pula Mario pergi dari hadapan Alisha. Awalnya Alisha baik-baik saja, bahkan dia merasa senang, hingga membuat Nissa aneh, karena Alisha suka senyum-senyum sendiri.


Tapi berbeda dengan hati ini. Alisha langsung merasa hampa. Bahkan dia sangat merindukan lelaki itu.


Pagi ini setelah sholat shubuh Alisha masih berdiam diri di kasur. Bahkan setelah jam sudah menunjukan angka 7 pun badannya seperti enggan meninggalkan kasurnya yang empuk. Alisha masih berbaring di tutupi dengan selimutnya. Dan tampak nyaman sambil memeluk pakaian Mario yang dulu di ambil oleh Abang-abangnya. Sejak semalam tidur Alisha gelisah. Dan setelah alisha memeluk kemeja Mario, dia pun bisa tidur nyenyak.


"Loh Alisha mana mbok belom datang tumben?"


"Belom Non. Non muda belum keluar dari kamar nya, mungkin masih bersiap-siap" Ujar mbok Jum yang masih menyiapkan sarapannya.


Nissa melihat jam tangannya dan menggelengkan kepalanya pelan. Dia pun berdiri dan melangkahkan kaki ke arah kamar putrinya itu.


Tok..tok..tok..


"Alisha.... Kamu udah bangun? Udah jam setengah 8 kamu gak ngantor Nak" Ucap Nissa dari luar kamar. Nissa terus saja mengetuk pintu kamar putrinya itu, tapi tidak ada sahutan dari dalam. Nissa mencoba membuka pintunya ternyata tidak di kunci, Nissa masuk ke dalam kamar yang masih gelap temaram itu dan melihat anaknya Alisha masih tertidur menggunakan mukena dan di tutupi selimut, tapi ada satu hal yang membuat Nissa tersenyum, yaitu Alisha sedang memeluk pakaiannya Mario.


Nissa pun menghampiri Alisha yang masih tertidur, lalu membangunkannya.


"Sayang bangun ... Udah jam setengah 8 kamu mau ke kantor gak?" Ucap Nissa sambil menggoyang-goyangkan tangan Alisha.


Alisha pun terbangun dan mengerjapkan matanya. Melihat Mamahnya sudah di hadapannya seketika Alisha kaget.


"Astaghfirullah Mah jam berapa ini Mah" tanya Alisha kaget.


"Udah jam setengah 8 kamu mau ke kantor gak?" Tanya Nissa lagi.


"Aku sebenarnya agak gak enak badan Mah, badanku cepet letih akhir-akhir ini. Apa aku resign aja ya mah?" Ucap Alisha lemas.


"Ya udah nanti Mamah bilang Papah ya, kamu sarapan aja dulu Nak, kasian cucu- cucu Mamah, belum di kasih makan."


"Tapi aku gak laper Mah. Aku pengen tiduran aja seharian di kasur"


"Kenapa kamu kangen ya sama Mario"


"Gak tau Mah. Aku cuma.. hiks...hiks..." Ucap Alisha yang tiba-tiba menangis.


"Loh kok nangis .... Kenapa sayang?"


"Aku kangen sama laki-laki menyebalkan itu Mah. Dia bahkan belum kasih Kabar sama sekali dari pas dia pulang ke Indonesia sampai sekarang. Dia menyebalkan kan Mah.. hiks... Hiks..."


"Ia sayang Mario memang menyebalkan, gimana kalau kamu nikah aja sama Mario, biar bisa lihat Mario tiap hari" tanya Nissa yang membuat Alisha menghentakan tangisannya sejenak.


"Apa aku harus nikah sama bapak tua itu"


"Sayang, Mario masih muda, bahkan mungkin baru 30 tahunan"


"Tapi kan aku masih-masih kecil umurku aja baru 20 tahunan."


"Tapi sebentar lagi kamu bakalan jadi ibu"


"Ia sih, tapi apakah ini pilihan yang tepat Mah"


"Istikharah sayang, minta petunjuk sama Allah. Masalah kerjaan kamu nanti Mamah kasih tau Papah supaya tunjuk wakil CEO baru buat cabang di Amerika."


"Ia Mah, aku mau di rumah aja kepalaku puyeng, apalagi sekarang badanku cepat letih.


"Ya iya sayang, kehamilan kamu sudah 7 bulan dan kamu hamil kembar, lihat perut kamu sudah kaya orang hamil 9 bulan aja."


"Ia Mah, Ya udah aku lanjut tidur ya badan aku lemes"


"Makan dulu, mandi biar Segeran habis itu baru kamu tiduran lagi"


"Ikh Mamah Mah tar aja, aku lemes banget ngantuk"


"Ya udah minum susu aja dulu, sarapan roti. Tar Mamah ambilin sebentar"


"Ya sudah jika Bu ratu memaksa"


"Dasar kamu ini!" Nissa pun keluar dari kamar Alisha, untuk mengambil susu hamil dan roti isi selai strawberry. Lalu kembali ke kamarnya Alisha.


"Ini makan lalu minum dulu," Ujar Nissa sambil menyerahkan makanan dan minumannya kepada Alisha.


"Makasih Bu ratu. Habis ini aku tidur ya, Tapi kerjaan aku di kantor gimana Mah"


"Tar Mamah tanya sekertarisnya kamu jadwal kamu biar di reskejul semuanya."


"Ya udah Mah" Alisha pun memakan rotinya dan meminum susu nya hingga abis.


"Cepet banget makannya"


"Biar cepet tidur, Mataku sepet soalnya"


Nissa pun menaruh piring dan gelas kotor ke cucian di wastafel, semenjak tidak ada Ruth, Nissa sering membantu pekerjaan mbok Jum yang sekarang sedang mencuci pakaian mereka di belakang, Nissa pun mencuci piring bekas ia dan Alisha makan setelah selesai mencuci piring. Nissa pun pergi ke kamarnya untuk mengambil HP. Lalu mencari kontak suaminya dan menghubungi suaminya itu.


[ Assalamualaikum mas, Kapan kamu ke LA ]


[ WAALAIKUM SALAM aku juga kangen kamu sayang, besok aku ke LA, Kamu kangen berat ya ]


[ Gr... Aku cuma mau bilang, kemarin Mario melamar Nissa. Dan ingin segera menikahinya, kalau bisa sebelum cucu- cucu kita lahir mas ]


[ Mario bicara seperti itu, terus tanggapan Alisha bagaimana, tapi Mario belum menemui ku secara langsung ]


[ Alisha awalnya menolak, tapi seperti hatinya sekarang udah mulai luluh, bahkan sekarang dia sangat merindukan lelaki itu ]


[ Hmmm... Kamu telepon Mario aja, suruh ketemuan sama aku.. sebelum aku ke LA besok. Kalau dia gak ngomong sama aku Papahnya, aku gak bakalan izinin dia buat nikah sama Alisha ]


[ Ia tar aku telepon Mario. Tapi ada satu hal yang harus kamu tau juga mas sekarang ]


[ Apa sayang, Kamu kangen sama aku? sama yank aku juga kangen banget sama kamu..]


[ Alisha gak mau kerja mas, dia capek udah lemah katanya, dan kepalanya pusing, badannya sekarang udah gampang capek. Kasian juga udah mau 8 bulan Alisha kan mas ]


[ Ya udah nanti, aku akan seleksi buat CEO di sana, Kayanya kamu dan Alisha juga lebih baik balik ke Indonesia aja ]


[ Ia sepertinya bagusnya kaya gitu, Tapi aku kayanya ke kantor dulu hari ini, ngerjain kerjaan yang ke tunda ]


[ Gak perlu sayang, biar si asisten aku aja yang kerjain semuanya, kamu jagain Alisha aja di rumah ]


[ ya udah kalo gitu ok lah ]


[ Aku tutup sayang love you ]


[ Hmmmm ]


[ Ya Allah istriku... Jawabannya cuma hmm doank ]


[ Lebay udah akh, kita udah tua, udah gak jaman kaya gitu lagi ]


[ Siapa bilang, Justru keromantisan itu tidak kenal usia sayang ]


[ Ok love you to, biar cepet assalamualaikum ] Nissa pun memutuskan sambungan telepon pada akhirnya karena pasti akan bertambah panjang pembicaraannya dengan Agam suaminya itu. Nissa pun segera mencari kontak Mario dan mengetikan pesan agar Mario hari ini ketemu dengan Agam di rumahnya sebelum esok Agam berangkat ke LA.


\_\_\_\_\_\_\_&&&\_\_\_\_\_\_\_


Nita yang ketakutan karena ancaman dari Arka langsung lari ketakutan dari ruangan Arka. Diapun segera berlari menuju lift yang ada di ujung lorong. Setelah di lantai bawah, Nita pun segera pergi ke luar masih dalam keadaan setengah berlari. Hingga sampai di parkiran, Nita mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.


"Beraninya si Arka sama gue, Pake ngancem segala, kurang ajar dia. Gue udah pagi-pagi datang kesini. Perut lapar, taunya di terima kerja cuman jadi kasir. Benar-bener, Tunggu aja balasannya dari gue Arka! lu pasti bakalan terima akibatnya!" Ucap Nita sambil memegang dadanya yang terasa sesak karena habis berlari.


Nita pun kembali ke motor nya dan segera melajukan motornya ke arah rumahnya. Dengan kecepatan lumayan kencang sehingga dia cepat sampai ke rumah kontrakannya. Nita pun turun dengan amarah yang membludak, saat masuk ke rumahnya Nita langsung melempar tasnya ke kursi depan.


"Kurang ajar si Arka, dasar ! Tunggu pembalasan aku Arka AKKKKHHHH... teriak Nita. Kokom yang mendengar anaknya teriak seperti orang gila pun menghampiri anaknya itu.


"Kamu kenapa? datang-datang bukannya ucapin salam malah teriak-teriak, udah gila kamu ya?" ucap Kokom ikut kesal dengan kelakuan anaknya.


"Semua ini gara-gara Arka mah. Sombong sekali dia, mentang-mentang sekarang udah jadi Bos. Seenaknya aja dia ngasih kerjaan jadi kasir. Apa-apaan dia itu menghina aku mah!"


"Dia cuma ngasih kerjaan ku jadi kasir! Wah bener-bener si Arka. Seenggaknya jadi kepala kasir kan bisa, atau jadi staf keuangan. Kamu kan saudaranya. Mesti mamah samperin dia."


"Aku kesel banget Mah, seharusnya dia angkat aku jadi Manager atau kalau enggak jadi wakilnya dia di Supermarket itu, yang bagusan dikit jabatannya, emang kurang ajar tuh si Arka. Aku bakalan ngomong sama Bapak, biar di ceramahin tuh si Arka."


"Emangnya Bapak bakalan dengerin kamu!?"


"Pasti lah Mah, kan dari dulu Bapak itu selalu ngutamain aku di bandingkan anaknya kandungnya sendiri, Bapak tuh lebih sayang sama aku di bandingkan Arka. Aku pokoknya harus ketemu Bapak sekarang"


"Udahlah biarin aja, tadi Mamah udah ngomong sama Papah kamu, katanya dia bakalan ngasih kerjaan kamu di kantornya. Dari pada kamu masih ngeharepin Bapak kamu. Mamah sih gak yakin! Bapak Herman masih mau dengerin kamu!"


"Beneran Mah, Papah ngomong kaya gitu, kalau aku kerja di kantor, baguslah jadi pas aku belanja ke Supermarket nya si Arka, aku bakalan bikin rusuh disitu."


"Kamu mau ngapain lagi Nita. Pokoknya tahan dulu aja kalau kamu mau rusuh. Sekarang yang penting kamu itu kerja dulu, Kalau udah kerja udah punya duit sendiri dan bantuin Mamah buat dapetin sertifikat rumah Bapak. Mamah gak ikhlas kalau perhiasan Mamah ilang, karena Mamah yakin pasti Bapak yang ngambil perhiasan Mamah semua"


"Emangnya berapa sih kalau di total kan Mah, kalau sedikit Mah ikhlasin aja"


"Enak aja kamu bilang ikhlasin itu perhiasan. Kalau di jual masih laku 70 juta Nita. Buat beli mobil lumayan, kalau enggak buat usaha Mamah, kita kan gak mungkin terus bergantung sama Papah kamu, kalau kita ketahuan istrinya, habis kita nanti.


"Ia juga ya mah..."


"Makanya kamu harus kerja dan Mamah harus punya penghasilan, jadinya kita gak bakalan sengsara. Malahan Mamah pengen lihat Bapak kamu menderita dan sengsara, karena udah usir kita gitu aja" ucap Kokom misuh-misuh.


\_\_\_\_\_\_&\_\_\_\_\_\_