
POV Herman
Apa yang di katakan dokter seperti sebuah bom yang menghancurkan kehidupan ku, bagaimana ini, bagaimana ini bisa terjadi dan kenapa ini bisa terjadi, apa yang sudah kulakukan, begitu banyak pertanyaan yang muncul di kepalaku, tapi tak ada satupun jawaban yang bisa kudapatkan atas penderitaan yang terus datang silih berganti, hidupku benar-benar hancur setelah berpisah dengan Nissa.
" Lalu kalo memang hasilnya nanti saya Impoten, apa bisa sembuh dok? jujur ini benar-benar membuatku hancur dok, jika saya susah mempunyai anak bagaimana dengan masa depan saya, apalagi saya belom menikah dok, mana ada wanita yang mau sama lelaki mandul dok, tolong dok apakah ada obatnya dok? " ucapku mengiba.
" Tentu saja ada pak Herman, bapak bisa di terapi, dan akan melakukan pengobatan untuk peningkatan kualitas ****** bapak, tenang saja, tapi sebelum bapak khawatir dengan itu semua, lebih baik di periksa saja dulu pak, untuk memastikan langkah awal apa yang harus di jalankan. "
" Baik pak, kapan saya bisa melakukan pemeriksaan pak dan hasilnya kapan keluar pak?
" Hari ini bisa langsung keluar kok pak hasilnya, "
" Baik, bapak ambil dulu ****** bapak di kamar mandi lalu ikuti saya ke ruangan Laboratorium pak " ucap sang dokter yang bernama dokter Bobi. Sesuai arahan dokter Bobi aku pun langsung saja ke kamar mandi, dan setelah selesai aku dan dokter Bobi pergi menuju Laboratorium untuk di cek. Aku harus menunggu hasilnya selama 1 jam, karena lumayan lama dari pada aku bengong ku putuskan untuk ke kantin mengisi ulang energiku walaupun tadi sudah sarapan.
Setelah menunggu 1 jam lamanya akhirnya aku di panggil Suster di ruangan tunggu untuk segera bertemu dengan Bobi karena hasil tes ku sudah keluar.
Aku di berikan surat hasil tes nya tapi aku tidak mengerti sama sekali bahasanya seperti apa, jadinya aku meminta dokter untuk menjelaskan hasilnya seperti apa.
" Begini pak Herman, disini di sebutkan bahwa pak Herman mengalami disfungsi ereksi pak atau bisa di katakan ketidak mampuan untuk memulai atau mempertahankan ereksi, atau yang orang lebih kenal itu impoten pak, saya juga tidak tau penyebabnya apa,, bisa banyak penyebabnya, tapi bapak tenang saja Impoten ini bisa di sembuhkan pak, asal bapak mau bersabar " ucap dokter Bobi menjelaskan, dan aku tidak bisa memperhatikan apapun selain ucapan Impoten, ini tidak mungkin, padahal terakhir aku melakukan dengan Fina itu sangat hebat hingga bisa berkali-kali dan dalam durasi yang lama kenapa ini bisa terjadi, apakah ini karma bagiku, tapi katanya karma itu tidak ada, apa aku udah keterlaluan sama Nissa dan Fina mangkanya tuhan ngasih cobaan seberat ini, "batinku bingung memikirkan semua ini.
" Lalu kisaran biaya nya berapa ya pak?
" Agak lumayan sih pak sekitaran ratusan juta, tapi dijamin pasti akan kembali seperti semula " ( maaf ya kakak semuanya, saya kurang tau harga nya berapa, saya matok paling tinggi aja, supaya karakter Herman syok saja terimakasih)
" Mahal banget pak, waduh bagaimana ini ya, saya konsultasi sama keluarga saya dulu pak.
" Baiklah pak silahkan konsultasi dulu saja karena memang segala sesuatu juga harus di rundingkan.
" Baiklah kalo begitu saya permisi pak dokter "
" Ia silahkan," ucap dokter Bobi, aku pun tak membalas ucapannya lagi, karena pikiran ku sedang semrawut, bayangkan uang dari mana sebanyak itu, apalagi ibu pasti gak mau bantu, dia sedang marah- marah, lagian siapa sih yang bocorin ke ibu, apa Nissa ya, kok sekarang dia pengaduan sekali sih, coba aku masih sama Nissa, pasti masalah uang aku gak bakalan pusing, " batinku.
Aku berjalan lemas ke arah parkiran motor karena berita ini, bagaimana hidupku nanti, kalo tidak di sembuhkan, kalo mau di sembuhkan biayanya sangat besar seperti makan buah simalakama, kalo pinjam ke Nissa pasti tidak mungkin.... Apalagi karena ulahku kemaren, kenapa semua gak sesuai rencana yang aku inginkan, aku padahal hanya ingin menggertak saja, dan membuat Nissa takut, tapi dasar Nissa tidak bisa dianggap remeh sekarang., Sial . ' Batinku.
Akupun langsung menghidupkan motor Popi untuk kembali ke rumah ibu, kalo kembali ke rumah Popi gak mungkin. Bodo amatlah kalo ibu masih marah aku hanya tinggal berdiam diri saja di kamar, kalo lapar tinggal turun.
_______&&&-------
POV Author.
Popi dan Mila yang merasa tidak ada ancaman atau teguran lainnya dari Nissa merasa semua baik-baik saja, mereka berdua memasuki ruangan kantor mereka yang berada di lantai 3 itu, bersama, karena sebelumnya mereka berdua bertemu di lantai bawah depan lift, bagi Popi dan Mila yang tidak mau tau dengan keadaan sekitar tidak menyadari tatapan aneh dari rekan sesama divisinya, karena tidak ada yang bicara langsung makannya, mereka berada ada di atas angin.
" Bener kan kata gue.... Si Nissa itu mental Cemen, buktinya kagak kenapa-kenapa tuh, dan sekarang kita masih bisa kerja, gak ada panggilan Polisi juga ya gak Pop " ucap Mila saat mereka berdua sudah memasuki area kantor mereka, dan duduk di kursi masing masing. Mila dan Popi memang duduk berdekatan.
" Ia gertak sambel doang pasti, dan aku yakin yang di ucapin mas Herman itu benar, " ucap Popi.
" Ya udah gue mau ngerjain laporan dulu, udah numpuk banget soalnya " ucap Mila yang langsung menyalakan komputernya dan langsung mengerjakan laporan.
Mereka berdua pun mengerjakan laporan masing-masing, hingga tak terasa Waktu makan siang pun tiba.
Popi tiba-tiba ingin sekali makan di restoran yang berada di sekita kantor ini, restoran yang terkenal mewah walaupun agak mahal, tapi sesuai lah dengan rasa yang enak dan bahan yang premium, maka dari itu dia pun mengajak Mila untuk ikut serta makan bersama di tempat yang dia inginkan.
" Mila mau makan di restoran yang terkenal itu gak? restoran yg sekitar sini " ucap Popi antusias.
" Ya elah sekali kali Mila, ga bakalan Ampe jual ginjal juga kali " ujar Popi sambil membereskan berkasnya.
" Hayu akh tar keburu kehabisan tempat duduknya " ucap Mila yang langsung berdiri dan di ikuti dengan Mila.
Setelah sampai di restoran itu benar saja, restoran ini penuh seperti lautan manusia yang memenuhi makanan enak, saat Popi sibuk mencari tempat duduk yang kosong, Mila malah mengedarkan matanya ke arah makanan yang di pesan oleh pengunjung lainnya, Mila pun berdecak kagum karena makanan yang di sajikan disini sangat sesuai dengan seleranya.
" Yuk Mil disana kosong " ucap Popi yang langsung menarik tangan Mila yang masih sibuk melihat banyaknya makanan enak yang tersaji di piring pengunjung lainnya.
" ET....ET..... ET.... Tunggu Pop itu bukannya si Nissa , ngapain dia disini. " Ucap Mila kepo.
" Mana .... Ikh ia bener tuh istri bunting calon janda... Hahahah "
" Samperin yuk, kita kerjain lagi aja dia, toh dia cuman gertak sambal doang kan " ujar Popi dengan senyum seringainya. Mereka berdua pun akhirnya memutuskan untuk menghampiri Nissa yang sedang berbincang dengan angel dekat meja kasir.
" Wah... Wah.... Bu Nissa ternyata kerja disini Bu... Katanya orang kaya, kenapa malah kerja jadi kasir " ucap Mila , mencemooh dengan suara agak keras, sengaja untuk memancing pengunjung lain agar Nisa menjadi malu.
" Ia masa pekerjaan nya turun derajat banget sih.... Dari direktur keuangan jadi kasir restoran, yahhhh walaupun restoran nya gede dan mewah kaya gini, tapi ya... Kasur loh ini " ucap Popi pongah dengan melipat tangannya di dada.
" Maaf kalo tujuan ibu berdua ini ingin mencari masalah silahkan keluar dari restoran ini, Karena restoran ini tempat makan, bukan tempat nyari ribut, silahkan. pintu nya ada di sana.
" Kamu siapa sih, cuman pegawai aja sok belagu, mana sini panggil Bos kamu, biar saya adukan nanti, kalo kinerja pelayanan seperti kalian ini sangat buruk " ujar Popi .
" Kenapa kamu mau ketemu sama saya " ucap Nissa, yang akhirnya membalas ucapan mereka berdua .
" Ohh jadi kamu pemilik nya, gak mungkin banget, kan kamu itu cuma. Kasir .... Gak usah sok ngaku-ngaku ...." Ujar Mila Sambil menunjuk nunjuk tangan ke arah Nissa.
" Jaga ya kelakuan anda disini, ini memang restoran saya jika anda tidak percaya, saya tidak perduli, silahkan keluar dari restoran saya, karena para pelayan saya tidak ada waktu untuk melayani pengunjung rempong seperti kalian berdua. " Ucap Nissa kesal.
" Kalo kamu beneran yang punya, enak sekali ya kamu menikmati semua ini sendirian, sedangkan mantan suami kamu,. Tidak mendapatkan apa-apa, dasar istri culas ."Ujar Popi . Tidak mau kalah, dan sengaja ingin membuat keributan, itu terbukti dengan banyaknya pasang mata yang sedang memperhatikan mereka sekarang.
" Angel panggil satpam dan usir mereka berdua, bikin gaduh saja " ucap Nissa yang sudah saking kesalnya dan tidak mau mengurus dua ulet bulu ini.
" EH DENGAR YA..... PENGUNJUNG RESTORAN INI " ucap Popi lantang.
" INI NIH WANITA YANG LAGI HAMIL INI.... SI JANDA BAU... PEMILIK RESTORAN INI, YANG PUNYA SIFAT SERAKAH, DIA PAS TAU SUAMINYA DI PECAT LANGSUNG DI CEREIN DAN DI USIR DARI RUMAH BERSAMA, DAN YANG LEBIH PARAHNYA LAGI ASSET BERSAMA DIA YANG KUASAI, SUAMINYA GA DIKASIH APA-APA!
" ucap Popi sengaja meninggikan suaranya, dan sepertinya rencana nya berhasil menyita perhatian pengunjung yang sebagian besar melihat ke arahnya, dan suara restoran pun sedikit hening .
" Eh kamu siapa ya... Pacar barunya si Herman yang mokondo itu, jangan sembarangan kalo ngomongin, saya ini tetangganya Bu Nissa sama mas Herman di rumah yang dulu, si Herman nikah sama Nissa ga bawa modal apa-apa, cuman badan doang, dan apa asset gak bagi bagi.... Ya jelas semua aset emang punya Nissa sebelum dia nikah pun asset itu udah punya Bu Nissa termasuk rumah, dan restoran ini, gak ada sangkut pautnya Ama si mokondo itu, lagian kamu siapa sih ngurusin harta orang, kamu ini selingkuhan nya si Herman yang kere itu.... Kasian banget dapat zonk hahahahah. " Ucap wanita itu yang di barengi dengan tertawa seluruh pengunjung.
" Ia nih..... Mba nya pasti tau kalo kalo Herman itu pernah di grebek kan, wah viral banget itu video, kenapa mba ternyata si Herman itu kere ya, mangkanya gangguin Bu Nissa buat numpang kaya ia... Hahahaha " ucap ibu di meja yang lain, dan kalian ini seluruh ruangan di buat tertawa karena aksi saling menghina itu.
" Awas ya kalian semua.... Yang saya katakan ini benar, Nissa ini manipulatif dan serakah, kalian yang belain dia pasti bakalan ngerasain sendiri akibatnya" ucap Popi kesal setengah mati, dan ternyata pak satpam langsung datang dan menyeret mereka berdua dengan paksa karena membuat masalah, makin tambah malu dan terhina saja muka mereka berdua.
" Kenapa ya Bu, Masalah ibu selalu saja datangnya dari si mokondo itu Mulu, terus gak ada habis-habisnya dia selalu ngakuin restoran ini punya dia " ucap Angel heran.
" Yah saya juga gak tau ngel, namanya lelaki matre, pengen hidup senang tapi gak pengen kerja, pas tau saya kaya dia malah mati Matian ngejar saya Mulu ' ucap Nissa menghembuskan napas kasar.
" Maaf ya semua pengunjung restoran atas kejadian tidak mengenakan tadi, silahkan di lanjutkan menikmati hidangannya" ucap Nissa dan keadaan pun jadi normal kembali.