
Khiiiiik... Suara rem mendadak namun tetap saja hilang kendali.
Braaakkkkk...
Mobil yang di bawa oleh Saiful pun kecelakaan menabrak pembatas jalan, keadaan mereka bertiga sangat mengenaskan, Kokom, Saiful, dan Nita bersimbah darah dan pingsan. Tak berapa lama datanglah ambulans dan ketiganya langsung di bawa ke rumah sakit terdekat.
Saat sampai di rumah sakit, Saiful, nita dan Kokom langsung di bawa ke ruangan ICU. Mereka segera di tangani, tidak ada sanak saudara yang menjenguk mereka bertiga. Saiful menderita leher patah sedangkan Kokom kakinya yang patah hanya Nita yang keadaan tubuhnya masih baik-baik saja namun terdapat banyak perban yang menempel di kepala hingga bagian tubuh yang lainnya.
___&&&___
Susah seminggu ini HP Herman masih saja di blokir oleh anaknya Arka, bahkan Herman sudah 2 kali ke Supermarket Arka, si anak yang di cari-carinya pun tidak ada. Herman merasa frustasi, pikiran Herman kalut, dan hatinya masih tidak bisa menerima kalau orang asing itu menjabat sebagai Direktur di Supermarket.
Hari ini Herman pergi ke Supermarket Arka untuk melihat-lihat apakah Arka sudah kembali, tapi seperti hari sebelum sebelumnya Arka tidak pernah datang, bahkan dia sudah tidak bisa menemui Budi. Herman Pernah mencoba beberapa kali menelpon Arka dengan no baru tidak pernah sekalipun di angkat oleh Arka.
Herman menghubungi Putri untuk menghampirinya di Supermarket EARTH milik Arka. Di depan Supermarket tersedia kursi tunggu khusus. Herman menunggu Putri dan Herman melihat sekelilingnya yang masih terngiang-ngiang ucapan Arka di kepala Herman.
"Ini semua salah Kokom, karena dia! Aku jadi tidak bisa menghabiskan waktu dengan anakku, aku malah ngurusin anaknya ya benalu itu, Kokom kurang ajar! gara-gara dia Arka sekarang membangkang bahkan dia tidak mau mengakui ku sebagai ayahnya," gumam Herman. Herman berkali-kali menghembuskan nafasnya kasar berharap dapat bantuan dari anaknya ini malah Arka semakin menjauh.
"Seharusnya aku yang menjadi Bos disini! Enak kali ya? Duit banyak ngalir terus, kerjaan tinggal selonjoran kaki. Tinggal nyuruh-nyuruh doang, mau apa aja tinggal minta. Punya anak kaya sayang banget gak bisa di manfaatin" gumam Herman lagi.
"Mas Herman..." Teriak Putri.
Herman melirik ke arah sumber suara yaitu Putri. Dia pun tersenyum saat wanita cantik itu tersenyum sangat ceria kepadanya.
'Seenggaknya untuk saat ini masih ada yang membuat hati ini tenang dan damai' ucap Herman dalam hatinya.
"Maaf ya lama mas, tadi aku nungguin Pak camat datang dulu, baru aku pulang jam 12" Ucap Putri yang duduk di sebelah Herman.
"Emang Pak camat kemana?"
"Biasalah... Camat kita yang satu itu kan gak jelas!"
"Hahaha ....ia kamu benar! Ya udah ada yang mau di beli gak disini buat hantaran besok ke rumah Bapak sama ibu kamu di solo?"
"Beli disini mas?!"
"Ia ... Disini lumayan agak miring sih harganya"
"Makanan aja mas...tapi kalau seserahan gimana ya"
"Buat seserahan kita ke pasar aja, sekalian beli cincin."
"Ya udah kita masuk yu! aku mau beli minum haus"
"Ia yu..." Ucap Herman yang memegang tangan Putri menuju ke dalam.
Di dalam Supermarket, Putri menghampiri lorong di mana makanan tersedia, dia pun melihat lapis legit, lalu mengambil satu kotak dan di masukan ke dalam troli.
"Aku ngambil apa aja mas"
"Terserah kamu sayang. Aku mah ngikut." Ujar Herman yang meringis melihat Putri memasukan banyak makanan ke dalam troli belanjaannya, Putri yang mendengar ucapan Herman hanya tersenyum bahagia karena mempunyai calon suami yang baik, ganteng, dan juga royal.
Sore pun tiba...
Herman sudah sampai rumah, setelah seharian ini dia ajak keliling oleh Putri mencari satu set perhiasan yang dia inginkan dan segala pernak-pernik seserahan. Herman, duduk di kursi depan yang sudah sobek, tapi masih bisa di pakai, dia pun mengambil HP dan membuka aplikasi mobile bangking.
Herman sekali lagi menghembuskan nafasnya kasar ketika melihat isi tabungannya yang banyak mengeluarkan uang hari ini.
"Ya udahlah, untung si Putri cantik dan masih muda, jadi ngorbanin duit 10 juta, oke-oke aja lah." Gumam Herman, dia pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Herman pun duduk terlebih dahulu di kasur, bahkan sampai rebahan, dia pun tertidur hingga membawanya ke alam mimpi.
Keesokan harinya... Herman Pun bersiap untuk bekerja, karena hari ini adalah hari Jumat. Setelah selesai bekerja siang nanti, Herman dan Putri akan langsung berangkat ke solo, menggunakan kereta. Herman tidak sabar untuk menikahi Putri sebulan lagi.
&&&&
Seminggu pun berlalu hari ini Mario dan keluarga serta penghulu telah bersiap-siap untuk berangkat ke Amerika, karena besok akan dilaksanakan pernikahan dengan Mario dan Alisha. Kandungan Alisha pun sudah memasuki usia 37 minggu, dan di perkirakan seminggu lagi Alisha akan melahirkan anak Mario dan Alisha.
Arka sudah ada di Amerika dan sudah mulai kuliah di MIT. Di sana dia memilih tinggal di Apartemen dekat kampus, dari pada tinggal bersama orang tuanya, karena rumahnya yang sangat jauh dari kampus. Sedangkan untuk Perusahaan Arka hanya datang seminggu dua kali, untuk mempelajari bisnis Agam yang ada di Amerika ini. Dan untuk keluarga dari Alisha, para nenek Alisha tidak ada yang pulang, hanya Bram dan Dito saja yang pulang ke Indonesia, karena harus mengurusi perusahaan dan perkebunan sawit, Alisha sangat gugup menunggu hari esok.
Nissa masuk ke dalam kamar Alisha, karena dari sejak siang Alisha hanya berdiam diri di kamar, tidak menampakkan diri setelah sarapan pagi tadi, dia hanya khawatir terhadapnya. Nissa melihat Alisha yang sedang termenung.
"Sayang... Kamu ngapain bengong kaya gitu!" ujar Nissa menghampiri Alisha, tapi Alisha masih terdiam saja dengan pikirannya, sehingga tidak mendengarkan saat ibunya bertanya padanya. Nissa pun tersenyum dan menghampiri Alisha lebih dekat dan menepuk pundaknya.
"Ekh Mamah kapan masuk, aku sampe gak denger"
"Kamu ada apa sayang, kok ngelamun"
"Aku... Gak apa-apa kok Mah"
"Cerita sama Mamah, kamu kenapa? sampe ngelamun kaya gitu? Ada masalah Nak?"
"Ga ada Kok Mah. Alisha cuma gugup aja, Alisha lagi mikirin ke depannya gimana, apa Alisha bisa jadi istrinya Mario, apa aku bisa jadi ibu yang baik buat anak anakku?"
"Sayang... Kamu hanya perlu jadi diri kamu sendiri. Ingat mereka mencintai kamu, dan kamu juga mencinta mereka, jadi jangan ada yang kamu resahkan, jika kamu terlalu berpikir berat. Kasian sama cucu Mamah bakalan sedih dalam perut kamu" ucap Nissa. Tersenyum yang membuat Alisha ikutan tersenyum.
"Sayang... Kita itu saat pertama kali menikah, seperti anak ayam yang tidak tau apa-apa, tapi semuanya itu berproses, kamu juga akan berproses menjadi istri dan ibu yang baik untuk anak- anakmu nanti, satu yang harus kamu perhatikan baik-baik! Ketika kamu sudah jadi istri, maka suami kamu yang berhak memiliki kamu, jadi kamu harus nunggu suami kamu, selagi dalam batasan yang wajar, nanti kalian akan saling menguatkan apalagi ada si kembar bayi diantara kalian, yang membuat hubungan kalian menjadi lebih erat lagi. Pelan-pelan aja, ingat semua itu butuh proses, begitupun juga kamu sayang," ujar Nissa bijak.
"Nah gitu dong smile, besok kan hari yang paling penting buat kamu sayang. Ayuk makan semuanya udah nungguin kamu sayang."
"Ia Mah" Nissa dan Alisha pun segera bangun dari duduknya lalu meninggalkan kamar Alisha untuk pergi ke ruang makan.
Keesokan harinya ...
Pada saat akan tiba acara akad pernikahan Mario dan Alisha.
Mario yang sudah memakai jas untuk pernikahan nya, benar-benar memperhatikan penampilan semaksimal mungkin. Sekali lagi dia melihat ke arah cermin, memastikan penampilannya paripurna tanpa cela. Budi yang melihat Mario masih tahan berlama-lama di depan cermin pun berdecih.
"Lama-lama tuh kaca kesel liat muka lu Yo."
"Gimana penampilan gue, udah kece kan? Udah ganteng?" Ujar Mario yang tidak mendengarkan kata-kata sindiran dari Bobi.
"Udah ganteng Yo! Tar si Alisha klepek- klepek dah liat lu yang ganteng kaya gini, lagian tumben amat lu gak Pd, biasanya tingkat ke sombongan lu memuakkan sekali"
"Udahlah ... Udah ganteng maksimal." Ujar Mario tersenyum. Bobi yang sekali lagi ucapannya tidak di dengar oleh Mario, hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar.
"Ayok kita udah di tunggu udah jam berapa nih?"
"Oh ia ... lu bener, Ayok! Gue gak mau Alisha lama nungguin gue " ujar Mario keluar kamar. Bobi pun menghembuskan nafasnya lelah karena sekali lagi tidak di hiraukan oleh Mario.
"Nah ini dia pengantinnya! Lama amat dandannya!" ujar tante Mario.
"Sorry Tan! aku harus all out, kan mau ketemu sama Alisha."
"Ya udah Ayuk! Udah jam 8, maaf ya pak penghulu rese memang pengantin lelaki nya."
"Gak apa-apa, mungkin Nak Mario sedang menutupi kegugupannya" ujar Pak penghulu yang membuat semua orang tertawa, mereka semua keluar dari rumah sewaan Mario dan menaiki mobil ke rumah Nissa dan Agam.
Hanya selang berapa menit. Karena rumah mereka dekat rombongan Mario pun datang di rumah Nissa dan Agam. pagar rumah Nissa pun di buka lebar. Mereka pun di sambut Oleh keluarga Nissa.
Dekorasi rumah Nissa di hias sangat cantik, walaupun hanya akad, tapi masih tetap ada acara makan-makan dan para tetangga sekitar rumah yang sudah akrab dengan Nissa pun ikut membantu walaupun sudah ada katering.
Acara akad pun di mulai.
"Hmmm, Pak Agam sudah siap menikahkan putrinya." Ucap bapak penghulu.
"Insya Allah saya siap Pak" ucap Agam
"Para saksi sudah siap," tanya Bapak penghulu lagi kepada para saksi.
"Insya Allah kami siap" ucap para saksi.
"Nak Mario sudah siap?!"
"Insya Allah saya siap pak," ujar Mario semangat.
"Baiklah ia untuk pengantin wanitanya sedang ada di kamar menunggu ijab kabul mari Nak Mario, silahkan pegang tangan Bapak Agam" Ucap pak penghulu.
"Saya nikahkan engkau dengan pinangan mu, putriku Alisha Wijaya Binti Agam wijaya Dengan mas kawin uang sebanyak $25.000 di bayar tunai" Ucap Agam.
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Alisha Wijaya binti Agam wijaya dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai." Ucap Mario dengan satu tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi sah?" tanya pak penghulu.
"Sah!!!" ucap para saksi serempak. Alhamdulillah mereka pun mengucapkan doa bersama dan tersenyum bahagia.
"Alhamdulillah sayang selamat hari ini kamu sudah sah menjadi istrinya Mario." Ucap Nissa di dalam kamar Alisha
"Ia mah Alhamdulillah" ucap Alisha menangis.
"Mah.. sakit mah!?" ucap Alisha meringis memegangi perutnya.
"Kamu mau ngelahirin sayang. Sebentar Mamah panggil Papah dan suamimu dulu." ucap Nissa panik, lalu langsung keluar kamar.
"MARIO.... MAS AGAM... ALISHA MAU MELAHIRKAN" teriak Nissa.. membuat semua orang kaget.
Singkat cerita Alisha langsung dilarikan rumah sakit dan dengan selamat melahirkan anak kembar. Kehidupan keluarga besar Nissa dan Agam sangat bahagia setelah kehadiran cucu kembar karena sekarang mereka menjadi Kakek dan Nenek.
Sementara di sisi lain setelah sebulan Herman menikah dengan Putri. Dengan menikah dengan Putri Herman berubah 180 derajat, dia menjadi rajin beribadah, berbaik kepada sesama, juga sering bersedekah. Itu tak lain karena pengaruh dari Putri yang sekarang menjadi suaminya Herman. Bahkan keluarga mereka dikaruniai seorang anak di umur Herman yang hampir kepala lima dan Putri (35thn) dikaruniai seorang anak.
Sementara itu kehidupan mantan istri Herman yaitu Kokom, hidupnya sekarang penuh dengan kesengsaraan, dikarenakan dia dinyatakan lumpuh dan struk. Sementara suaminya Kokom yaitu saiful meninggal terlebih dahulu karena terjadi benturan yang keras pada otak dikepalanya saat terjadi kecelakaan. Sedangkan untuk Nita anaknya Kokom kini ia menjadi wanita kupu-kupu malam karena terpaksa untuk memenuhi kebutuhan hidup nya juga ibunya, bahkan untuk pengobatan Ibunya yang struk itu.
____________________End____________________
"DIRGAHAYU RI YANG KE 78"
Akhirnya sampai juga di bab terakhir.Terima kasih kepada semuanya yang sudah mendukung dan membaca karyanya. Bagi yang menyukainya tunggu di season 2 ya, untuk sementara lagi fokus kerja dulu.
Jangan lupa baca karya terbaru "Tergoda Janda Pirang" ( khusus 21+ )