MATA HATI TERLUKA

MATA HATI TERLUKA
BAB 37 SAPI PERAH


POV Fina


" Kejam sekali mas Herman, padahal aku ditimpa kemalangan ini karena dia, tapi malah dia nyuruh aku jadi lont* lagi, buat menuhin keinginan dia, dan semua ini terjadi karena Nissa brengsek, dia yang udah buat hidup aku menderita, awas aja kamu Nis, tunggu pembalasan ku, kalo aku gak bisa punya anak, kamu pun harus merasakan apa yang kurasakan, ku buat kamu lebih menderita dari apa yang aku rasakan sekarang" ucapku dengan tekad yang kuat sekuat baja, aku mencoba untuk bertahan di situasi seperti ini, aku akan melakukan apa yang mas Herman inginkan sekarang, Seenggak nya sampai aku punya tempat tinggal dan tabungan yang banyak dari sugar Daddy ku nanti, tapi aku juga harus pintar-pintar dalam mengambil uang itu takutnya uangnya semua diambil oleh mas Herman, sekarang dia sangat licik dan kejam, karena tubuhku masih lemas, apalagi kebanyakan menangis tadi.


Aku memutuskan untuk berjalan ke dapur mencari makanan, saat sampai dapur kulihat rumah ini sangat sepi pada kemana penghuni sini ya, tapi beruntungnya aku menemukan makanan banyak di meja makan, akupun segera mengambil piring dan nasi serta lauknya dan memakan di meja makan saat ini juga, setelah selesai makan barulah aku kembali ke kamar untuk istirahat, pokoknya aku harus cepat sembuh, agar bisa membalas dendam pada mas Herman dan juga Nissa.


Keesokan hari nya walaupun tubuhku masih lemas tapi wajahku sudah mulai berwarna dan tidak pucat, kulihat jam di atas ternyata sudah jam 9 pagi, segera saja aku masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diriku dan merias wajahku secantik mungkin, aku ingin melaksanakan rencanaku hari ini, karena tabungan ku pun sudah mulai menyusut, walaupun masih lemas tapi aku harus kuat, karena sekarang aku sendiri, mamah juga pulang kampung Meninggalkan ku.


Setelah siap dengan semua riasan dan pakaian yang ku kenakan, sempurna, aku melihat diriku yang kembali cantik seperti dulu dengan badan yang masih langsing, itulah kelebihan ku mau makan seberapa banyak pun badan ku tidak akan pernah gendut mangkanya aku sangat bahagia. Sudah selesai bersiap-siap aku pun langsung mengambil HP dan meng- hubungi mas Ben sugar Daddy ku dulu, terakhir dia bilang jangan dulu telepon, tapi ini sudah lama apakah masalahnya sudah selesai ya, aku pun menekan no. kontak mas Ben dan langsung tersambung dan langsung diangkat olehnya.


[ Halo mas.... Apa Kabar... Gak kangen apa sama aku mas ]


[ Wah sweety kemana aja kamu, aku kira kamu udah lama sama aku.... ]


[ Loh kan waktu itu mas sendiri yang bilang jangan telepon, terus ya udah aku nunggu mas telepon balik, tapi gak telepon telepon, aku tuh kangen tau mas belaian kamu ]


[ Hahahah ia saya lupa, kemaren istri saya sempat curiga, jadi aku hanya berjaga- jaga saja, tapi sekarang sudah aman, gimana sayang bisa kan sekarang aku juga kangen sama goyangan kamu]


[ Ia mas tentu saja , tapi Biasa mas , transfer dulu ya, cekak nih pengen di belanja ini juga, tar aku kasih pijit plus- plus ]


[ Ya udah mas transfer sekarang ya, kamu langsung ke Hotel biasa aja, jalan sekarang mas gak tahan ].


[ Ia sayang ].


Akupun segera melihat M-bankking ku, dan disitu sudah terlihat transferan sebesar 10 juta, mas Ben memang sangat royal sekali, segera saja aku mentransfer uang sebesar 5 juta ke rekening tabunganku yang lain yang tidak di ketahui oleh mas Herman, akupun langsung keluar menuju taksi yang sudah ku pesan sebelumnya, dan akhirnya akupun sampai di Hotel tempat janjian dengan mas Ben, tapi tiba-tiba aku lapar sekali, pantas saja karena aku belom sarapan pagi ini, akupun segera mencari ATM di sekitar hotel ini untuk mengambil uang untuk pegangan ku, saat di ATM aku mencari kemana ATM ku, kenapa tidak ada di dalam dompet ku masa sampai tertinggal sih, tapi aku tidak pernah mengeluarkan ATM ku kemanapun, akh sial mana laper banget,


" Tok..... Tokkkk..... Tokkkkk " akupun menoleh ke arah pintu ternyata antrian pun sudah panjang dan orang yang di luar tidak sabaran,


Mana mas Ben lama bener belom datang datang, aku pun langsung keluar dari galeri ATM, karena ada antrian.


" Ia sabar pak, saya juga ngantri tadi, emang situ doank yang ngantri " ucapku kepada bapak bapak yang muka seperti mas teng, ikhhhh, dan akupun langsung berlalu melewati antrian ATM.


lalu kembali ke lobby untuk menunggu mas Ben dan memberikan pesan ke mas Ben agar membawa makanan.


Saat membuka M-bangking, mataku terkejut karena nominal uang yang ada di M-bangking ku berkurang drastis, ini gak mungkin, batinku.


" Sial kenapa cuman gopek uangnya, tadi pagi masih ada 5 juta, akhhhhh siapa yang ngambil uangku sih, apa ATM ku ilang jadinya uangku di ambil sama yang ngambil ATM, tapi kan gak mungkin pasti gak tau pin nya " ucapku sendiri, saat sedang kesal tiba-tiba ada chat dari mas Herman yang masuk ke HP ku.


( Fin aku ambil uang kamu ya di ATM kamu, aku sisain gopek tuh kamu masih punya cash kan )


Aku langsung cengok seketika ternyata yang ngambil uang ku di ATM adalah mas Herman, kampret emang tuh manusia satu, tau aja aku baru dapet transfer duit dari om Ben, untung udah di ambil separoh tadi. Aku harus cari cara supaya tuh benalu gak ganggu uangku lagi, enak aja gue yang capek dia yang enak.


Saat sedang kesal akhirnya mas Ben datang juga, kami pun langsung menuju Hotel yang sudah di pesan, dan melakukan kegiatan panas kami.


Setelah kegiatan ku dengan mas Ben selesai, kami berdua pun langsung pulang, dan mas Ben pun mengantarkan ku pulang ke rumah mas Herman. Akupun langsung masuk ke dalam dan melihat ibu sedang nonton TV sendirian dengan Suster baru, loh si Susi kemana gak pernah kelihatan lagi, apa dia keluar baguslah dia keluar dari sini suster kecentilan itu memang harus di hempaskan.


" Fin udah pulang kamu, kemana aja bukannya kamu masih sakit ya kok udah keluyuran " ucap ibu selidik .


" Enggak Bu aku udah gak apa-apa, aku hanya keluar cari suasana biar gak stress, mikirin kalo rahimku ternyata udah di angkat ". Ucapku dengan wajah di buat sesedih mungkin, agar ibu mertuaku bisa simpati ke padaku.


" Yah mungkin ini akibat dari perbuatan kamu Fin, harusnya kamu introspeksi diri berubah biar punya mulut tuh di sekolahin, orang yang kamu sering hina sekarang bentar lagi mau punya anak, sedangkan kamu yang suka ngehina malah ke tulah omongan sendiri ".


" Bu aku kaya gini karena anak ibu mas Herman, bukannya ibu ngehibur aku eh malah nyudutin aku, gimana sih ibu ini " ucapku kesal karena ibu lebih memilih membela Nissa . Karena kesal langsung saja aku ke kamar meninggalkan ibu sendiri di ruangan TV, menyebalkan.


" Tuh aki-aki, giliran maen gituan kuat banget tenaga nya Ampe rontok semua ni badan, tapi lumayan lah untung orangnya royal hahhah , " ucapku sambil melihat uang cash yang ada di dalam amplop coklat ini, mas Ben gampang banget di porotin nya, tinggal tambah gaya goyangan aku langsung di cash 2 juta , lumayan lah, tapi ini harus di umpetin tar ketahuan Nissa di ambil Ama si Herman. Aku pun menyimpan uang ini di bawah kasurku agar tidak bisa di temukan, lumayan buat perawatan di salon besok. Setelah meletakan uang tersebut akupun langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Saat sedang mengoleskan lotion ke kakiku tiba-tiba pintu di buka kasar, dan aku bisa melihat tersangka nya yang maju ke depanku.


" Fin besok kamu bakalan lagi ketemu sama bandot tua itu gak? hebat kamu sekali ketemu langsung dapat lima juta, sering-sering aja kamu ketemu sama dia biar uang kita nambah banyak dan aku bisa membangun cafe impian kita  " ucap mas Herman yang memasuki kamarku dan langsung duduk di kasur tanpa menanyakan keadaan ku.


" Mas apa di pikiranmu cuman uang aja sekarang, kamu sama sekali ga nanyain keadaan aku mas, badan aku kaya gimana mas, aku ini habis operasi mas, dan kamu menjadikan aku seperti pelacur mas, tega kamu mas, seharusnya kamu itu tanggung jawab padaku bukan malah menjadikan aku Sapi Perah mu mas "


" Alah lebay kamu, kalo kamu masih sakit ngapain kamu keluar Fin dan ketemuan sama tuh bandot tua, berarti kamu itu udah sehat kan, hebat ya kamu sekali kencan 5 juta.... Kalo bisa om om nya jangan dia aja, nambah ke satu lagi biar cepet dapat uangnya. Kamu juga jangan belaga menderita, aku tau kamu tuh menikmatinya ia kan, jangan munafik kamu Fina, aku tau orang seperti apa kamu itu, Dan kamu jangan coba main- main sama aku Fin, aku bisa aja melakukan hal yang lebih mengerikan dari pada kemaren ingat itu, nih uang 500 kamu buat pegangan kamu " ucap mas Herman dengan melempar uang lembaran itu ke lantai dan langsung ke luar dari kamarku. Aku hanya bisa mengepalkan tangan ku dan jatuhlah air mataku. sungguh hati aku sakit melihat dia yang seperti ini, mas Herman yang dulu begitu cinta mati dan lembut serta mau memberikan aku apa saja telah pergi, aku kangen dengan dia yang dulu. Dan aku hanya bisa menangis karena perubahan mas Herman yang drastis seperti ini, aku pun tertidur karena sangat lelah untung saja tadi pak Ben mengajak aku makan di restoran dulu jadinya aku tidak usah keluar kamar dan bertemu mas Herman dan ibunya yang menjengkelkan itu. Lihat saja Herman setelah uang tabunganku banyak aku akan pergi dari rumah ini dan meninggalkan lelaki benalu seperti dia.