MATA HATI TERLUKA

MATA HATI TERLUKA
BAB 58 DENDAM FINA


POV Fina


Setelah aku di usir dari rumah Tante Arum, aku gak tau lagi harus kemana, ku langkahkan kaki ku untuk mencari kontrakan yang cukup hanya untukku saja, kontrakan murah tapi nyaman dan bersih, setelah Berjam-jam aku mencari dan bertanya kesana-kesini, akhirnya tukang ojek sekitaran komplek perumahan Tante Arum tau dimana tempat kos-kosan yang murah dan nyaman dan bersih, dan aku pun di antarkan ke lokasinya langsung, saat sudah sampai bapak ojek ini pun mengantarkan aku langsung ke yang punya kos-kosannya. Beruntungnya aku, di saat seperti ini ternyata masih ada orang yang mau bantuin aku, di saat saudara, dan suami aku sendiri malah membuang ku.


Ku lihat sekeliling kamar ini, ada kasur dan lemari dan sudah dilengkapi dengan kipas angin, dan bagusnya lagi tanahnya sudah pakai keramik, kos-kosan ku ini terletak di lantai atas, jadi setiap hari aku harus naik turun, untung saja koper ku tidak terlalu besar dan umbagan tangga nya juga besar jadi memudahkan ku untuk membawa koper ke atas, ku rebahkan di kasur ini sebentar, kosannya sudah rapih dan bersih mungkin sudah di bersihkan sebelumnya, ku keluarkan dulu selimut ku untuk alas kasur ini, takutnya berdebu dan kotor, karena hari masih siang dan aku pun sangat lapar kuputuskan untuk ke bawah membeli makanan dan menanyakan pasar di mana kepada warga disini. Saat di bawah aku melihat ada warteg yang lumayan ramai, aku masuk dan kulihat banyak sekali pilihan makanan.


" Makan mba e...? "  Tanya pegawai warteg tersebut kepadaku dan aku hanya melongo sambil menunjuk diriku sendiri.


" Ia mba e yang cantik kaya artis... Mau makan apa.... Makan disini apa bungkus?" tanyanya lagi, dengan gaya yang aneh apa itu logat bahasanya kali ya, pikirku.


" Eh ia mba.... Makan sini aja mba... Aku mau sama ati ampela... Terus tahu goreng aja mba... " Ucapku sambil menunjuk makanan yang aku inginkan seperti nya enak.


" Minumnya apa mba ?"


" Ada nya apa mba ? " tanyaku kembali.


" Wah banyak mba.. es teh manis, es es jeruk, es kopi, air putih, teh biasa aja " ucapnya lucu masih dengan gaya logatnya, aku hanya tersenyum melihat dia bicara.


" Es teh manis aja mba," ucapku kemudian, lalu makanan ku pun di sajikan beserta es teh manis nya. Ku lihat sejenak makanan yang tersaji di piring ini, hanya ati ampela dan tahu, aku meringis sedih, dulu tak pernah aku makan seperti ini, bahkan saat sedang tinggal dengan mba Nissa pun makanan yang ku makan pasti lebih dari 2 lauk dan itu sangat enak, aku ingin menangis tapi disini banyak orang, akan sangat memalukan kalo aku sampai menangis di warteg ini, kumasukkan nasi dan ati ampela, rasanya lumayan walaupun rasa asin, sepertinya aku harus membiasakan memakan-makanan seperti ini setiap hari untuk berhemat dan mulai mencari pekerjaan. Setelah selesai aku pun langsung membayar makanan yang aku makan dan aku kembali kaget ternyata gak sampe 50 hanya 15k saja benar-benar definisi makanan enak tapi murah meriah. Selanjutnya tinggal aku mencari alat kebersihan dan seprai untuk ku pakai sehari-hari. Setelah semuanya sudah ku dapatkan aku pun langsung saja pulang ke kontrakan untuk istirahat. Saat sampai kamar kosan ku, aku mulai merenungi semua yang terjadi padaku, ku ingat mba Nissa yang hamil dan perutnya sudah mulai keliatan, aku iri jelas, karena itu impian semua wanita, sedangkan aku sudah tidak bisa hamil karena rahim ku sudah di angkat, ku rebahkan badanku ke kasur karena sangat lelah, dengan semua beban ku.


" Apa ini semua adalah karma yang sedang aku jalani, kesialan demi kesialan selalu menimpa hidupku sekarang, hiks hiks... Sekarang aku benar-benar sendiri, bahkan ibu pun meninggalkan ku sendirian.. hiks.... Hiks " gumamku sambil menangis dalam kesendirian ini. Karena lelah menangis aku pun tertidur di kasur empuk ini, bahkan aku belom mandi.


Keesokan harinya aku bangun dengan badan yang lumayan segar karena kemaren aku langsung tidur dan kasur nya pun lumayan empuk walaupun sedikit banyak nyamuk, untungnya aku sudah membeli obat nyamuk colok jadinya nyamuk agak berkurang. Lekas saja aku mandi karena dari kemaren aku datang, aku belom mandi sama sekali. Dan kebetulan juga kamar mandi hanya ada dua, jadi aku harus mengantre dengan penghuni kos lainnya.


" Penghuni baru ya mba.... ? " Ucap seorang wanita yang keluar dari kamar sebelah kamarku.


" Ia mba.... Baru kemaren aku kos disini.." ucapku.


" Ohhh ya udah semoga betah disini, ya kalo butuh apa-apa... Ketok aja.... Kenalin gue Rina "  ucapnya mengulurkan tangannya.


" Gue Fina.... Salam kenal " ..


" Ok. Fin gue pergi dulu mau kerja "  ucapnya dan aku hanya menganggukkan kepalaku tersenyum. Dan dia pun pergi ke bawah.


Setelah selesai mandi aku pun langsung bersiap untuk mencari pekerjaan dekat-dekat sini, mau apa pun itu asalkan halal. Ya aku sedang belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi, bahkan ketika sugar Daddyku menelpon kemaren untuk membantuku dan akan memberikan hidup yang layak untukku aku menolaknya, karena aku udah gak mau berurusan dengan istri sah jika aku ke grebek nanti, cukup aku menderita karena ulahku kepada mba Nissa saja , yang membuatku kehilangan segalanya, aku gak mau hancur hidupku untuk kedua kalinya .


Sudah beberapa kantor aku datangi, tapi tidak ada lowongan, aku lelah sekali, mana tadi pagi hanya makan roti, karena hari sudah agak siang dan aku sangat lapar, ku lihat sekitaran sini ternyata ada warteg syukur lah, sebenarnya sebelah warteg itu ada Cafe, aku bingung antara mau makan di warteg yang panas tapi murah dan enak, atau di cafe yang adem dan enak, tapi agak mahal. Kuputuskan untuk makan warteg saja, walaupun tabunganku masih banyak, tapi aku harus berhemat untuk kehidupan ku, karena aku belom bekerja. Aku melihat lihat Cafe ini, dan mataku terfokus ke brosur yang tertempel di tembok sebelah pintu masuk, ku hampiri kertas tersebut... Ternyata disini sedang membutuhkan karyawan sebagai pelayan Cafe, wah lumayan lah, buat batu loncatan sambil aku mencari cari yang lebih baik, dari pada gak punya pemasukan sama sekali, pikirku.


Aku pun segera masuk kedalam cafe, dan menemui salah satu pelayan cafe tersebut untuk menanyakan perihal lowongan kerja di cafe ini.


" Permisi mba... Saya mau tanya Apakah lowongan yang ada di brosur depan cafe ini, masih ada tidak ya? " ucapku sopan ke kak pelayan.


" Oh masih ada mba.... Mau ngelamar ya mba...? Mari ikut saya keruangan yang punya Cafe, " ucapnya yang langsung ku ikuti di belakang.


" Sebentar ya mba, saya mau ke dalam dulu untuk memberitahukan pak Bos bahwa ada yang melamar, " ucap Kaka tadi yang langsung masuk sesudah mengetuk pintu 3 kali. Dan tak lama kemudian Kaka tadi pun keluar dengan wajah sumringah nya .


" Makasih ya mba "..... Ucapku yang hanya di berikan senyuman oleh kaka ini, dan langsung meninggalkan ku. Sejenak aku gugup tapi aku harus strong gak boleh nyerah. Aku pun masuk ke dalam ruangan pak Bos.


" Selamat siang pak, perkenalkan saya Fina pak, tujuan saya kemari saya ingin melamar pekerjaan sebagai pelayan di cafe ini," ucapku lancar sedikit gugup, karena calon Bos ku ini mukanya datar banget tapi ganteng.


" Lulusan kamu S1 tapi gak apa-apa jadi pelayan Cafe, gajinya cuman UMR loh, saya gak bisa kasih lebih."


" Ia pak tidak apa-apa, yang penting saya kerja pak, " ucapku semangat dan entah dari mana tiba-tiba aku mendapatkan keyakinan bahwa aku akan di terima kerja disini.


" Ok kalo gitu... Kapan kamu udah mulai bisa kerja ?"


" Hari ini juga saya bisa mulai pak "


" Ya sudah.... Kamu bisa kerja disini, karena disini ada 2 shift, jadinya kamu bisa masuk siang nanti jam 2 ya.. terus pulang nya jam 10 malam, tunggu sebentar, " ucapnya, yang langsung mengangkat telepon dan menghubungi seseorang, dan tak lama masuklah wanita tadi yang pertama mengantarkan aku keruangan ini.


" Manda tolong kamu berikan mba Fina ini seragam, karena mulai siang ini mba Fina akan kerja di Cafe kita, dan kamu atur jadwal kerja nya dan tunjukan dia dimana letak masuk pintu karyawan dan loker karyawan "


" Baik pak... Mari mba Fina kita ke loker karyawan dulu " ucap wanita tadi yang baru aku ketahui namanya adalah Manda .


" Ia pak terimakasih banyak karena sudah menerima saya pak" ucapku semangat , akhirnya aku di terima kerja juga, gumamku dalam hati. Dan Bos ku itu hanya menganggukkan kepalanya juga. Aku dan Manda langsung keluar menuju loker karyawan.


Setelah di jelaskan semuanya oleh Manda akupun lekas pulang karena waktu masih jam 10 pagi, yah menjelang siang lah aku pun segera pulang dan memesan ojek online untuk pulang ke kosan ku. Sepertinya untuk bulan depan aku harus mencari kosan yang dekat Cafe agar gak boros di ongkos.


Waktu pun berlalu, tak terasa berapa bulan ini sudah aku lewati hidupku dengan damai, aku sangat betah bekerja di cafe ini walaupun agak capek, dan aku juga sudah mendapatkan kosan dekat cafe atas rekomendasi dari Manda, bahkan aku satu kosan dengan Manda dan beda kamar, walaupun kosannya agak mahal dikit, tapi sangat nyaman karena ada kamar mandi di dalam kamar jadi aku tidak perlu mengantri lagi. Hari ini aku masuk pagi, tapi pulang agak sorean karena lembur sebentar, saat sudah di luar dengan pakaian bebas ku, ku lihat ada mas Herman di dalam Cafe bersama dengan seorang wanita, yang menurutku seperti badut dengan make up setebal itu, astaga jadi julid kan aku.... Aku pun masuk lagi ke dalam Cafe dan duduk di bangku yang kosong untuk melihat mas Herman dengan ceweknya yang kelihatan mesra banget, seketika membuat hati jahatku kembali bangkit yang semula, aku udah kubur dalam-dalam. Tapi sekarang setan dalam hatiku mulai berontak untuk Balas Dendam, melihat dia bahagia bahkan tertawa dengan perempuan lain, setelah membuang ku seperti sampah, aku harus balas dendam, membuat si Herman itu menderita bagaimana pun caranya.


" Loh Fin.... Gue kira lu udah balik... " Ucap temanku yang bernama sela.


" Stttt jangan berisik, gue lagi liatin mantan laki gue, sama gandengan barunya "


" Ya elah.... Belom move-on nih anak, ya udah gue tinggal ya, jangan nangis Lu di pojokan " ucap Sela sambil ketawa cekikikan.


" Jeh.... Si Sela malah ketawa... Awas-awas... Ngalangin gue lu... Nah kan mereka keluar, eh bentar Sel, gue pinjem motor lu buat buntuti. Mereka bentar ya please "


" Ya udah nih, tapi jangan lama ya! tar gue pulang susah."


" Ia sip bentar doang, " ucapku yang langsung mengambil kunci motor Sela dan pergi ke arah parkiran motor untuk mengambil motor Sela, dan untungnya mereka berdua belom pergi, pas aku lihat ternyata mas Herman naik motor baru, apa dia udah beli motor baru ya, setelah itu kulihat mereka berdua pergi, aku pun mengikuti mereka berdua, dengan kecepatan sedang karena gak mau kehilangan jejak mereka berdua. Dan aku pun sampai di depan rumah, yang aku gak tau rumah siapa? ku parkir kan motor ini di depan pagar, dan aku mengendap-endap masuk ke dalam mengintip. Astaga.... Aku menutup mulutku melihat mas Herman sedang melakukan hubungan suami istri dengan wanita itu, begitu hot. Karena takut ketauan segera saja aku pergi dari sini, si Herman sialan, dia udah hancurin masa depan aku, dan membuat aku kehilangan anakku serta rahimku, sedangkan dia malah enak-enakan sama cewek lain. Aku mengepalkan tanganku, hatiku di penuhi dendam,.


" Mas Herman.... Tunggu saja... Akan ku balas setiap perlakuan mu, setiap pukulan mu, dan perbuatan mu, yang sudah membunuh anakku, dan telah membuat aku kehilangan rahimku, akan ku buat kamu lebih menderita dari pada apa yang aku alami! " ucapku, gegas saja aku pergi dari sini untuk mengembalikan motor Sela.


Saat sudah sampai kosan badanku lelah sekali, besok saja lah ku susun rencana membalas dendam ke mas Herman, dan langkah apa yang harus aku buat, untung besok aku Off jadi aku bisa jalankan rencanaku itu.


_____