MATA HATI TERLUKA

MATA HATI TERLUKA
BAB 43 FITNAH HERMAN


POV Herman


Gembar gembor ulang tahun perusahaan yang selalu di rayakan di hotel bintang lima, kalo dulu saat masih kerja di BUMN, aku juga sering menghadiri pesta semacam pesta pernikahan, tapi selalu sendiri, karena Nissa yang sangat sibuk, dan sebenarnya aku juga malas membawa Nissa untuk keluar, melihat penampilan nya yang sangat sederhana dan tidak seksi, walaupun dia sebenarnya cantik tanpa harus dandan berlebihan pun, serta badan langsing, kulit putih, dan tinggi seperti model papan atas luar negri, dengan bentuk proposional yang sangat pas di tubuhnya, hanya saja dia tidak pernah memakai pakaian yang indah di pandang mata, aku jadi malu membawa dia untuk ke acara-acara formal. bahkan Fina tidak ada ada apa-apanya di bandingkan Nissa.


Fina walaupun putih seperti Nissa, tapi badannya kurus seperti triplek, hanya saja dia sangat manja kepadaku, menjadikan ku begitu merasa sangat di puja dan di butuhkan oleh seorang wanita, sedangkan Nissa dia selalu mandiri dan seperti tidak membutuhkan ku, malah aku yang selalu membutuhkan dia.... Mengingat Fina aku sedikit merasa bersalah karena telah menyakiti hatinya, tapi apa mau di kata gak mungkin kan aku tinggal bersama wanita yang bahkan tidak akan pernah memberikan ku anak lagi, sedangkan bersama Nissa, aku harus mendapatkan dia kembali bagaimanapun caranya, karena Nissa sumber kesenangan dan kebahagiaanku yang memiliki segalanya, apalagi diantara kami ada anak yang sedang di kandung Nissa, soal urusan ranjang, memang Nissa tidak pernah memberi kepuasan seperti yang Fina lakukan, tapi aku bisa mendapatkan itu dari wanita lain, atau kalo perlu setelah Ku dapatkan Nissa kembali, aku akan mencari Fina lagi untuk menjadi pemuas nafsuku saja..... Memikirkan itu membuat ku memiliki rencana-rencana yang bagus , yang harus cepat ku lakukan.


"Ha ha ha itu pasti semua bisa ku lakukan " ku minum kopi pahit sedikit demi sedikit, agar mengingatkan ku hidup pahit yang sedang ku alami saat ini, sebelum manis datang dengan kembalinya Nissa.


Ku balikan koran pagi ini, kebetulan hari ini adalah hari Sabtu, hari libur dan nanti sore aku akan menghadiri acara mewah perusahaan ku, beruntungnya aku bisa masuk ke perusahaan besar itu, walaupun masih mending di BUMN dulu, tapi tetap aja akan aku jalani, karena hanya dari pekerjaan inilah aku mendapatkan uang.


Saat di halaman koran terakhir, ada pemberitaan tentang review restoran Nissa, yang mendapatkan ulasan baik pengunjung dan pecinta makanan, bahkan ratingnya sangat bagus, aku semakin bangga pada istriku itu, semakin semangat pula aku mengejarnya. Aku sudah tak sabar untuk bertemu Nissa di rumahnya besok, akan ku ambil lagi hati mertuaku dengan pelan-pelan, agar rencanaku berjalan sukses.


" Man.... Ada disini toh kamu, ibu panggilin dari tadi gak denger apa ya..... " Ibuku datang mengeplak pundaku dengan serbet di tangannya. Wuishhhhh bau terasi menyerbak ke hidungku.


Aku mengibaskan tanganku dan menutup hidung, mengambil serbet yang ada di tangan ibu lalu melemparkannya asal " bau Bu..... Ngapain sih pake bawa serbet kotor..... Mana di dipake buat ngeplak baju Herman, baunya nempel Bu " ucapku mengusap usap pundak dan mencium pundaku mengendus bau atau tidak.


" Alah lebay kamu man.... Cuman terasi doang.... Belom kecoa.... " Ujar ibuku yang langsung duduk di sebelahku mengambil koran yang aku pegang, dan perhatian ku pun terpusat kepada ibu .


Ibuku menghela nafasnya berat, kenapa ya apa ibu capek. Batinku.


" Man.... Setelah ibu pikir-pikir... Apa perbuatan kita pada Fina gak keterlaluan..... Kamu ke Fina begitu kasar, padahal kan Fina kaya gitu gara-gara kamu man, dia udah gak bisa punya anak lagi gara-gara kamu pukul waktu itu "


" Biarin aja lah Bu.... Gak usah dipikirin.... Ngapain mikirin perempuan murahan kaya gitu..... Wanita yang punya suami tapi mau nya di sentuh sama lelaki lain.... Jijik aku Deket-deket sama dia Bu, dengerin Herman Bu, walaupun Herman ini brengsek dan selingkuh.... Tapi Herman gak mau punya istri yang gak bener.... Yang tidur sama laki-laki lain..... Apalagi sampe laki orang Bu ogah banget "


" Ia ibu ngerti.... Cuman kasian aja ibu sama Fina.... Mana ibu dengar dia juga di usir dari rumah Arum, gak boleh tinggal di sana "


" Lagian si Fina itu gobl*k apa bego sih Bu, apa otaknya Se Ons kali ya, dia yang sering ngehina Nissa mandul, malah mau numpang di rumah orang tua nya..... Ya di usir lah, gak punya otak emangnya, cari ke kontrakan lain, maunya numpang Mulu... Tempat tinggal gratis, makanan enak Gak mau keluar duit ,dasar benalu. "


" Yehh.... Kamu ini Herman benalu teriak benalu "


" Loh kok ibu manggil Herman benalu "


" Lah kamu gak sadar, dulu juga kamu benalu man sama istri kamu Nissa, udah benalu berulah lagi, pake selingkuh segala... Mamam tuh si triplek dan otak se Ons Fina " ujar ibuku sambil menggeplak lagi kepalaku menghubungkan Koran yang aku pegang tadi, sambil berlalu ke arah dapur dan mengambil serbet yang tadi aku lempar, kena dah ni kepala, untung tidak mengurangi ke tampananku, batinku.


,.......


Sore pun tiba, waktunya aku menuju pesta perusahaan, pasti disana akan banyak relasi bos, dan orangnya pasti tajir tajir lah, secara perusahaan tempat ku bekerja begitu besar, kali aja dengan ketampanan ku ini, bisa menggaet wanita kaya dan cantik, jadi aku tidak akan mengejar Nissa lagi.


Aku melihat ke cermin, melihat bagaimana penampilan ku, memakai setelan jas, sepatu mengkilat , muka rapih tidak ada jenggot, rambut klimis, bereslah gak malu maluin. Ku pesan taksi online menuju hotel tempat diadakan nya acara, sengaja ku pakai mobil karena kalo pake motor, malu lah pasti mau di taro di mana mukaku, masuk ke hotel menghadiri acara besar tapi datang pake ojek motor, sorry sorry...... Pikirku.


Ada notifikasi masuk ke HP ku, ternyata chat dari taksi online, segera saja aku keluar kamar, dan langsung pergi tanpa berpamitan dengan ibu, karena aku masih kesal saja, bisa-bisanya ibu menyebut aku benalu, walaupun benar adanya tapi aku tak terima orang memanggil ku benalu, masa ganteng gini benalu, harus maklum lah kalo wanita-wanita bucin semua sama aku, wajahku mendukung, proposional badanku juga mendukung, tinggi dan atletis, biar saja di katakan kurang ajar, aku gak peduli walaupun aku sangat sayang sama ibu. Saat aku sudah di luar pintu taksi online  ternyata sudah sampai dan menunggu di depan pagar langsung saja aku masuk ke mobil, dan mobil pun berjalan dengan kecepatan sedang.


" Sesuai aplikasi aja ya pak.... Kalo bisa agak ngebut sedikit, aku udah agak telat soalnya " ucapku kepada bapak sopir, padahal aku ga telat, sengaja ingin segera sampai, supaya bisa tebar pesona dengan wanita kaya relasi bos besar, aku sudah tak sabar untuk sampai.


" Hoy buluk..... Udah lama nunggu disini, jangan bengong kesambet baru nyaho ." Ujar ku menghampiri Roby yang sedang terbengong sendiri kayak anak ilang, kesambet kali ya.


" Diem lu.... Ngehalangin pemandangan indah gue aja..... Awas jangan berdiri di depan gue ikan asin...... Gue lagi liat bidadari dari surga " si Roby menghayal ketinggian kayanya, tapi tetap saja ku lihat arah pandangnya, ke arah perkumpulan wanita cantik cantik, sepertinya mereka kaya kaya di lihat dari pakaian yang mereka kenakan. Aku pun menelisik satu persatu 4 wanita di tengah ruangan itu.


Deg....... Nissa.... Aku terkaget-kaget sangat, melihat Nissa begitu sangat cantik walaupun memakai gamis dan pashmina panjang tapi tetap saja tak menutupi kecantikan yang indah itu, apalagi dengan kehamilan nya sekarang dia lebih berkilau seperti berlian, pipi yang sedikit chubby dan badan yang makin semok tapi bukan gendut.... Ya tuhan kenapa Nissa berubah jadi sangat cantik sekali setelah bercerai denganku, hatiku berdebar apalagi Melihat senyuman dan tertawa dia yang begitu lepas.


" Lu lagi liatin siapa man..... Jangan bilang lu juga naksir bidadari gue.... Bu Sera...... "


" Apaan sih lu.... Tuh liat cewek  yang pake gaun biru.... Dia mantan istri gue, cantik banget dia sekarang mentang mentang udah cerai sama gue, dulu emang cakep juga sih, tapi penampilan nya gak banget, ga bisa dandan ngebosenin udah kaya pembokat di rumah gue, tapi gue tetep setia sama dia dan Nerima dia apa adanya, ekh pas gue keluar karena pengurangan karyawan dia ninggalin gue, kampr*t emang tuh cewek ya " ujar ku sengaja mengarang cerita jelek tentang mantan istriku, bakalan jadi masalah kalau Roby tau aku selingkuh sama sepupunya Nissa bahkan sampe di grebek.... Untungnya si buluk kagak tau video gue yang viral dulu, kalo tau mana bisa gue kerja di sini . Dan aku merasa bangga sekarang mengakui Nissa yang cantik itu sebagai mantan istriku tapi sekalian memberi pelajaran pada Nissa karena sudah menolak ku dan mengabaikan ku. "Pikirku.


" Wah wah kenapa tuh bibir.... Senyum serem gitu, ga kesambet kan lu Bambang.... Hayu akh masuk acara udah mau di mulai " aku tak menghiraukan ucapan si buluk, karena masih ingin memandang istriku itu, yang sangat cantik hari ini, biarin aja lah si buluk marah-marah dan masuk sendiri, bentar lagi sembuh ngambeknya.


Mereka sudah masuk ke dalam, aku pun mengikuti mereka dari belakang, tapi masih dalam jaga jarak aman. saat sudah di tempat pesta, kulihat Nissa dan kawan kawannya bergabung bersama petinggi perusahaan, dan ku tahu banyak sekali klien perusahaan ini yang sedang ikut bergabung bersama Nissa juga, seketika membuat darah ku menjadi panas melihat dia senyum kepada lelaki yang berada di sebelah pak boy, bos perusahaan ini, kurang ajar Nissa, apa dia yang membuat si Nissa gak mau balikan lagi sama aku... Harus di kasih pelajaran tuh cowok, gak akan pernah aku biarin lelaki manapun mendapatkan Nissa, karena Nissa hanya milikku. Dadaku terasa terbakar, ku kepalkan tanganku dengan keras, karena menahan amarahku yang membludak , takutnya aku khilaf dan memukul lelaki itu, padahal pesta ini sangat penting untuk mencari wanita kaya, akhh sialan emang si Nissa, ngapain dia malah ke sini, seharusnya dia ga boleh disini, dia itu hanya orang luar, set*n.


" Mas Herman kenapa.... Mukanya merah lagi nahan kentut mas..... "


Krik..... Krik..... Krik......


Ujar wanita yang tiba tiba menepuk pundaku dari belakang, dan apa katanya nahan kentut, seketika saja amarah yang ada di dalam dada seperti terlepas dan aku bengong.


" Canda kamu gak lucu Popi, mana ada nahan kentut diem aja, jorok langsung aja sih ke toilet ".


" Hehehe.... Sore mas becanda, habisnya mukanya Ampe merah gitu kirain kan ya.... Lagi liatin siapa sih.... Ada mantan disini.. ? "


" Kok tau kaya peramal aja kamu pop "


" Pop... Pop.. kaya lagu Korea tau mas, lagi ngeliatin siapa mas kepo nih aku " ujar Popi dengan genit, ikh kok aku ngeliat nya ill fill Ama nih anak, aku udah tau sih dia punya rasa suka sama aku, tapi dia beda jauh level sama Nissa, tapi kalo aku pacarin lumayan kali duitnya, kan dia punya gaji sama.


" Ia nih lagi liatin mantan istri di sono tuh, yang lagi ngobrol sama bos besar kita " ujar ku dengan wajah yang sedikit memelas sedih.


" Yang mana " ujar Popi kepo kuadrat sampai dia goyang kan kepalanya.


" Noh cewek yang pake pashmina dan dress biru " ucapku menunjukan Nissa dagu ku.


" Ikh cantik bener mantan istrinya, cantik kaya gitu kenapa cerai sih mas, cocok loh sama mas Herman yang juga tampan "


" Ia itu dia , yang cantik itu nyakitin, waktu masih jadi istri aku gayanya biasa banget, gak pernah dandan pake daster Mulu, masih cantik sih mukanya cuman gaya pakaiannya ga enak dipandang, padahal nih ya pop, dulu aku itu gaji 8 juta aku kasih 5 juta kedua buat benerin penampilan di depan suami kan enak gitu ya, ini malah enggak, dan kamu tau yang paling nyakitin pas aku kena pengurangan karyawan dia ninggalin aku gitu aja, aku kerja banting tulang buat dia malah aku di tinggalin pas di pecat " ucapku semakin memelas di depan Popi, sengaja cerita ku tambahkan bumbu-bumbu biar tambah rame, apalagi Popi ini ratu gosip di kantor ini, lihat saja ekspresi mukanya, kena kau Popi, jadi mainan baruku nanti.


" Ya tuhan, jahat banget sih mantan istri kamu mas, padahal di lihat dari penampilan nya alim banget ya mas, gak nyangka saya, kita emang gak boleh lihat orang itu dari Cover nya aja suka menipu". Ucap Popi terharu dan langsung menggenggam tanganku, hmmm rencana ku berhasil, sebarkan lah Popi berita tentang Nissa di kantor ini biar nama Nissa jadi jelek, jadi dia tidak akan bisa dekat- dekat dengan bos disini apalagi dekat Client Bos yang tadi, lelaki itu pasti gak mau dekat dekat dengan wanita benalu seperti itu, batinku. Aku pun semakin memegang erat tangan Popi yang memegang tanganku juga, dan ku lihat Popi hanya tersenyum malu, rencanaku sepertinya berhasil, lumayan lah Popi kalo di lihat-lihat lumayan cantik juga, bisa di manfaatin nih buat makan siang ku tiap hari.


................