
Vika lelah menangis, rasanya sudah cukup dia menangisi kisah cintanya. Pada akhirnya Vika tertidur dengan membawa rasa sakitnya ke alam mimpi.
Yang Vika tidak tahu ketika dia tertidur ada sosok Okta yang menatapnya dalam diam. Rasa bersalah menyusup ke hati Okta, dia telah menyakiti wanita yang begitu tulus mencintainya.
"Maafkan Mas, seharusnya Mas nggak menyakiti kamu. Kamu berhak bahagia Vika," gumam Okta lirih.
Rasa bersalah Okta semakin besar ketika melihat dalam tidurnya air mata Vika mengalir. Wanita itu tersakiti oleh ulahnya yang begitu pengecut.
Di tempat lain, tanpa Okta ketahui Genta sudah melihat sendiri apa yang belakangan ini disembunyikan oleh keponakannya itu. Untuk itulah Genta kini berada di apartemen Mira bersama dengan asistennya.
"Selamat malam, Mira. Saya ingin berbicara serius dengan kamu, apa bisa?" tanya Genta dengan sopan saat Mira membuka pintu apartemennya.
Mira tampak gugup ketika mempersilahkan Genta untuk masuk. Pria di hadapannya itu sedari dulu selalu tampak mengerikan. Genta memang terkenal kejam dan tidak segan-segan menyakitkan lawannya jika dirasa sudah memuakkan.
"Ada apa ya, Om?" tanya Mira setelah mempersilahkan Genta untuk duduk.
"Saya akan langsung pada intinya. Setelah menghilang cukup lama kamu tiba-tiba muncul dan mulai mengusik Okta lagi. Sebenarnya, apa yang kamu mau?" tanya Genta yang kini terlihat begitu tegas.
"Maaf Om, kepergian saya karena terpaksa dan saya ingin kembali berjuang bersama Okta. Saya ingin mendapatkan restu agar kami bisa bersama." Jawaban berani Mira membuat Genta menatapnya sinis.
"Terlambat, sangat terlambat! Okta sudah menikah dan kini dia hidup bahagia, jadi simpan saja mimpi indahmu itu!"
Mira menatap terkejut pada Genta, dia tidak tahu menahu masalah ini. Okta bahkan tidak mengatakan apapun saat dia menemui pria itu.
"Saya nggak tahu Om, Okta nggak mengatakan apapun." Mira menunduk merasa takut dengan aura mengerikan dari Genta.
"Saya memaafkanmu karena kamu memang belum tahu hal ini, tapi saya akan bertindak tegas jika kamu sudah melewati batas! Tinggalkan Okta dan jangan pernah muncul lagi di hadapannya!"
Genta terlihat menakutkan dan Mira jelas tidak mungkin melawan pria itu. Mira tidak memiliki kuasa seperti Genta dan lagi pria itu bisa berbuat apa saja jika merasa terganggu.
"Baik, Om!" Mira menjawab dengan tegas meski suaranya terdengar bergetar.
"Kalau kamu bekerja sama dengan baik saya akan membantu Ayah kamu," Genta berucap penuh janji.
"Setyo, bawa dokumennya kemari!" perintah Genta pada asistennya.
Setyo menyerahkan sebuah dokumen pada Mira yang menerima dengan bingung.
"Apa ini, Om?" tanya Mira bingung.
"Ini adalah perjanjian kalau kamu tidak akan mengganggu Okta lagi dan saya akan membantu Ayahmu. Jika kamu melanggar sudah tentu akan ada konsekuensinya. Baca dan pahami, saya tunggu jawaban kamu dua hari lagi!"
Mira menghilang tiba-tiba karena keluarganya bangkrut. Dia tidak memiliki nyali untuk bersama Okta saat keluarga pria itu tidak memberi restu pada hubungan mereka.
Mencoba melupakan Okta malah membuatnya kembali bertemu pria itu dan sekarang di sinilah dia berada, apartemen yang Okta pinjamkan untuk tempat tinggalnya.
Mira masih mencintai Okta dan berharap bisa memiliki pria itu, tapi tawaran yang Genta berikan tentu membuatnya bimbingan. Antara cinta atau harta.
*
*
Vika bangun dengan perasaan gamang, akan tetapi dia tetap mencoba untuk menjadi istri yang baik. Vika tetap menyiapkan segala keperluan Okta meski dia harus berusaha menekan rasa sakit di dadanya.
Sejak semalam Vika telah yakin akan keputusan yang dia ambil. Vika telah hancur dan yang tersisa hanya harga dirinya. Dia tidak ingin terlihat menyedihkan karena itulah dengan menekan rasa sakitnya Vika mengatakan keinginannya pada Okta.
Okta yang bersiap pergi ke kantor harus mengurungkan niatnya saat Vika memanggil dengan lembut. Tidak, bukan lembut melainkan suara keputus-asaan.
"Mas Okta," Vika menjeda sejenak berusaha menguatkan hatinya.
Ayo Vika, kamu kuat! Meski hatimu sudah hancur setidaknya kamu nggak terlihat begitu menyedihkan! batin Vika meneriaki dirinya sendiri.
"Ada apa, Vika?" tanya Okta yang entah mengapa perasaannya tidak nyaman.
"Mari berpisah!"
Bersambung~~
Rekomendasi novel menarik untuk kalian. Yuk, mampir dan dukung karyanya 😉👇
Judul : Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
Author : Alinatasya21
Blurb :
Tsamirah Zahrana Az Zahra adalah seorang gadis Desa berparas Ayu penuh dengan pesona yang mampu membius kaum Adam bertekuk lutut di hadapannya dan berlomba-lomba untuk memantaskan diri mendapatkan Cinta dari Seorang Zahrana. Satu persatu kaum Adam datang silih berganti dalam kehidupan Zahrana, berawal dari ia duduk dibangku SMP. Sampai akhirnya ia lulus pendidikan SMK akhir dan memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliahnya, ia memilih bekerja dan mencari Jati dirinya.Ia berjuang untuk bisa menjadi seorang Muslimah yang di Ridhoi Allah, namun siapa sangka di tengah proses Hijrahnya dia jatuh hati dengan seorang laki-laki bernama Muhammad Zaid Arkana, hingga ia terjerat dalam lumpur dosa yg tak berkesudahan dan melemahkan biduk iman dan kesucian hati Zahrana. Akankah Zahrana berjodoh dengan Muhammad Zaid Arkana atau akan hadir sosok Pria lain yang akan menjadi sosok Cinta Sejati Zahrana? mari simak kisahnya dalam novel Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas!